Selingkuh

Istri Polisi Digerebek Asyik Berzina dengan Dokter Ganteng, Suami Sampai Bawa Aparat Desa

Seorang anggota polisi berinisial KH menggerebek istrinya, MAD sedang asyik berduaan di dalam sebuah kamar dengan seorang dokter berinisial ARP

Istri Polisi Digerebek Asyik Berzina dengan Dokter Ganteng, Suami Sampai Bawa Aparat Desa
Kompas.com/Puthut Dwi Putranto
Isteri polisi selingkuh dengan dokter 

Istri Polisi Digerebek Asyik Berzina dengan Dokter Ganteng, Suami Sampai Bawa Aparat Desa 

POS-KUPANG.COM- Istri Polisi Digerebek Asyik Berzina dengan Dokter Ganteng, Suami Sampai Bawa Aparat Desa

Seorang anggota polisi berinisial KH menggerebek istrinya, MAD sedang asyik berduaan di dalam sebuah kamar dengan seorang dokter berinisial ARP.

Saat itu, KH yang juga merupakan anggota kepolisian bersama perangkat desa di Kelurahan Wates dan Babinkamtibmas menggerebek sang isteri sedang berduaan dengan dokter di sebuah rumah kontrakan.

Tidak tanggung-tanggung, pengerebekan membutuhkan waktu satu jam. 

Kasat Reskrim Polres Mojokerto Kota, AKP Ade Warokka, membenarkan tentang penggerebekan oknum dokter dan bidan yang bekerja di rumah sakit milik Pemkot Mojokerto tersebut.

Mama Muda Selingkuh dengan Suami Orang di Hotel, Malah Ngamuk Saat Digerebek Pol PP

Beriku fakta dan kronologi lengkap penggerebekan isteri polisi selingkuh dengan dokter di Mojokerto:

1. Berawal dari rasa curiga terhadap istri

Penggerebekan itu berawal dari kecurigaan KH terhadap MD.

Lalu pada Selasa pagi, KH pun diam-diam membuntuti istrinya.

Tak disangka, KH memergoki MD dan pria lain masuk ke salah satu rumah di wilayah Kelurahan Wates, Kecamatan Magersari.

Saat digerebek, dokter dan bidan itu tertangkap basah sedang berduaan di dalam kamar.

"Yang laki-laki dokter dan yang perempuan bidan. Keduanya diserahkan ke Mako (Mapolres Mojokerto Kota)," kata Ade saat dikonfirmasi di Mapolres Mojokerto Kota, Selasa.

TERUNGKAP Sebelum Luna Ditinggal Nikah Reino Pilih Syahrini, Ternyata Pernah Diselingkuhi Lelaki Ini

2. Lapor perangkat desa

Setelah meyakini istrinya masuk ke rumah bersama pria lain, KH selanjutnya melapor kepada perangkat Kelurahan Wates.

Setelah itu, didampingi sejumlah personel polisi dan perangkat kelurahan, KH akhirnya menggerebek istrinya yang sedang berduaan dengan pria lain.

"Masih kita selidiki, kalau nanti terbukti ada unsur pidana, akan kami tindak lanjut dengan proses penyidikan," kata Warokka.

3. KH merupakan anggota polres Mojokerto

Bidang MAD dan Dokter ARP saat diperiksa di Polres Mojokerto Kota
Bidang MAD dan Dokter ARP saat diperiksa di Polres Mojokerto Kota (Kompas.com)

Dari hasil penyelidikan sementara, pasangan yang diduga selingkuh tersebut adalah ARP, dokter spesialis di RSUD Wahidin Sudiro Husodo Kota Mojokerto.

Sedangkan pasangannya, yakni MAD, merupakan bidan di rumah sakit yang sama.

Adapun KH, suami sah dari MAD yang melakukan penggerebekan merupakan anggota Polri di jajaran Polres Kabupaten Mojokerto.

Dipaparkan sebelumnya, penggerebekan itu berawal dari kecurigaan KH terhadap perilaku istrinya.

Istri Muda Ini Jadi Budak Cinta Kakak Ipar, Lalu Selingkuh dan Berzina Hingga Hamil, Sikap Suami?

4. Penggerebekan dilakukan selama 1 jam

Penggerebekan ARP dan MAD butuh waktu satu jam.

Saat digerebek, oknum dokter dan bidan tertangkap basah sedang berduaan di dalam kamar.

Kasat Reskrim Polres Mojokerto Kota, AKP Ade Warokka membenarkan adanya penggerebekan seorang oknum dokter dan bidan di Kelurahan Wates, Mojokerto.

Dia menjelaskan, setelah digerebek, kedua orang petugas medis di rumah sakit pemerintah tersebut diserahkan ke Unit Pelayanan Perempuan dan Anak Satreskrim Polres Mojokerto Kota.

(Komps.com/Moh.Syafii)

Mama Muda Selingkuh dengan Suami Orang di Hotel, Malah Ngamuk Saat Digerebek Pol PP

Kasus tindakan asusila kembali terjadi di tanah air.

Setidaknya ada dua kasus yang terjadi di Tangerang dan Surabaya.

Kasus pertama terungkap saat petugas Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kota Tangerang baru-baru ini menyisir hotel-hotel 'Melati' di wilayahnya.

Beberapa hotel di kawasan Karawaci dan Neglasari Kota Tangerang menjadi sasaran petugas Satpol PP.

Petugas Satpol PP Kota Tangerang melaksanakan penggerebekan di hotel-hotel tersebut pada Senin (23/9/2019) lalu.

Tak sendiri, Satpol PP turut dibantu dengan jajaran TNI dan Polri dalam melaksanakan operasinya kali ini.

"Kami bergerak dibantu teman teman dari jajaran TNI dan Polri menyisir setiap lokasi yang kami curigai menjadi tempat mesum," ungkap Kabid Transtib Satpol PP Kota Tangerang Ghufron Falfeli, dikutip Grid.ID dariWartakota.

Ia mengatakan, operasi tersebut dilakukan guna menjaga kenyamanan serta ketentraman masyarakat di Kota Tangerang.

"Pelayanan yang dapat kami berikan adalah kenyamanan masyarakat melalui serangkaian penertiban yang kami lakukan," terang Ghufron.

Dalam operasinya itu, pihaknya mengamankan enam pasangan bukan suami istri.

Dua di antaranya adalah ibu muda bernama Ani (30) dan Siska (25).

Ketika digrebek bersama selingkuhannya, Ani justru mengamuk di hadapan petugas.

Bahkan, wanita yang tinggal di Batuceper, Kota Tangerang itu tak segan menghajar selingkuhannya di depan petugas.

Takut perselingkuhannya diketahui suami resmi, Ani pun tak berhenti menyalahkan selingkuhannya, Andri.

"Saya bilang juga apa, ngapain sih pake acara mampir ke hotel segala.

"Kan kalau ketangkep gini terus suami saya tau gimana," ucap Ani penuh emosi, dikutip Grid.ID dari Tribun Jakarta.

Jika Ani mengamuk saat aksi perselingkuhannya kepergok Satpol PP, beda halnya dengan Siska (25).

Wanita yang tinggal di Sukaasih, Kecamatan Tangerang itu justru terlihat tenang ketika digelandang oleh petugas.

Saat ditanya, Siska mengaku sudah berulang kali menginap di Hotel Melatiitu bersama selingkuhannya.

"Saya enggak khawatir ditangkap, malah justru lebih lega karena mau tidak mau mas Ishak akan lebih cepat menikahi saya," ucap Siska.

Diketahui, selingkuhannya sedang dalam proses perceraian.

Sehingga penangkapan ini justru malah membawa berkah tersendiri untuk Siska.

Gadis SMP

Seorang oknum guru berusia 24 tahun di Benowo Surabaya ini sudah bertindak diluar batas.

Mohammad Aldiansyah diketahui berprofesi sebagai guru pencak silat.

Melansir dari Tribunnews pada Sabtu (28/9/2019), ia nekat memacari muridnya yang masih berusia 14 tahun.

Tak cuma itu, Aldiansyah juga nekat menyetubuhi korban yang masih duduk di bangku SMP itu.

Saat itu pelaku melihat korban dari status Whatsapp temannya.

Pelaku lantas tertarik pada korban dan meminta kontak Whatsappnya melalui salah seorang temannya.

Ia pun mulai rutin saling berkomunikasi dengan korban kurang lebih selama dua bulan.

Setelahnya, mereka memutuskan untuk saling bertemu satu sama lain.

Korban dan pelaku ternyata juga sudah menjalin hubungan sebagai sepasang kekasih.

Melansir dari Tribun Jatim pada Sabtu (28/9/2019), pelaku pertama kali melakukan hubungan intim pada saat kekasihnya berulang tahun ke-14.

Untuk melancarkan aksinya, pelaku mencoba mengeluarkan bujuk rayunya dengan mengiming-imingi korban dengan boneka dan bakso.

Setelahnya, mereka memutuskan untuk saling bertemu satu sama lain.

Korban dan pelaku ternyata juga sudah menjalin hubungan sebagai sepasang kekasih.

Melansir dari Tribun Jatim pada Sabtu (28/9/2019), pelaku pertama kali melakukan hubungan intim pada saat kekasihnya berulang tahun ke-14.

Untuk melancarkan aksinya, pelaku mencoba mengeluarkan bujuk rayunya dengan mengiming-imingi korban dengan boneka dan bakso.

"Saya iming-imingi dibelikan boneka dan makan bakso," ujar pelaku.

Pelaku juga mengaku sudah 4 kali meniduri dan berhubungan intim dengan korban.

Kanit PPA Satreskrim Polrestabes Surabaya, AKP Ruth Yeni membenarkan pengakuan tersangka

"Dari keterangan tersangka sudah empat kali meniduri korban di kamar kos harian. Pertama saat merayakan ulang tahun korban yang ke-14," ujar Ruth Yeni dikutip dari Tribun Jatim.

Sementara itu, kasus ini terungkap usai foto korban yang tengah duduk di sebuah kamar kos tersebar.

Korban yang malu kemudian menjelaskan kepada orang tuanya perihal hubungannya dengan sang kekasih yang berusia 10 tahun lebih tua darinya itu.

Ia juga mengaku sudah tidur bersama dengan pelaku.

Mendengar hal itu, orang tua korban langsung melaporkan kejadian itu ke kantor polisi.

Polisi kemudian melakukan penangkapan terhadap pelaku di rumahnya.

Pelaku dijerat denga UU 17 tahun 2016 tentang perlindungan anak, pasal 81 tentang persetubuhan terhadap anak.

Ia juga terancam hukuman paling maksimal 15 tahun penjara. (berbagai sumber/Grid)

Editor: Adiana Ahmad
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved