Minggu, 14 Juni 2026

Rumah Penduduk di Marada, Sumba Timur Terancam Terkena Abrasi Sungai Lambanapu

Puluhan rumah penduduk di Marada, Sumba Timur terancam terkena abrasi Sungai Lambanapu

Tayang:
Penulis: Robert Ropo | Editor: Kanis Jehola
POS-KUPANG.COM/ROBERT ROPO
Lahan milik warga di Kampung Marada yang terlihat terkikis oleh abrasinya air sungai Lambanapu 

Puluhan rumah penduduk di Marada, Sumba Timur terancam terkena abrasi Sungai Lambanapu

POS-KUPANG.COM | WAINGAPU - Puluhan rumah dan lahan milik warga di Kampung Marada, Kelurahan Malumbi, Kecamatan Kambera, Kabupaten Sumba Timur, Propinsi NTT terancam hilang terkikis oleh air di sungai Lambanapu.

Marthen Pila Hambalati warga Kampung Marada ketika ditemui POS-KUPANG.COM, Minggu (29/9/2019) mengatakan, akibat abrasinya sungai Lambanapu itu telah menghilangkan kampung Kamaru Djawa dan juga 5 sampai 6 hektar lahan milik warga. 

Kabar Gembira, Tiga Kota di NTT Hari Ini Berpotensi Terjadi Hujan, Apa Termasuk Kota Anda?

"Sebenanya dulu itu, sungai Lambanapu  ini mengalir dibawa kaki bukit Praimadita, sedangkan di Kamaru Djawa ini ada kampung besar, namanya kampung Kamaru Djawa, banyak nenek moyang kami dan orang tua kami dulu tinggal disini, tapi karena abrasinya sungai ini akhirnya kampung ini hilang dan juga sebagian besar lahan milik warga hilang. Warga kemudian pindah tinggal di kampung Marada ini,"urai Marthen. 

"Bukan hanya kampung dan lahan hilang, puluhan pohon kelapa, pisang dan tanaman kayu umur panjang milik warga kami disini juga hilang terkena abrasi sungai ini,"tambah Marthen. 

Awas, Dua Perairan di Wilayah Perairan Sumba - NTT Hari Ini Berpotensi Capai 3.0 Meter

Marthen mengatakan, kini wilayah rumah dan lahan milik warga di Kampung Marada juga mulai terancam sebab abrasi sungai ini terus bertambah seiring berjalannya waktu. 

"Lokasi rumah kami di kampung Marada ini juga terancam akan kami pindah, lahan kami juga sudah mulai terkikis oleh abrasinya sungai ini,"ungkap Marthen. 

Marthen mengatakan, sejauh ini Pemerintah Daerah pada tahun 2018 lalu telah membangun beronjong di bahu sungai Lambanapu untuk menahan lajunya abrasi. Sedangkan, sebagian besar pinggir sungai tersebut belum dibangun beronjong. 

"Kami sangat berharap agar pemerintah terus memperhatikan untuk membangun beronjong pada setiap tahun, karena kami terancam, bahakan lahan kami semakin sempit,"pungkas Marthen. 

Sementara itu, pantauan POS-KUPANG.COM, Minggu (29/9/2019) terlihat jarak antara rumah penduduk di Kampung Marada dengan sungai Kambaniru hanya sekitar 20 sampai 50 meter. Di tebing sungai tak ada batu hanya tanah berisi hanya dibatasi oleh sejumlah pohon seperti asam dan pohon-pohon umur panjang. 

Tampak di dekat area tebing sungai juga sudah mulai retak-retak tanahnya terancam akan terjadi erosi tanah. Hanya tidak terlihat pecah di area beronjong dengannpanjang beronjong itu sekitar 50 meter. 

Sedangkan, sebagian lahan milik warga di area itu sudah terlihat jelas terkikis oleh abrasi sungai. Debit air pada sungai juga tanpak besar dan terbagi menjadi dua aliran. (Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Robert Ropo)

Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

Update Jadwal & Skor
Grup B - Matchday 1
Minggu, 14 Juni 2026 | 02:00 WIB
Qatar
Qatar
Live
Switzerland
Swiss
Grup C - Matchday 1
Minggu, 14 Juni 2026 | 05:00 WIB
Brazil
Brasil
VS
Morocco
Maroko
Grup C - Matchday 1
Minggu, 14 Juni 2026 | 08:00 WIB
Haiti
Haiti
VS
Scotland
Skotlandia
Grup D - Matchday 1
Minggu, 14 Juni 2026 | 11:00 WIB
Australia
Australia
VS
Turkiye
Turki
Lihat Selengkapnya
Semua Jadwal Laga
Memuat video…
© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved