Pesan Paus Fransiskus Saat Lantik 13 Kardinal Baru: Bersaksi tentang Kristus dengan Belas Kasih

Paus Fransiskus melantik 13 Kardinal baru selama Konsistori (Sidang Kardinal) Publik Biasa di Basilika Santo Petrus Vatikan pada hari Sabtu (5/10/2019

Pesan Paus Fransiskus Saat Lantik 13 Kardinal Baru: Bersaksi tentang Kristus dengan Belas Kasih
Vaticannews.va
13 Kardinal beraudiensi dengan Paus Fransiskus dan Paus Emeritus Benediktus XVI (membelakangi lensa) pada hari pelantikan mereka, Sabtu (5/10/2019) waktu Vatikan. 

Selanjutnya Alvaro L. Ramazzini Imeri/ 72 tahun (Uskup Huehuetenamgo) dari Guatemala; Matteo Zuppi/ 63 tahun (Uskup Agung Bologna) dari Italia; Christobal Lopez Romero/ 67 tahun (Uskup Agung Rabat) dari Spanyol; Michael Czerny/ 73 tahun (Wakil Sekretaris Bagian Migran-Departemen Layanan Pengembangan Manusia Integral) dari Kanada; Michael Louis Fitzgerald/ 82 tahun (Uskup Agung Emeritus Nepte) dari Inggris; Sigiotas Tamkevicius/ 81 tahun (Uskup Agung Emeritus Kaunas) dari Luthuania; dan Eugenio Dal Corso/ 80 tahun (Uskup Emeritus Benguela) dari Italia.

Perlu diketahui bahwa seseorang yang terpilih menjadi Kardinal akan mendapat tugas sebagai penasihat Paus di bidang tertentu, serta diberi hak memilih dan/atau dipilih (elektor) menjadi calon Paus berikutnya.

Pemilihan Paus baru dilakukan jika Paus yang sedang menjabat meninggal dunia atau pensiun (mengundurkan diri) karena faktor usia lanjut dan mengalami penurunan kualitas kesehatan.

Kegiatan Clonclave, ritual pemilihan Paus baru di Kapel Sistine
Kegiatan Clonclave, ritual pemilihan Paus baru di Kapel Sistine (katolisitas.org)

Tidak semua Kardinal menjadi elektor, hanya mereka yang berusia di bawah 80 tahun saja yang diberi kesempatan untuk itu. Maka dari 13 Kardinal terpilih, 10 di antaranya layak jadi elektor (usia di bawah 80 tahun), sementara 3 lainnya (di atas 80 tahun) dipilih sebagai bentuk penghormatan agar bisa melayani Gereja lebih lama.

Kardinal Suharyo termasuk salah satu elektor karena usianya baru menginjak 69 tahun. Artinya ada kemungkinan bisa terpilih jadi Paus berikutnya jika Tuhan berkehendak.

Profil ringkas Kardinal Suharyo sebagai berikut:

Ignatius Suharyo lahir pada 9 Juli 1950 (usia 69 tahun) di Sedayu, Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta. Dia lahir dari pasangan Florentinus Amir Hardjodisastra dan Theodora Murni Hardjodisastra. Dia merupakan anak ketujuh dari sepuluh bersaudara.

Selain dirinya yang memilih jadi 'pelayan Tuhan dan umat', tiga saudara-saudarinya yang lain juga demikian. Satu orang saudaranya menjadi pastor bernama Suitbertus Ari Sunardi, OCSO sedangkan dua saudarinya yang lain menjadi biarawati, yakni Suster Christina Sri Murni, FMM dan Suster Maria Magdalena Marganingsih, PMY. 

Semasa kecil Ignatius Suharyo sempat bercita-cita menjadi polisi, namun ketika masuk SMP akhirnya berubah, memilih jadi calon pastor. Setelah lulus SMP, dia memutuskan menjalani pendidikan di Seminari Menengah Mertoyudan, Magelang, Jawa Tengah dan lulus pada 1968.

Usai lulus Seminari Menengah, Ignatius Suharyo melanjutkan pendidikan di IKIP Universitas Sanata Dharma Yogyakarta, dan pada 1971 mendapatkan gelar Sarjana Muda bidang Filsafat-Teologi. Lima tahun kemudian, atau tepatnya pada 1976 lulus lagi di kampus yang sama dengan gelar Sarjana Filsafat-Teologi.

Pada 26 Januari 1976 Ignatius Suharyo ditahbiskan sebagai imam (pastor) oleh Kardinal Justinus Darmojuwono dan langsung diberangkatkan menyelesaikan pendidikan Doktoral Teologi Biblis di Universitas Urbaniana, Roma, Italia dan lulus pada 1981.

Selanjutnya, riwayat karir dan jabatan penting Kardinal Suharyo antara lain:

Pengajar di Sekolah Tinggi Filsafat Kateketik Pradnyawidya, Yogyakarta (1981-1991)
Ketua Jurusan Filsafat dan Sosiologi di IKIP Sanata Dharma, Yogyakarta (1983-1993)
Dosen Pengantar dan Ilmu Tafsir Perjanjian Baru di Fakultas Teologi Wedabhakti, Yogyakarta (1989)
Dekan Fakultas Teologi Universitas Sanata Dharma, Yogyakarta (1993-1997)
Pengajar di Universitas Kristen Duta Wacana, Yogyakarta dan Universitas Katolik Parahyangan, Bandung (1994--1996)
Direktur Program Pascasarjana Universitas Sanata Dharma, Yogyakarta (1996-1997)
Ketua Konsorsium Yayasan Driyarkara (1997)
Uskup Keuskupan Agung Semarang (1997-2009)
Uskup Ko-konsekrator dalam penahbisan Uskup Purwokerto, Mgr. Julianus Sunarka (2000)
Guru Besar (profesor) bidang teologi Universitas Sanata Dharma, Yogyakarta (2004-sekarang)
Uskup Militer Indonesia (2006-sekarang)
Uskup Ko-konsekrator dalam penahbisan Uskup Surabaya, Mgr. Vincentius Sutikno Wisaksono (2007)
Uskup Ko-konsekrator dalam penahbisan Uskup Bandung, Mgr. Johannes Pujasumarta (2008)
Uskup Koajutor Keuskupan Agung Jakarta (2009-2010)
Uskup Keuskupan Agung Jakarta (2010-sekarang)
Administrator Apostolik Keuskupan Bandung (2010-2014)
Uskup Ko-konsekrator dalam penahbisan Uskup Bogor, Mgr. Paskalis Bruno Syukur (2014)
Uskup Penahbis Utama dalam penahbisan Uskup Bandung, Mgr. Antonius Subianto Bunjamin (2014)
Uskup Penahbis Utama dalam penahbisan Uskup Malang, Mgr. Henricus Pidyarto Gunawan (2016)
Uskup Penahbis Utama dalam penahbisan Uskup Agung Semarang, Mgr. Robertus Rubiyatmoko (2017)
Ketua KWI (2012-sekarang)
 

Selamat kepada Kardinal Ignatius Suharyo. Rakyat Indonesia khususnya umat Katolik patut bersyukur dan berbangga hati.

Sumber: Vaticannews.va/kompasiana

Penulis: Agustinus Sape
Editor: Agustinus Sape
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved