107 Kendaraan Korban Lakalantas Dibiarkan Merana di Polres Kupang

-Sebanyak 107 unit kendaraan roda dua yang menjadi korban lakalantas dibiarkan merana di area Satlantas Polres Kupang.

107 Kendaraan Korban Lakalantas Dibiarkan Merana di Polres Kupang
POS KUPANG/EDY HAYONG
Kasat Lantas Polres Kupang, Iptu Ahmad Wiratma, S.Ik saat menunjukan barang bukti kendaraan yang merana karena belum ada lokasi pengamanan yang baik, Selasa (8/10/2019). 

107 Kendaraan Korban Lakalantas Dibiarkan Merana di Polres Kupang

POS- KUPANG.COM I OELAMASI--Sebanyak 107 unit kendaraan roda dua yang menjadi korban lakalantas dibiarkan merana di area Satlantas Polres Kupang.

Pasalnya, lahan untuk mengamankan barang bukti tersebut selama ini tidak ada dan baru ditata kembali. Direncanakan lahan dibagi dua dimana satu lahan untuk mengamankan kendaraan lakalantas dan lahan lainnya untuk kendaraan yang ditilang.

Kasat Lantas Polres Kupang, Iptu Ahmad Wiratma, S.Ik menyampaikan hal ini di ruang kerjanya, Selasa (8/10/2019).

Ahmad Wiratma menjelaskan, barang bukti kendaraan yang diamankan akibat lakalantas lebih banyak kendaraan roda dua.  Saat ini tercatat 107 unit kendaraan roda dua yang diamankan di area Satlantas.

Dijelaskannnya, selama ini belum ada warga yang datang untuk mengambil karena rata-rata kondisi kendaraan hancur total. Mereka tidak mau mengambil dan pihaknya tidak mungkin menghilangkan ataupun melelang karena tidak ada aturan yang jadi pegangan.

"Jika kondisi masih layak, pemilik yang mau datang ambil silahkan dan bawa pulang. Tapi yang kondisinya hancur umumnya dibiarkan. Inipun tentu jadi beban kita soal  lokasi," jelasnya.

Mantan Kasat Lantas Flores Timur ini menambahkan, jika barang bukti yang ada dihilangkan atau diputihkan, pihaknya akan terbebani. Pasalnya, jika suatu ketika kerabat korban datang menanyakan lalu barang bukti tidak ada maka bisa jadi persoalan.

"Kalau keluarga pemilik kendaraan datang, tentu kita akan tanyakan surat kendaraan. Kita akan tunjukan barang bukti, jika mereka lihat layak bawa pulang maka dibuatkan berita acara," jelasnya.

Dirinya mengakui selama ini lahan untuk mengamankan barang bukti terbatas sehingga semua kendaraan dikonsentrasikan di satu titik.

Untuk itu, katanya, saat ini tengah dibenahi lahan bagian belakang Satlantas agar dipisahkan antara barang bukti kendaraan akibat lakalantas dan pelanggaran lalulintas agar mudah diketahui jika pemiliknya mau mengambil.

"Selama ini barang bukti ditumpuk satu tempat. Makanya kami sedang buka lahan untuk  rapikan barang bukti. Kita akan pagari keliling agar tidak tercerai berai. Saat ini ada  107 unit kendaraan roda dua korban  lakalantas yang kami amankan. Lamanya bervariasi ada yang sebulan ada juga yang belasan tahun," jelasnya.

Mantan Kapolsek Kecamatan Wulanggitang, Flotim ini ketika ditanya soal upaya menekan lakalantas di wilayah Hukum Polres Kupang, dijelaskan bahwa saat ini dilakukan operasi pengawasan sejak pagi hari. Anggota disiagakan dititik rawan kecelakaan lalulintas termasuk sosialisasi ke sekolah-sekolah.

"Kita berikan kesadaran berlalulintas. Kita kunjungi sekolah untuk sosialisasi. Pelayanan SIM, kita sampaikan juga soal tertib di jalan. Memang saya lihat potensi lakalantas di Kabupaten Kupang cukup tinggi. Ini karena faktor konsentrasi karena lalai maupun dampak dari konsumsi miras. Kalau unsur kesengajaan, saya rasa belum ada," bebernya.

Veronica Tan Move On Dari Ahok, Ibu Sean Nicholas Makin Menarik, Hingga Didekati Dua Artis ini?

Onggokan Sepeda Motor Penilangan Jadi Besi Tua di Polres Sikka

Dia menambahkan, pelebaran lahan penitipan barang bukti yang sedang dikerjakan diharapkan Desember 2019 selesai termasuk penataan ruangan pelayanan agar warga betah dan terlindungi dari panas matahari. Inipun sekaligus memberikan kepuasan pelayanan bagi warga sehingga rencana Zona integritas 2020 bisa tercapai.(Laporan Reporter POS KUPANG.COM, Edi Hayong)

Penulis: Edy Hayong
Editor: Rosalina Woso
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved