Pasangan Lesbian Ini Nekat Menganiaya Bocah 6 Tahun Koma, Lalu Tewas, Masih Tante

Seorang bocah berusia 6 tahun berinisial PT menjadi korban penganiayaan hingga meninggal dunia.

Pasangan Lesbian Ini Nekat Menganiaya Bocah 6 Tahun Koma, Lalu Tewas, Masih Tante
facebook@yunirusmini
SA, penganiaya bocah di Kelurahan Pendingin, Kecamatan Sanga-sanga, Kalimantan Timur hingga koma sebelum akhirnya tewas 

POS KUPANG.COM -- - Seorang bocah berusia 6 tahun berinisial PT menjadi korban penganiayaan hingga meninggal dunia. 

Pelakunya yakni orang yang tinggal bersamanya selama 5 bulan terakhir.

Saat itu, ibu PT tinggal dan bekerja di Balikpapan.

Selama lima bulan lamanya PT tinggal bersama adik dari sang ibu itu di Kelurahan Pendingin, Kecamatan Sanga-sanga, Kalimantan Timur.

Tak Ada Tunjangan, Slip Gaji Bupati Rp 5 Juta, tapi Lihat Biaya Operasional, Beredar di Medsos, Info

Bejat, Oknum Guru ini Cabuli 4 Muridnya yang Masih SD, Info dan Kronologisnya

Namun tak hanya berdua, rupanya PT juga tinggal bersama seorang perempuan berinisial SA (23).

Rupanya perempuan tersebut adalah pasangan sejenis tante korban, MS (17).

Saat tinggal bersama tante dan pasangan sejenisnya, PT kerap mengalami penganiayaan.

Hingga Rabu (2/10/2019), PT meninggal dunia di Rumah Sakit Umum Daerah Abdul Wahab Syahranie sekira pukul 16:00 WIB.

PT meninggal dunia karena cedera berat di kepala diduga akibat benturan keras benda tumpul.

Pelakunya tak lain adalah SA, pasangan sejenis tante korban.

Sebelum ditangkap, pelaku sempat melarikan diri saat mendampingi korban dirujuk ke Rumah Sakit Umum Daerah Abdul Wahab Syaharie Samarinda pada Senin (30/9/2019).

Persib Maung Bandung InginMenjaga Tren Tak Terkalahkan di 5 Laga, Termasuk vs Madura United, Info

Persib Bandung Siaga, Madura United Miliki 5 Catatan Bagus di Laga Terakhir, Lihat Strategi Tim

Melansir dari Kompas.com, terungkap alasan SA tega menganiaya bocah berusia 6 tahun itu.

Rupanya SA kesal dengan orangtua korban yang tak memperhatikan anaknya.

“Pelaku mengaku kesal karena orangtua korban tak memperhatikan anaknya (korban),” ujar Kanit Reskrim Polsek Sanga-sanga Ipda Suharyanto sebagaimana pengakuan pelaku, Rabu (2/10/2019).

SA bahkan sempat mengembalikan bocah tersebut ke neneknya, Intan Nursidah (44).

Namun sang nenek mengembalikan lagi cucunya itu ke tante korban, MS.

“Karena kesal, dia (SA) melampiaskan kemarahannya ke bocah itu,” ungkap Suharyanto.

Selain alasan itu, korban juga dinilai nakal oleh SA.

Tinggalkan korban dan tantenya di rumah sakit

Saat PT kritis, SA dan MS membawanya ke Puskesmas Rawat Inap di Kelurahan Bentuas, Kecamatan Palaran, Samarinda.

Bahkan mereka juga mendampingi PT saat dirujuk ke Rumah Sakit Umum Daerah Abdul Wahab Syahranie.

Namun saat PT ditangani tim medis IGD, SA pergi dan meninggalkan MS sendirian di rumah sakit.

SA langsung pergi dan me-non aktifkan ponsel miliknya.

Saat itu, nenek korban langsung melaporkannya ke polisi.

Berawal Cinta Segitiga, Tukang Becak Nekat Bunuh Orang Ketiga Saingannya Lalu, Kronologi 

MS mengaku diancam

MS sempat ingin melaporkan tindakan SA namun diancam.

Menurut polisi, penyiksaan tersebut diketahui oleh MS. Polisi menduga MS diancam SA agar tak melapor ke aparat maupun keluarga mengenai penganiayaan yang dilakukan.

“Kalau lapor diancam dibunuh, makanya MS takut,” kata Kapolsek Sanga-sanga Iptu Muhammad Afnan, Kamis (3/10/2019).

Saat ini, MS yang merupakan tante korban belum terbukti ikut menganiaya.

“Kami belum menemukan bukti keterlibatan tantenya (MS) ikut menyiksa. Masih ada pemeriksaan lanjutan,” ujarnya

Hingga saat ini belum ada bukti yang mengarah pada keterlibatan MS dalam kasus penyiksaan. Namun, menurut polisi, pe

Meninggal karena cedera kepala berat

Tim dokter menemukan ada pembekuan darah di kepala PT.

Petugas medis juga sudah melakukan tindakan bedah otak (kraniotomi) dan memasang ventilator di ruang PICU.

Sejak Rabu pagi kondisi korban terus menurun.

Sudah empat dokter menyebut korban mengalami pembekuan darah di bagian kepala sehingga mematikan batang otak dan membuat otak tidak berfungsi.

Pembekuan darah diduga karena benturan keras benda tumpul.

"Korban cedera kepala berat. Itu yang menyebabkan korban meninggal dunia," kata Humas Rumah Sakit Abdul Wahab Syahranie Arysia Andhina.

Akibat pendarahan, korban mengalami pembekuan darah yang membuat otak tidak berfungsi.

Polisi sempat meminta agar RSUD Abdul Wahab Syaharie Samarinda melakukan otopsi korban. Namun, permintaan otopsi dilarang sang Ibu.

Kini, pelaku telah ditetapkan tersangka dan ditahan Polsek Sanga-sanga.

Pelaku dijerat Pasal 80 ayat (2) dan ayat (3) UU Nomor 35 tahun 2014 tentang Perlindungan Anak dengan ancaman hukuman 15 tahun penjara.(*)

Penulis: Siti Nawiroh

Artikel ini telah tayang di Tribunjakarta.com dengan judul: Cucu Tewas Dianiaya Pasangan Sejenis Anaknya, Sang Nenek Lapor Polisi: Pelaku Kesal Korban Nakal

Artikel ini telah tayang di tribunjabar.id dengan judul Bocah yang Dianiaya Pasangan Lesbian Tantenya Hingga Koma, Akhirnya Meninggal, https://jabar.tribunnews.com/2019/10/03/bocah-yang-dianiaya-pasangan-lesbian-tantenya-hingga-koma-akhirnya-meninggal?page=all.

Editor: Ferry Ndoen
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved