Kamis, 23 April 2026

Nagekeo Jangan Tergantung pada Produk Impor

Pemerintah berupaya untuk mensejahterakan masyarakat lewat kedaulatan pangan. Maka itu perlu didukung dari bawa seperti petani-petani.

Penulis: Gordi Donofan | Editor: Rosalina Woso
POS KUPANG/GORDI DONOFAN
Suasana FGD Literasi Jagung di Pondok Literasi Penginanga Kota Mbay Kabupaten Nagekeo, Sabtu (28/9/2019). 

Nagekeo Jangan Tergantung pada Produk Impor

POS-KUPANG.COM | MBAY -- Staf Ahli Menteri Pertanian RI Bidang Infrastruktur Menteri Pertanian Republik Indonesia, Prof. Dr. Ir. Budi Indra Setiawan, M.Agr, mengatakan, Kabupaten Nagekeo jangan bergantung pada produk impor yang datang dari luar.

Nagekeo memiliki potensi pertanian seperti Jagung dan beras yang sangat cukup. Sehingga diupayakan agar Nagekeo harus lebih banyak ekspor produk ke luar daerah.

"Saya harap di Nagekeo ini lebih besar ekspor daripada impor. Jangan tergantung pada prodak impor. Kita sekuat mungkin untuk produksi sendiri makan kita. Jangan tergantung pada produk inpor. Kita harus produksi makanan lokal kita. Kita perkuat ekspor ke luar daerah, ke Kupang dan lainnya," ungkap Prof. Dr. Ir. Budi Indra Setiawan, M.Agr, Staf Ahli Menteri Pertanian RI Bid. Infrastruktur saat Focus Group Discussion (FGD) Literasi Jagung di Pondok Literasi Penginanga Kelurahan Lape Kecamatan Aesesa Kota Mbay Kabupaten Nagekeo, Sabtu (28/9/2019).

Ia mengatakan potensi Nagekeo luar biasa dan Sumber Daya Manusia (SDM) perlu ditingkatkan. Terkait kendala memang setiap daerah memiliki kendala-kendala yang butuh penanganannya berbeda pula.

"IPM nomor 4 NTT. Orang Nagekeo hebat-hebat. Kenapa hebat karena kalian ingin mandiri untuk berdiri sendiri," ungkapnya.

Ia mengatakan Pemerintah berupaya untuk mensejahterakan masyarakat lewat kedaulatan pangan. Maka itu perlu didukung dari bawa seperti petani-petani.

Mahasiswa Duduki Gedung DPRD Ende

Mulan Jameela dan Gelar Pelakor, Maia Estianty Bongkar Tabiat Asli, Hingga Ahmad Dhani Menangis

Bopak Pingsan Dilarikan Ambulan,Lucinta Luna Nangis Diomeli Eko Patrio,Kerja Pake Otak Dong

"Sekarang itu era kedaulatan. Apa itu kedaulatan, kita berupaya untuk kedaulatan. Kedaulatan kita masih digoyang. Kita tidak mau diintervensi oleh siapapun. Termasuk kita mau produk pertanian tidak boleh diintervensi oleh pihak asing. Jangan paksakan petani menjual beras. Ini pekerjaan rumah buat pa Bupati dan pa Woli (kepala dinas pertanian Nagekeo)," ujarnya.(Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Gordi Donofan)

Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved