GM Obor Mas Maumere Optimis Tahun Depan Usaha Developer Mulai Jalan

Rapat itu juga menugaskan manajemen melakukan spin off di sektor lain SPBU, hotel, pengolahan kelapa terpadu

GM Obor Mas Maumere  Optimis Tahun  Depan Usaha Developer Mulai  Jalan
POS KUPANG/EUGINIUS MO'A
Setifikat tanah pembangunan perumahan anggota KSP Kopdit Obor Mas di Desa Tanaduen, Kecamatan Kangae, Kabupaten Sikka, Pulau Flores diperlihatkan dalam pertemuan dengan wartawan, Jumat (4/10/2019) di Maumere. 

GM   Obor Mas Maumere  Optimis Tahun  Depan Usaha Developer Mulai  Jalan

POS-KUPANG.COM| LARANTUKA--Persiapan  pembentukan  PT Obor  Mas   Maumere  di Pulau Flores yang menaungi usaha  developer sedang  dilaksanakan  pengurus dan  manajemen  bersama   tim 17 yang dibentuk  manajemen KSP Kopdit  Obor Mas  menindaklanjuti   kebijakan spin  off. 

Pembentukan kelembagaan dan  pengurusan semua dokumen   diharapkan  segera rampung, sehingga   pada 2020  usaha developer  mulai  membangun perumahan anggota.

“Kebijakan   ‘spin  off’  bagi  koperasi  baru dilakukan sekitar setahun   terakhir, karena itu  kami  juga baru mulai. Selama  ini  hanya   usaha  tunggal simpan dan pinjam,” kata  General Manajer KSP  Kopdit Obor Mas  Maumere, Leonardus Frediyanto  Moat Lering,   Ketua  pengurus, Andreas Mbete,dan   Markus  Menando, kepada wartawan, Jumat  (4/10/2019) siang di  Maumere.

Lanjut Yanto,  sapaan Leonardus Frediyanto Moat Lering,  pembentukan  badan usaha  ini merupakan amanat   rapat khusus anggota, 12 Agustus  2019 di  Maumere.  

Rapat   itu juga  menugaskan  manajemen melakukan  spin off di sektor  lain  SPBU,  hotel, pengolahan  kelapa  terpadu,  jasa  perdagangan dan air minum  kemasan.

Usaha   developer, kata  Yanto, menjadi  prioritas setelah  macetnya  pembangunan  perumahan  oleh PT  Tritunggal Tanarama Jakarta  pada 2015. 

Penyediaan rumah  merupakan hasil  keputusan  RAT  2006. Tahun   2007, pengurus dan pengelola   membeli sebidang  lahan di  Desa Tanaduen, Kecamatan  Kangae.

Tahun  2014,  manajemen  P Tanarama  Tritunggal  mempresentasikan  rencana  pembangunan  perumahan.  Berdasarkan presentasi itu,  pengurus dan  manejemen menyetujui  dibangun.

“Penyediaan perumahan ini  gunakan pola developer  pada  lahan Obor Mas.  Anggota membeli  rumah tersebut dengan meminjam uang  dari  Obor Mas,” kata Yanto.

Namun  developer hanya mampu menyediakan  sekitar  enam sampai tujuh  unit rumah dari  rencana   360  unit rumah  rumah tipe 36, 45  dan 54.

“Kesepakatan dibangun  satu  tahun  tenyata  tidak bisa  selesai diperpanjang  dua tahun  juga tidak selesai, akhirnya macet total.  Karena   developer  ingkar janji,  kami  putusan  hubungan kerja,  sertifikat  tanah  kami  ambil pulang,” tegas  Yanto.

Sulitkah Membangun Hubungan Emosional Dengan Anak Tiri? Tips Membesarkan Anak Tiri

Berakibat Fatal! Pastikan Ayam yang Dikonsumsi Tak Memiliki Ciri-ciri Ini, Bisa Berujung Kematian

Andres   Mbete  menegaskan,  Obor Mas  tak mengalami  kerugian. Tak  satupun  anggota  pun  yang telah meminjam uang membeli  rumah dari   developer. (Laporan  Reporter POS-KUPANG.COM, Euginius Mo’a)

Penulis: Eugenius Moa
Editor: Rosalina Woso
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved