Polisi Tangkap Pencuri Drum dan Pelampung Milik Perusahaan Mutiara di Lembata

Setelah dilakukan pemeriksaan secara mendalam kemudian ditemukan bukti kalau memang benar para pelaku melakukan aksinya pada 30 Mei 2019.

Polisi Tangkap Pencuri Drum dan Pelampung Milik Perusahaan Mutiara di Lembata
POS KUPANG/RICARDUS WAWO
Kasat Reskrim Polres Lembata, Iptu Komang Sukamara sedang menunjukkan kepada wartawan barang bukti berupa drum dan pelampung milik PT Cendana Indopearls yang dicuri. Barang bukti itu kini diamankan di Kantor Polres Lembata. Gambar diabadikan, Kamis (3/10/2019) siang. 

Polisi Tangkap Pencuri Drum dan Pelampung Milik Perusahaan Mutiara di Lembata

POS-KUPANG.COM|LEWOLEBA--Polisi akhirnya berhasil menangkap pelaku pencurian sejumlah drum dan pelampung milik PT Cendana Indopearls, sebuah perusahaan penangkaran mutiara di Desa Merdeka, Kecamatan Lebatukan, Kabupaten Lembata pada Minggu (29/9/2019).

Polisi sudah menetapkan dua orang tersangka dari Desa Lamawolo Agustinus Duli dan Kuorinus Lolo serta seorang anak di bawah umur yang merupakan anak dari Agustinus.

Anak dengan inisial J ini tidak ditahan dan hanya berstatus sebagai saksi saja karena pada saat kejadian dia hanya mengikuti bapaknya.

Kapolres Lembata, AKBP Janes Simamora, melalui Kasat Reskrim, Iptu Komang Sukamara menuturkan pada tanggal 30 Mei 2019 seorang karyawan dari perusahaan atas nama Haris melapor ke polisi kalau ada yang mencuri drum dan pelampung serta alat pemeliharaan mutiara.

Sebelumnya Haris menemukan drum dan pelampung milik perusahaan itu digunakan di perairan Lamawolo dan Jontona.

Sebagaimana penuturan Haris, masyarakat yang dia temui berdalih kalau alat-alat itu ditemukan terapung begitu saja di tengah laut.

Haris tentu tak percaya karena dia yakin alat-alat penangkaran mutiara itu diambil dengan cara dipotong talinya dengan parang.

"Kami pun lakukan penyelidikan. Kami periksa saksi-saksi yang sempat melihat si tersangka ini. Dia menggunakan bodi (perahu motor) tapi dia tidak membawa pukat dan alat alat pancing seperti nelayan yang lain. Jadi masyarakat curiga dengan mereka."

Setelah dilakukan pemeriksaan secara mendalam kemudian ditemukan bukti kalau memang benar para pelaku melakukan aksinya pada 30 Mei 2019.

"Saat itu, dia menurunkan 4 drum warna kuning milik perusahaan. Setelah itu baru dia simpan di rumah kosong milik kakak pelaku. Setelah disimpan mereka pergi. Empat hari kemudian pak dusun curiga dengan barang milik perusahaan, jadi Dldiamankan dua drum ke rumah pak dusun, sementara duanya dia taruh di situ (rumah kosong) dengan maksud yang punya barang ini bisa mencari dan ambil di rumah. Tapi dua hari kemudian setelah cek ternyata dua drum itu sudah tidak ada lagi," ungkapnya.

Pada saat pemeriksaan, dua orang pelaku yakni Agustinus Duli dan Kuorinus Lolo tidak mengakui perbuatan mereka.

Namun karena sudah tidak bisa berkelit pada akhirnya kasus ini terungkap.

Kemudian terungkap motif aksi pencurian ini bahwa Agus tidak punya cukup uang untuk membuat rumpon (tempat penangkaran ikan) miliknya sendiri, jadi dia mencuri peralatan milik perusahaan mutiara tersebut.

Pihak Polres Lembata sudah menetapkan tersangka dan sudah melakukan penyitaan empat drum warna kuning dan beberapa pelampung.

Buka Aplikasi Ini, Bocah 13 Tahun Pasrah Disetubuhi Pamannya, Sekarang Hamil 6 Bulan, Ini Alasannya

Ramalan Zodiak Kesehatan Jumat 4 Oktober 2019, Capricorn Jangan Paksa Diri, Scorpio Tersinggung

Barang bukti yang diamankan di kantor polisi hanya 4 drum tetapi menurut keterangan dari pihak perusahaan selama ini sudah sekitar 300 drum yang hilang entah kemana dan tak tahu siapa yang mengambilnya. Atas perbuatan ini, kedua pelaku terancan hukuman kurungan penjara 5 tahun.(Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Rico Wawo)

Penulis: Ricardus Wawo
Editor: Rosalina Woso
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved