Demonstrasi Teatrikal, Suara Dari Timur Jadi Tontonan di Kupang

Aliansi Mahasiswa Bersama Rakyat Indonesia yang mengusung headline "Suara Dari Timur" turun ke jalan di Kota Kupang

Demonstrasi Teatrikal, Suara Dari Timur Jadi Tontonan di Kupang
POS KUPANG/RYAN NONG
Massa aksi demonstrasi Suara Dari Timur saat menggelar aksi teatrikal dan long march di Jalan Soeharto Kupang pada Jumat (27/9/2019). 

Demonstrasi Teatrikal, "Suara Dari Timur" Jadi Tontonan di Kupang

POS-KUPANG.COM | KUPANG -- Aliansi Mahasiswa Bersama Rakyat Indonesia yang mengusung headline "Suara Dari Timur" turun ke jalan di Kota Kupang, ibukota Provinsi NTT. 

Mereka menggelar longmarch dan demonstrasi teatrikal saat menuju gedung Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi NTT pada Jumat (27/9/2019) pagi. 

Berkumpul di depan Kampus Universitas Nusa Cendana (Undana) Lama yang berada di Jalan Soeharto Kelurahan Naikoten Kecamatan Kota Raja, mereka bergerak pelan sejak pukul 09.30 Wita. 

Dua orang pemuda dengan pakaian hitam mengenakan topi petani dengan wajah yang dicat warna merah putih berjalan terhuyung huyung di depan kelompok massa.

Di topi mereka terdapat tulisan tolak RUU Pertanahan. Di tangan, jerigen lima liter berisi air. 

Tubuh dua pemuda itu terikat tali yang simpulnya dipegang oleh seorang pemuda lain yang berada di belakang mereka. Sambil berjalan terhuyung, gerakan mereka dikendalikan dari ujung tali. 

Sebagian besar dari mereka mengenakan pakaian hitam. Sebagian lain tampak mengenakan jas warna kuning dengan logo Universitas Kristen Artha Wacana Kupang. 

Sepanjang jalan, adegan demi adegan yang diperagakan menjadi tontonan warga yang berada di tepi jalan maupun yang melintas. Demikian pula poster dan spanduk yang mereka pegang menjadi daya tarik bagi para pelintas.

Ketika sampai di persimpangan Jalan Soeharto dan Jalan El Tari, mereka berhenti. Ardy Milik, naik ke atas sound yang terdapat di atas mobil pick up dan berorasi. Ia mengajak para demonstrans menyanyikan lagu perjuangan. 

Meski suasana tampak terik, para demonstrans itu tetap bersemangat. Mereka bahkan mengepalkan tangan kiri dan membuat salam perlawanan dengan semangat. 

Dalam orasinya, Ardy mengatakan pemerintah malah menghadapi gelombang protes dengan sikap represif. Hal ini diakui Addy, berkaca pada beberapa aksi yang ditengarai melemahkan kebebasan dan demokrasi. 

"Kemarin Imawan Randy seorang mahasiswa Kendari yang ikut demo tertembak. Bagus Putra pelajar STM imut tertabrak mobil saat aksi, lalu empat polisi menangkap Dandhy Dwi Laksono karena postingan di medsos. Ini yang mempertebal alasan kawan kawan untuk turun ke jalan," katanya dalam orasi. 

Mereka juga membawa bendera aliansi dan bendera organisasi seperti bendera LMND.

Aksi ini mendapat pengawalan ketat dari aparat kepolisian. Baik saat berada di titik kumpul maupun saat melakukan longmarch ke Gedung DPRD melalui jalan Soeharto dan jalan El Tari. (Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Ryan Nong)

Penulis: Ryan Nong
Editor: Rosalina Woso
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved