Fahri Hamzah Ingatkan Hal Ini Jika Presiden Jokowi Keluarkan Perppu KPK, Ancaman Bagi Indonesia?

Fahri Hamzah Ingatkan Hal Ini Jika Presiden Jokowi Jadi Keluarkan Perppu KPK, Ancaman Bagi Indonesia?

Fahri Hamzah Ingatkan Hal Ini Jika Presiden Jokowi Keluarkan Perppu KPK, Ancaman Bagi Indonesia?
KOMPAS.com/Dok. Humas DPR RI
Fahri Hamzah Ingatkan Hal Ini Jika Presiden Jokowi Jadi Keluarkan Perppu KPK, Ancaman Bagi Indonesia? 

“Kalau pimpinan negara dan lembaga ketemu itu banyak bercanda, banyak melucu, jadi jangan dianggap jika tokoh-tokoh ketemu itu serius-serius saja,” kata Fahri Hamzah semringah.

Kemasi barang-barang

Menjelang berakhirnya masa jabatan anggota DPR RI periode 2014-2019, Tribunnews.com berkesempatan berbincang dengan Fahri Hamzah.

Ya Fahri Hamzah akan menanggalkan status sebagai anggota DPR 1 Oktober 2019 nanti bersamaan dengan pelantikan anggota dewan yang baru.

Beberapa staf Fahri Hamzah menyambut kedatangan wartawan saat memasuki ruang kerja Fahri Hamzah di lantai empat Gedung Nusantara IV, Kompleks DPR RI, Senayan, Jakarta Pusat, Jumat (27/9/2019) sore

“Tunggu sebentar ya Pak, Bapak masih ada acara di bawah, mau teh atau kopi?” ujar seorang staf Fahri Hamzah.

Terlihat di ruang kerja Fahri Hamzah sebuah sofa diletakkan di tengah ruangan.

Kemudian di ruangan terbut pun terlihat meja kerja yang menghadap ke sebuah layar besar.

Ketika melihat di sekeliling ruangan, terlihat ada hal menarik.

Menjelang berakhirnya masa jabatan, rak-rak buku yang ada di ruang kerja Fahri Hamzah sudah tampak kosong.

Tidak ada satu pun buku yang di letakan di rak yang berada di dua sisi ruangan tersebut.

Sementara di meja kerja Fahri Hamzah masih terlihat beberapa buku dan beberapa kertas yang belum dikemasi.

“Kalau soal itu saya orang yang terencana, beberapa hari sebelumnya saya sudah buat rencana. Itu sudah ada ratusan kardus, sudah saya pisahkan antara keperluan administrasi, keuangan, keperluan kantor, lalu antara barang negara atau barang milik saya sudah saya pisahkan, ada di sana kalau mau lihat,” ungkap Fahri Hamzah saat berbincang dengan Tribunnews.com di ruangan kerjanya.

Menurut Fahri hamzah, dirinya sudah memisahkan segalanya dengan baik agar tidak ada masalah di kemudian hari.

“Saya rigid kalau masalah itu. Saya panggil staf saya masih ada masalah atau tidak, kalau masih ada akan segera saya selesaikan. Besok Sabtu sudah terakhir mungkin,” ujarnya.

“Rumah dinas juga tak pernah saya pakai, hanya untuk menjamu teman atau bertemu orang,” tambahnya.

Ia Fahri Hamzah sendiri mengaku tidak merasa sedih harus meninggalkan ruang kerjanya.

Apalagi meninggalkan Kompleks Parlemen yang menjadi tempat kerjanya selama tiga periode.

Menurutnya apa yang dialaminya sekarang sebagai jalan perjuangan yang harus ditempuh.

“Saya tidak memandangnya secara personal, karena ini adalah jalan perjuangan, biasa ada naik turun dan lika-liku. Di ruang publik saya harus lebih menonjolkan rasional, tapi memang ada teman-teman yang sedih, staf saya ada yang sudah bekerja dengan saya sekitar 10 tahun sedih, tapi itu semua manusiawi lah,” kata Fahri Hamzah.

Terakhir, sosok yang dikenal publik cukup kontroversial itu mengaku tak mau melibatkan keluarganya dalam urusan kemas-kemas barang di ruang kerjanya.

“Istri saya masuk ruangan ini mungkin baru sekali, anak saya juga. Saya dan istri memiliki prinsip bedakan antara keluarga dan pekerjaan, karena untuk menjadi contoh bagi anak-anak kami untuk tumbuh mandiri, tidak bergantung dengan orang lain,” katanya.

* Fahri Hamzah Soal RUU KPK

Agenda demonstrasi bersar besaran mahasiswa di sejumlah kota di Indonesia menarik perhatian masyarakat. 

TIdak terkecuali Najwa Shihab dan tim acara Talkshow Mata Najwa. 

Makanya Najwa Shihab menghadirkan sejumlah mahasiswa dan anggota DPR RI untuk berdiskusi mengenai isu penolakan terhadap RKUHP dan RUU KPK.

Awalnya diskusi berjalan lancar, namun ada satu momen membuat si presenter garang tampak sedikit kesal.

Tepatnya di momen Wakil Ketua DPR RI, Fahri Hamzah, berbicara. 

Kok bisa? Ada apa? 

Dilansir TribunWow.com, hal itu tampak dalam acara 'Mata Najwa' yang disiarkan langsung oleh Facebook Trans7, Rabu (25/9/2019).

Mulanya, Najwa Shihab tampak membacakan pernyataan Fahri Hamzah yang dimuat di sebuah media massa.

Dalam pernyataan itu, Fahri Hamzah menyebut cara untuk menekan Presiden Joko Widodo (Jokowi) adalah dengan menerbitkan Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-undang ( Perppu).

Perppu ini nantinya akan digunakan untuk mengesahkan kembali Undang-Undang Komisi Pemberantasan Korupsi (UU KPK) yang lama.

"Salah satu cara menekan Presiden Jokowi adalah menerbitkan Perppu."

"Saya tahu permainan ini, mereka akan lumpuhkan presiden sampai keluarkan Perppu, mengesahkan kembali UU KPK lama," kata Najwa Shihab membacakan pernyataan Fahri Hamzah.

Lantas, Najwa Shihab mempertanyakan maksud dari permainan yang dimaksud oleh Fahri Hamzah.

Menanggapi hal itu, Fahri Hamzah mengaku senang saat dirinya diundang untuk menyampaikan suatu perdebatan.

Mantan politikus PKS ini juga mengatakan dirinya sering mengirimkan buku-buku yang sudah ditulisnya ke beberapa aktivis.

"Jadi dalam perdebatan transisional ini, saya terus terang senang kalau diundang teman-teman."

"Maka saya kalau nulis buku saya kirim kantor, ke beberapa dari aktivis-aktivis dan saya suka beda pendapat, sekadar untuk mulai kita diskusi untuk..," ujar Fahri Hamzah yang langsung dipotong Najwa Shihab.

Najwa Shihab Skak Mat Fahri Hamzah Saat Talkshow di Mata Najwa, Buat Bingung di Depan Mahasiswa1 (Humas Kementan)
"Bang Fahri, tolong dijawab permainan apa Bang Fahri?," tanya Najwa Shihab.

"Maksudnya gini, saya agak frustasi karena setiap presiden ini, presidensialisme dan presiden dipilih, ditanya bagaimana memberantas korupsi," jawab Fahri Hamzah.

"'Kan saya mewakili rakyat, rakyat melihat korupsi kok enggak selesai-selesai, saya kan mendengar masyarakat, dia bilang kok enggak selesai-selesai tiap hari ditangkap, tiap hari kok enggak selesai?', saya tanya," sambungnya.

Najwa Shihab lantas memotong pernyataan Fahri Hamzah dan menanyakan kenapa mahasiswa tidak didengar oleh anggota DPR.

"Mendengarkan masyarakat, kenapa mahasiswa enggak didengar?," ucap Najwa Shihab.

"Makanya, termasuk mahasiswa," ujar Fahri Hamzah yang mendapat sorakan dari penonton.

Lebih lanjut, Fahri Hamzah mengklaim dirinya sering berdialog dengan mahasiswa.

"Saya berani bilang bahwa saya termasuk politisi yang paling banyak masuk kampus dan berdialog dengan mahasiswa. Saya bisa klaim itu, harusnya ada juara kalau saya bisa juara untuk itu," ungkap Fahri Hamzah.

Tak puas mendengar jawaban Fahri Hamzah, Najwa Shihab terus mencecar maksud dari permainan yang diucapkan sang politikus.

"Bang Fahri Anda tidak menjawab pertanyaan saya, permainan siapa ini?," cecar Najwa Shihab.

"Presiden yang seharusnya punya permainan, dialah yang harusnya menentukan dan ditagih kok korupsinya enggak selesai."

"Dan dia harus membuat definisi, 'Saya akan selesaikan (korupsi) ini dalam lima tahun," kata Fahri Hamzah dengan nada meninggi.

Mendengar pernyataan Fahri Hamzah yang dinilai tak menjawab pertanyaannya, Najwa Shihab melempar pertanyaan itu ke mahasiswa yang juga jadi narasumber dalam acara Mata Najwa.

"Apakah itu yang dilakukan teman-teman mahasiswa sekarang, ada permainan untuk melumpuhkan presiden?," tanya Najwa Shihab.

Mendengar hal itu, Fahri Hamzah mengatakan dirinya ingin menjawab pertanyaan dari Najwa Shihab.

"Entar dulu, makanya saya jawab dulu dong," kata Fahri Hamzah.

Najwa Shihab yang mendengar pernyataan itu tampak protes pada Fahri Hamzah untuk segera menjawab pertanyaannya.

"Langsung dijawab Bang Fahri, soalnya muter-muter, langsung to the point," tegas Najwa Shihab yang dapat riuh tepuk tangan penonton.

"Gini lho, ya kalau jalan-jalan, muter-muter itu kan lebih romantis," jawab Fahri Hamzah.

"Jadi maksudnya gini, saya tanya presiden SBY (Susilo Bambang Yudhoyono) dua kali, presiden Jokowi selalu ditanya, 'Gimana ini menyelesaikan korupsi ini?'"

"Kita perkuat KPK, Pak Jokowi pernah diwawancara panjang, 'Kita perkuat KPK'."

"Ini yang saya sebel, tapi waktu kita tanya, 'KPK independen tidak bisa kita ganggu'."

"Lhoh ini presidensialisme, masyarakat nyetrum sampeyan kok sebagai presiden tidak punya determinasi untuk mengatakan lima tahun saya selesaikan korupsi."

"Kalau saya jadi presiden setahun ini saya selesaikan," urai Fahri Hamzah.

Editor: Bebet I Hidayat
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved