News
Miris, Lahan Kering di Belang Watokobu Lembata Ludes, Babinsa Menduga Orang Buang Puntung Rokok
Kobaran api menjalar hingga lereng perbukitan Belang. Api baru bisa dipadamkan sejam kemudian oleh babinsa dan para pekerja jalan.
Penulis: Ricardus Wawo | Editor: Benny Dasman
Laporan Wartawan Pos Kupang, Com, Riko Wawo
POS KUPANG, COM, LEWOLEBA - Lahan kering di Desa Belang Watokobu, Kecamatan Nubatukan- Lembata dilahap si jago merah, Kamis (26/9/2019), sekitar pukul 10.00 Wita.
Kobaran api menjalar hingga lereng perbukitan Belang. Api baru bisa dipadamkan sejam kemudian oleh babinsa dan para pekerja jalan.
Petani Desa Belang Watokobu, Yakobus Emi Ladjar, menyesalkan aksi pembakaran lahan yang marak terjadi di kawasan itu.
"Orang sini kenapa tidak sayang hutan. Setiap tahun selalu begini. Kasihan nanti ternak-ternak itu makan apa," kata Yakobus kesal.
Petani sayur itu mengaku bosan melihat warga membakar lahan dan hutan. "Yang punya tanaman umur panjang seperti jambu mete, kelapa, kemiri, itu harus bersihkan sendiri kebunnya. Kalau tidak, orang pasti bakar," ujarnya.
Menurut Yakobus, warga kebanyakan memiliki kebun tetapi tidak pernah dibersihkan.
"Ada kebun yang tidak dibersihkan, jadi orang sulut api langsung terbakar. Membosankan juga. Orang punya kebun tidak bersihkan," ujarnya.
Babinsa Nubatukan, Mokhtarudin, menuturkan kebakaran lahan di Desa Belang itu kemungkinan disebabkan sulutan api rokok pengendara yang melintas. Rumput kering dan angin kencang membuat api merambat begitu cepat.
Kata Mokhtarudin, saat dia datang api sudah cukup besar melahap lahan tersebut. Dia langsung memanggil para pekerja jalan di sekitarnya membantu memadamkan api secara manual.
"Kalau tidak cepat dipadamkan bisa berbahaya terhadap alat-alat berat di tempat itu," ungkap Mokhtarudin.
Kebakaran lahan dan hutan ini juga mendapat perhatian khusus dari pihak Kecamatan Nubatukan dan pihak Polres Lembata.
Mereka giat melakukan sosialisasi kepada masyarakat dan turun langsung ke lokasi bila terjadi kebakaran lahan dan hutan. *