Berita Pendidikan

Bermain Cahaya, Cara Asyik Belajar IPA, Jadi Kenangan Siswa MI Balikpapan

Namun suasana berbeda justru terjadi saat pembelajaran IPA di Madrasah Ibtidaiyah Negeri (MIN) 1 Balikpapan.

Bermain Cahaya, Cara Asyik Belajar IPA, Jadi Kenangan Siswa MI Balikpapan
kompas.com
Siswa kelas empat Madrasah Ibtidaiyah Negeri (MIN) 1 Balikpapan 

POS-KUPANG.COM|KUPANG - Pembelajaran mata pelajaran ( mapel) IPA ( Ilmu Pengetahuan Alam) identik dengan kesan serius. Seolah belajar kelas IPA, siswa dituntut untuk serius membaca, menghafal atau menghitung rumus.

Namun suasana berbeda justru terjadi saat pembelajaran IPA di Madrasah Ibtidaiyah Negeri (MIN) 1 Balikpapan, Kalimantan Timur. Siswa kelas empat MIN ini justru terlihat antusias, gembira dan senang belajar IPA di kelas yang diampu oleh guru mereka, Wiwik Kustinaningsih.

Wiwik tengah mempraktikan konsep pembelajaran "MIKIR" yang ia peroleh melalui pelatihan Tanoto Foundation melalui Program Pintar.

Sidang Perkara Korupsi NTT Fair, Kuasa Hukum Kepala Dinas PRKP NTT Sebut Jaksa Sembunyikan Peran

Melalui konsep "MIKIR (Mengalami, Interaksi, Komunikasi, dan Refleksi) siswa didorong membangun gagasannya sendiri, berpikir kreatif, dan berpikir alternatif untuk memecahkan masalah dalam pembelajaran.

Dalam pembelajaran berbasis konsep MIKIR ini, siswa difasilitasi melakukan kegiatan atau mengamati saat pembelajaran berlangsung.

Inilah yang dilakukan Wiwik saat mengajak siswnya melakukan eksperimen membuat senter dalam salah satu pembahasan mapel IPA.

Jadi SMA Katolik ke-20 di NTT, SMAK Freinademetz Ende Terima Izin Operasional

Orangtua Sempat Ragu
Wiwik lakukan untuk pembelajaran mapel IPA kelas empat tema dua yakni tema perubahan energi kimia menjadi energi cahaya.

Belajar tentang perubahan sumber energi menjadi sangat menarik bagi siswa karena bukan hanya teori dan sekadar membaca yang dipelajari, tapi siswa diajak praktik secara langsung membuktikan perubaham energi dari baterai menjadi energi cahaya.

Karang Dempel Ditutup Adelia Sebut Akan Ada Praktek Prostitusi Lebih Besar di Kota Kupang

Awalnya orangtua pun sempat ragu apakah anak-anak bisa membuat senter sederhana di kelas.

Banyak orangtua justru membawakan senter yang "hampir jadi" dari rumah.

Namun, bukan itu yang diharapkan Wiwik. Wiwik akhirnya mengulang kembali dan mengajak siswanya membuat dan merakit dari awal senter sederhana sederhana tersebut.

WOW! Pecahkan Rekor Ikut Koko Olimpiade, Ribuan Siswa SD Ikut Lomba Mewarnai

Halaman
1234
Editor: Apolonia Matilde
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved