Begini Pendapat Psikolog Undana Saat Soroti Kasus Kekerasan Seksual Terhadap Remaja di NTT

perilaku kekerasan seksual terhadap anak dan remaja masih sering terjadi. Hanya saja tidak banyak yang kemudian terekspos keluar.

Begini Pendapat Psikolog Undana Saat Soroti Kasus Kekerasan Seksual Terhadap Remaja di  NTT
KOMPAS.com/deeepblue
Ilustrasi kekerasan 

Begini Pendapat Psikolog Undana Saat Soroti Kasus Kekerasan Seksual Terhadap Remaja di  NTT

POS-KUPANG.COM | KUPANG - Abdi Keraf, S.Psi.,M.Si., M.Psi., Psikolog dari Universitas Nusa Cendana (Undana) Kupang menyebut kasus kekerasan seksual di NTT seperti fenomena gunung es dalam lautan.

"Fenomena kekerasan seksual pada anak dan remaja sesungguhnya seperti gambaran fenomena hunung es dalam lautan. Yang nampak hanyalah bagian yang permukaan tapi di bawah air tidak," ungkap Absdi Keraf kepada POS-KUPANG.COM, Jumat (4/10/2019).

Maksudnya, kata Abdi, perilaku kekerasan seksual terhadap anak dan remaja masih sering terjadi. Hanya saja tidak banyak yang kemudian terekspos keluar.

Menurutnya, kejahatan seksual pada anak dan remaja tetaplah tindakan yang tidak bisa dibenarkan. Apalagi perlakunya adalah orang yang lebih dewasa yang mestinya punya tanggung jawab untuk melindungi anak atau remaja.

Menyikapi kasus kejahatan seksual terhadap remaja ini, kata Abdi, ada beberapa sudut pandang dapat dijadikan sebagai acuan dan bersifat informatif.

Pertama, dari sudut pandang pelaku. Dijelaskannya, pelaku kejahatan seksual pada anak atau remaja cenderung adalah orang lebih dewasa, bisa juga orang tua.

"Beberapa kasus memang dilakukan oleh sesama remaja atau teman sebaya," ungkap Ketua Program Studi FKM Undana ini.

Lanjutnya, beberapa faktor ug memengaruhi antara lain, teknologi.

"Era modern memudahkan orang mengkases apa saja melalui teknologi seperti hp, gadget, dan lain-lain. Ini memudahkan seseorang untuk bisa menonton dan melihat apa saja dengan mengakses internet," jelasnya.

Halaman
123
Penulis: Laus Markus Goti
Editor: Rosalina Woso
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved