Terdakwa Perkara Korupsi NTT Fair Keberatan Dakwaan Jaksa  

Terdakwa perkara dugaan korupsi proyek NTT Fair Linda Ludianto keberatan terhadap dakwaan yang dibacakan oleh jaksa penuntut umum (JPU) Kejari Kupang

Terdakwa Perkara Korupsi NTT Fair Keberatan Dakwaan Jaksa  
POS-KUPANG.COM/RYAN NONG
Terdakwa Linda Ludianto saat berkonsultasi dengan kuasa hukum pada sidang perdana perkara dugaan korupsi proyek NTT Fair pada Selasa (1/10/2019).   

Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Ryan Nong 

POS-KUPANG.COM/KUPANG -- Terdakwa perkara dugaan korupsi proyek NTT Fair Linda Ludianto keberatan terhadap dakwaan yang dibacakan oleh jaksa penuntut umum (JPU) Kejari Kupang dalam sidang perdana yang berlangsung di Pengadilan Tipikor Kupang pada Senin (1/10/2019). 

Dalam sidang yang dipimpin oleh ketua majelis hakim Fransiska Dari Paula Nino, SH, MH itu, Linda yang merupakan kuasa direktur dari PT Cipta Eka Puri, kontraktor pelaksana dalam proyek itu menyampaikan keberatan kepada ketua majelis hakim usai JPU membacakan dakwaan.

Persib Bandung Bawa 3 Kekuatan ke Markas Madura United, Musuh Tanpa 6 Pemain Andal, Big Match Info

Dalam dakwaan yang dibacakan secara bergantian oleh jaksa Benfrid Foeh SH dan jaksa Hendrik Tip selama lebih dari satu jam itu, Linda didakwa dengan dakwaan primair melanggar pasal 2 ayat 1 jo pasal 18 UU Tipikor jo pasal 55 ayat 1 KUHPidana.

Lihat Deretan Daftar Nama Artis yang Hari Ini Dilantik Jadi Anggota DPR RI, Berikut Dapil dan Partai

Linda yang berkonsultasi dengan tiga kuasa hukumnya; Sumarso SH, MH, Betha Aisha Pramoda Wardani SH, dan Edy Makandolu SH kemudian menyampaikan keberatannya kepada hakim.

"Atas dakwaan jaksa, terdakwa mengajukan keberatan sehingga sidang akan dilanjutkan dengan pengajuan keberatan oleh terdakwa dan tim pada Selasa pekan depan," pungkas Paula. 

Sidang diagendakan akan kembali digelar pada Selasa (8/10/2019) dengan agenda pengajuan keberatan oleh terdakwa dan tim, selanjutnya pada Kamis (10/10/2019) dengan agenda tanggapan dari jaksa penuntut. 

Lihat Jadwal dan Penerimaan CPNS 2019 Bulan Oktober, Ada Lebih dari 197 Ribu Lowongan Formasi, Info

Ambil Sperma untuk Ritual, 2 Perempuan Paksa Tukang Servis HP Berhubungan Badan, Diikat Tali & Video

Kepada wartawan usai sidang, kuasa hukum Linda Ludianto, Sumarso SH, MH mengatakan kliennya meminta untuk melakukan eksepsi. Sebagai kuasa hukum, mereka akan mengikuti keinginan klien untuk membuat eksepsi. 

"Klien meminta untuk eksepsi, ya saya menghormati klien, ya kita laksanakan. Saya nggak ingin tapi klien saya kan mau, namanya orang berusaha, kita tidak boleh menghalang halangi klien," ujarnya. 

Terkait poin eksepsi, lanjutnya, berkisar pada materi dakwaan jaksa penuntut umum yang dinilai kurang cermat.

Sumarsono menyampaikan bahwa eksepsi sebenarnya bukanlah sebagai sebuah hal yang hebat. Eksepsi dilakukan apabila dalam materinya pengadilan dinilai tidak berwenang, tetapi jika berwenang seharusnya tidak dilakukan eksepsi. 

Sidang dakwaan dimulai pada pukul 12.30 Wita dan berlangsung sampai pukul 13.45 Wita. Sidang yang dipimpin ketua majelis hakim Fransiska Dari Paula Nino, SH, MH menghadirkan hakim anggota Abdul Khalik dan Ali Muhtajim. 

Selain Linda Ludianto, juga dilangsungkan sidang perdana perkara korupsi proyek NTT Fair untuk terdakwa Barter Yusuf dan Ferry Jons Pandie, S.Kom pada Selasa, (1/10/2019). (hh)

 
 

Penulis: Ryan Nong
Editor: Ferry Ndoen
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved