BPTP NTT Fasilitasi Temu Lapang Dengan Poktan Talena Laen, Desa Oesao

Balai Pengkajian Teknologi Pertanian (BPTP) NTT dari waktu ke waktu terus memperkenalkan hasil temuan inovasi dalam hal pengadaan pakan ternak.

Penulis: Edy Hayong | Editor: Rosalina Woso
POS KUPANG/EDY HAYONG
Kegiatan Temu Lapang budidaya dan pemanfaatan Legum Herba Clitoria Ternatea ke Kelompok Tani Talena Laen, Desa Oesao, Kecamatan Kupang Timur, Jumat (27/9/2019) 

BPTP NTT Fasilitasi Temu Lapang Dengan Poktan Talena Laen, Desa Oesao

POS-KUPANG.COM I OESAO--Balai Pengkajian Teknologi Pertanian (BPTP) NTT dari waktu ke waktu terus memperkenalkan hasil temuan inovasi dalam hal pengadaan pakan ternak.

Inovasi pakan ternak yang diperkenalkan BPTP NTT berupa budidaya dan pemanfaatan Legum Herba Clitoria Ternatea ke Kelompok Tani Talena Laen, Desa Oesao, Kecamatan Kupang Timur, Kabupaten Kupang, berupa temu lapang.

Disaksikan POS KUPANG.COM, Jumat (27/9/2019), pelaksanaan temu lapang dikonsentrasikan di area lahan milik Poktan Talena Laen.

Hadir pada kegiatan ini, Kepala Desa Oesao, Naomi Ledo, Kepala Dinas Peternakan Kabupaten Kupang, drh. Yakoba Ludjuwara , Sekertaris Dinas Pertanian, Ir. Bandapotan Sialagam, M.Si, Kasubag TU, Drs. Jemi A W Banoet, Peneliti Senior BPTP NTT, Dr. Jakob Nulik, juga para peneliti dan penyuluh dari BPTP NTT.

Pada kesempatan ini petani dari Kelurahan Oesao, Melki Fanggidae, menyampaikan testimoni pemanfaatan pakan ini.

Dirinya mengakui kalau pakan jenis ini sangat awam karena selama ini belum pernah ada.

Rasa penasaran terhadap inovasi pakan ini, dirinya mencaritahu pada peneliti di BPTP NTT termasuk mencari literatur di internet. Dengan berbekalkan kemauan untuk mencoba, maka dirinya mencoba untuk menerapkan inovasi ini.

"Saya sudah coba dan hasilnya sangat baik pakan  Legum Herba Clitoria Ternatea. Makanya saya ajak warga untuk gunakan inovasi ini untuk ternak sapi kita," katanya.

Testimoni juga disampaikan, Kons Tanji Ketua Poktan Filadelpia dari Kelurahan Babau. Poktannya sudah memanfaatkan pakan hasil inovasi BPTP NTT dan hasilnya sangat luar biasa.

Untuk diketahui, Legume Herba ini manfaatnya meningkatkan produksi pakan ternak tanpa meninggalkan produksi tanaman pangan. Mengurangi kebutuhan pupuk dan meningkatkan hasil jagung dan padi.

Manfaat lain, meningkatkan reproduksi dan kecepatan pertumbuhan ternak sapi.

Mengurangi resiko kekurangan pakan dan mendukung intensifikasi ternak, mengurangi kebutuhan tenaga kerja untuk mencari pakan serta meningkatkan pendapatan keluarga antara Rp 2 juta-Rp 8 juta/Ha legum/tahun.(Laporan Reporter POS KUPANG.COM, Edi Hayong)

Sumber: Pos Kupang
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved