Ustadz Abdul Somad

Seruan Ustadz Abdul Somad kepada Orang Minang dan Bugis Makassar Menyusul Rusuh Wamena

Seruan Ustadz Abdul Somad kepada Orang Minang dan Bugis Makassar Menyusul Rusuh Wamena

Seruan Ustadz Abdul Somad kepada Orang Minang dan Bugis Makassar Menyusul Rusuh Wamena
Tribun Bogor
Seruan Ustadz Abdul Somad kepada Orang Minang dan Bugis Makassar Menyusul Rusuh Wamena 

Diketahui, kerusuhan di Wamena berawal dari unjuk rasa siswa di Kota Wamena, Papua, Senin (23/9/2019).

Demonstran bersikap anarkistis hingga membakar rumah warga, kantor pemerintah, PLN, dan beberapa kios masyarakat.

dr. Hendrikus Gede Surya Adhi Putra: Mengenal Prosedur Bius Jelang Operasi

Terlalu Banyak Makan Daging Berisiko Merusak Kesehatan Usus

Unjuk rasa yang berujung rusuh itu diduga dipicu oleh perkataan bernada rasial seorang guru terhadap siswanya di Wamena.

Komandan Kodim 1702/Jayawijaya Letkol Inf Candra Dianto menyatakan bahwa korban tewas berjumlah 33 orang.

Massa pengunjuk rasa bakar kantor Bupati Jayawijaya di Wamena, Papua, Senin (23/9/2019) pagi
Massa pengunjuk rasa bakar kantor Bupati Jayawijaya di Wamena, Papua, Senin (23/9/2019) pagi (hand out)

Saat sampaikan belasungkawa untuk 33 korban tewas di Wamena, ini permintaan Presiden Jokowi

Saat sampaikan belasungkawa untuk 33 korban tewas di Wamena, ini permintaan Presiden Jokowi.

Presiden Joko Widodo mengucapkan belasungkawa atas kerusuhan yang menyebabkan 33 orang meninggal dunia di Wamena, Papua.

"Saya ucapkan duka mendalam meninggalnya korban di Wamena, 33 meninggal," kata Jokowi di Istana Bogor, Senin (30/9/2019).

Jokowi menegaskan aparat keamanan kerja keras melindungi warga. Ia meminta tak ada pihak yang mengarahkan kerusuhan ini sebagai konflik antar etnis.

Terkait Virus African Swine Fever, DPRD NTT Minta Pemprov Perketat Pengawasan di Perbatasan

Populasi Terancam, Dinas Peternakan Lembata Lakukan Kawin Suntik Babi

"Ini adalah Kelompok Kriminal Bersenjata turun dari gunung dan melakukan pembakaran-pembakaran rumah warga," kata dia.

Diketahui, aksi unjuk rasa siswa di Kota Wamena, Papua, Senin (23/9/2019), berujung rusuh.

Demonstran bersikap anarkistis hingga membakar rumah warga, kantor pemerintah, PLN, dan beberapa kios masyarakat.

Unjuk rasa yang berujung rusuh itu diduga dipicu oleh perkataan bernada rasial seorang guru terhadap siswanya di Wamena.

Komandan Kodim 1702/Jayawijaya, Letkol Inf Candra Dianto menyatakan bahwa korban tewas berjumlah 33 orang.

(Kompas.com/Ihsanuddin)

Sebagian besar Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Jokowi: Kerusuhan di Wamena Ulah Kelompok Bersenjata, Jangan Digeser ke Konflik Etnis",

Penulis: Hasyim Ashari
Editor: Hasyim Ashari
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved