Renungan Harian Kristen Protestan

Renungan Kristen Rabu 25 September 2019 Harimau Mati Tinggalkan Belang Manusia Mati Tinggalkan Nama

Renungan Kristen Rabu 25 September 2019 Harimau Mati Tinggalkan Belang Manusia Mati Tinggalkan Nama.

Renungan Kristen Rabu 25 September 2019 Harimau Mati Tinggalkan Belang Manusia Mati Tinggalkan Nama
istimewa
Renungan Kristen Rabu 25 September 2019 Harimau Mati Tinggalkan Belang Manusia Mati Tinggalkan Nama

Alkitab mencatat beberapa hal dalam riwayat hidup Nuh yang akan menjadi catatan bagi kita untuk berefleksi:

1. Riwayat Nuh pantas ditulis dalam Alkitab karena Nuh adalah orang benar (Kej 6:9). Nuh adalah orang yang dibenarkan dihadapan Allah, sebab ia melakukan apa yang diperintahkan Allah. Hal ini dilakukannya sebab ia menyadari bahwa Allah yang menciptakanNya.

Ketika banyak manusia hidup dalam keadaan rusak dan kekerasan, Allah memperingatkan mereka untuk mengalami pertobatan, tetapi tidak ada yang mengindahkan hal tersebut. Manusia terus menjalankan kehidupan yang rusak dihadapan Allah.

Ketika Allah melihat bahwa manusia terlena dengan hidup yang rusak dan tidak menunjukan tanda-tanda pertobatan maka Allah bersiap untuk mendatangkan hukuman bagi manusia. Namun, diantara manusia yang hidup pada zaman itu, Nuh didapati Allah sebagai manusia yang tidak ikut menjalani kehidupan seperti yang lain.

Allah memerintahkan Nuh untuk mempersiapkan diri menghadapi kemurkaanNya.

Nuh dibenarkan dihadapan Allah karena ia melakukan seperti apa yang Allah perintahkan kepadanya dan ini satu point penting bagi kita.

Jika kita ingin didapati benar dihadapan Tuhan maka kita harus melakukan persis seperti apa yang Allah kehendaki.

Kita harus bersikap seperti Nuh yang menyadari bahwa ia adalah ciptaan Tuhan, oleh karena itu ia berkewajiban untuk menuruti kehendak Sang Pencipta.

Kecenderungan yang terjadi akhir-akhir ini dalam kehidupan manusia adalah manusia secara tidak sadar bahkan menyadarinya, sering bersikap terbalik. Manusia sering menyiratkan bahwa ia adalah pencipta sedangkan Tuhan adalah ciptaannya.

Manusia tidak lagi bertanya apa yang menjadi kehendak Allah, manusia tidak lagi berprilaku seperti keinginan Allah, tetapi manusia sering bertindak sesuai dengan kehendaknya, sesuai dengan keinginannya, apa yang menjadi kepuasannya.

Halaman
1234
Editor: maria anitoda
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved