Pemprov NTT Tanda Tangan Kerjasama dengan Malaysia, Bidang Tenaga Kerja, Simak Infonya

Pemerintah Provinsi (Pemprov) NTT akan melakukan penandatanganan perjanjian kerjasama dengan Malaysia. Perjanjian kerjasama ini fokus

Pemprov NTT Tanda Tangan Kerjasama dengan Malaysia, Bidang Tenaga Kerja, Simak Infonya
POS KUPANG/OBY LEWANMERU
Kepala Dinas Koperasi, Nakertans NTT, Dra. Sisilia Sona

Laporan Reporter POS - KUPANG.COM, Oby Lewanmeru

POS-KUPANG.COM /KUPANG - Pemerintah Provinsi (Pemprov) NTT akan melakukan penandatanganan perjanjian kerjasama dengan Malaysia. Perjanjian kerjasama ini fokus pada bidang ketenagakerjaaan.
Hal ini disampaikan Kepala Dinas Koperasi, Tenaga Kerja dan Transmigrasi Provinsi NTT, Dra. Sisilia Sona, Rabu (2/10/2019).

Menurut Sisilia, jika tidak ada hambatan maka penandatanganan perjanjian kerjasama itu akan dilakukan pada Jumat (4/10/2019).

"Kita sedang persiapkan untuk tanda tangan perjanjian kerja sama dengan Malaysia. Perjanjian kerja sama ini dengan sebuah perusahan Malaysia yakni Federal Land Development Authority (Felda)," kata Sisilia.

Dijelaskan, untuk penandatanganan itu, akan menjadi pilot project seluruh Indonesia. Bahkan, dalam persiapan penandatanganan, pihaknya telah melakukan pertemuan dengan pihak terkait, yakni perusahan pekerja migran Indonesia.

"Saat penandatanganan ini sekaligus dengan pembukaan pelatihan bagi tenaga kerja yang akan dipekerjakan di perusahan Felda di Malaysia. Pelatihan akan digelar di BLK milik Pemprov NTT selama lima hari," katanya.

Dikatakan, Pemprov NTT berencana akan mengirimkan 1000 tenaga kerja ke Malaysia, karena itu, sebelum pengiriman perlu dilakukan pelatihan dan penandatanganan perjanjian kerjasama.

"Semua biaya pelatihan di BLK ditanggung oleh Felda Malaysia. Dalam kerja sama itu tetap mengacu pada UU No 18 tahun 2017 tentang Perlindungan Pekerja Migran Indonesia," katanya.

Dia juga mengakui, Pemprov NTT juga telah berupaya agar setiap tanaga kerja yang sudah bekerja di Malaysia dalam waktu tertentu harus kembali ke Indonesia. "Kita tegaskan agar pekerja asal NTT yang kita kirim ke Malaysia, harus kembali ke NTT. Selain itu, kita juga akan atur menyangkut hak atau upah para tenaga kerja sehingga pembayarannya tidak diberikan semua," katanya.

Dikatakan, sesuai pengalaman sebelumnya bahwa ketika upah yang diterima langsung habis. "Karena itu, kita akan atur sehingga setelah selesai kontrak kerja tenaga kerja kita punya uang," ujarnya.

Terkait pelatihan tenaga kerja, ia mengatakan, tahap awal sudah ada 60 orang yang akan dilatih dan pelatihan selama hari serta ada juga uji kompetensi.

"Memang yang terdaftar saat ini ada 60 orang untuk ikut pelatihan tahap awal. Namun, selama pelatihan kita tetap terima pendaftaran sehingga pelatihan akan terus berlanjut," katanya.
Sisilia mengatakan, materi pelatihan itu meliputi bagaimana melakukan pembibitan awal kelapa sawit, penanaman, pemupukan hingga proses menjadi minyak. (*)

Area lampiran

Penulis: Oby Lewanmeru
Editor: Ferry Ndoen
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved