Proyek Pembangunan Dermaga Wisata di TTU Gagal Tender, Begini Penjelasan PPK

Proyek pembangunan dermaga wisata di TTU gagal tender, begini penjelasan PPK

Proyek Pembangunan Dermaga Wisata di TTU Gagal Tender, Begini Penjelasan PPK
POS-KUPANG.COM/TOMMY MBENU NULANGI
PPK Proyek Pembangunan Dermaga Wisata, Leonard Paschal Diaz 

Proyek pembangunan dermaga wisata di TTU gagal tender, begini penjelasan PPK

POS-KUPANG.COM | KEFAMENANU - Proyek pembangunan dermaga wisata dengan pemilik Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Timor Tengah Utara ( TTU) gagal ditenderkan.

Proyek yang rencananya akan dibangun di Tanjung Bastian, Desa Humsu Wini, Kecamatan Insana Utara itu gagal ditenderkan karena memang tidak ada penyedia yang melakukan penawaran.

Dinas Peternakan Lembata Cegah Virus Babi ASF Masuk dari Alor

Selain itu, proyek yang menelan anggaran sebesar Rp. 316.397.500 yang bersumber dari Dana Alokasi Khusus (DAK) itu gagal ditenderkan karena deadline waktu yang tidak memungkinkan.

Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Proyek Pembangunan Dermaga Wisata, Leonard Paschal Diaz mengatakan hal itu kepada Pos Kupang saat ditemui di ruang kerjannya, Rabu (2/10/2019).

Leonard mengungkapkan, sejak dibuka pendaftaran untuk proses pelelangan proyek tersebut, tidak ada satupun penyedia jasa yang melakukan penawaran.

BREAKING NEWS : Lakalantas di Mauponggo Nagekeo 1 Tewas dan 1 Patah Tulang, Simak Liputannya!

"Gagal itu karena tidak ada rekanan yang berminat untuk kasih masuk penawaran," ujarnya.

Leonard menjelaskan, selain itu deadline waktu untuk melakukan pelelangan ulang sudah tidak dapat dilakukan lagi karena batas waktu pelelangan maksimal pada tanggal 21 Juli 2019.

"Proyek ini dari DAK afirmasi, dan kontraknya berakhir pada 21 Juli, jadi tidak ada waktu lagi untuk kita lakukan tender ulang. Kalau kita tetap tender berarti sudah tidak ada uang lagi," terangnya.

Sebelumnya, kata Leonar, pihaknya tidak membayangkan jika penyedia jasa tidak berminat untuk mengikuti proses tender yang dilakukan oleh bagian pengadaan barang dan jasa.

Namun saat dilakukan evaluasi, jelas Leonard, para penyedia jasa ragu karena nama proyek tersebut pembangunan dermaga. Padahal proyek itu tidak seperti dermaga yang mereka bayangkan.

"Kalau namanya seperti dermaga panggung untuk berwisata mungkin mereka berani. Karena mereka juga berpikir bahwa nantinya ada kapal masuk sehingga berat sekali dalam pemeliharaan. Dan sebetulnya mereka kurang teliti saja," ungkapnya.

Leonar mengungkapkan, sebenarnya jika para penyedia membaca secara KAK yang ada, maka mereka pasti akan berani untuk melakukan penawaran terhadap proyek tersebut. (Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Tommy Mbenu Nulangi)

Penulis: Thomas Mbenu Nulangi
Editor: Kanis Jehola
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved