Fahri Hamzah Ucap Innalillahi Setelah Dengar Kabar Duka 22 Orang Tewas Dalam Rusuh Wamena Papua

Fahri Hamzah Ucap Innalillahi Setelah Dengar Kabar Duka 22 Orang Tewas Dalam Rusuh Wamena Papua

Fahri Hamzah Ucap Innalillahi Setelah Dengar Kabar Duka 22 Orang Tewas Dalam Rusuh Wamena Papua
KOMPAS.com/DOK. Humas MPR
Fahri Hamzah Ucap Innalillahi Setelah Dengar Kabar Duka 22 Orang Tewas Dalam Rusuh Wamena Papua 

Silwanus memastikan seluruh insan kesehatan di Papua akan memberikan penghormatan terakhir kepada dr. Soeko sebelum jenazahnya akan dikembalikan ke pihak keluarga.

Kuatkan Ikatan Budaya, Ribuan Orang Maumere Hegong Massal di Kupang

Mujahid 212 Desak Presiden Jokowi Mundur, Kecam Kriminaliasasi Ulama hingga Kritisi RKUHP

"Ini betul-betul menjadi duka untuk dunia kedokteran, lepas dari semua persoalan yang ada, dalam pelayanan kesehatan kita tidak bicara politik, itu norma di dunia kesehatan untuk memberikan pelayanan kepada masyarakat kita tanpa memandang anda dari golongan mana, yang utama itu keselamatan pasien," ujarnya.

Skenarionya, sambung Silwanus, jenazah dr. Soeko ketika tiba di Jayapura akan dibawa dulu ke RS Bhayangkara untuk identifikasi.

"Setalah itu akan ada penghormatan dari semua insan kesehatan yang ada di Papua, kita akan letakan jenazahnya di Dinas Kesehatan dan ketika semua urusan teknis selesai, rencananya kita akan kirim jenazahnya ke keluarganya di Yogya," terangnya.

Kejahatan terhadap pekerja kemanusiaan Informasi mengenai tewasnya dr. Soeko Marsetiyo juga mendapat perhatian khusus dari Kantor Perwakilan Komnas HAM Provinsi Papua.

Profesi dr. Soeko sebagai seorang pekerja kemanusiaan seharusnya bisa mendapat perlindungan lebih dari semua pihak.

Mahasiswa Demonstran Ngaku Dapat Transferan Rp 10 Juta dari Ananda Badudu, Cucu JS Badudu, Benarkah?

Benny Wenda Ditolak Masuk Markas PBB, Perdana Menteri Australia Tolak Tanggapi Kerusuhan di Papua

Karenanya, Kepala Kantor Perwakilan Komnas HAM Provinsi Papua Fritz Ramandey menganggap tewasnya dr. Soeko saat kerusuhan Wamena sebagai sebuah kejahatan yang tidak biasa.

"Jadi kalau ada kejahatan ditujukan kepada para guru, tenaga medis, ini kejahatan terhadap pekerja kemanusiaan karenanya ini kategorikan kejahatan terhadap pekerja kemanusiaan," tuturnya.

Dari sedikitnya jumlah pekerja kemanusiaan yang dengan suka rela meminta bertugas di wilayah pedalaman, maka tewasnya dr. Soeko menjadi duka bagi seluruh masyarakat Papua.

"Sangat sangat disayangkan dan Komnas HAM menyampaikan turut berduka cita," kata Fritz yang saat ini tengah berada di Wamena.

Halaman
1234
Penulis: Hasyim Ashari
Editor: Hasyim Ashari
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved