Kades Di Ende Dilarang Lakukan Pungli

kepala desa di seluruh Kabupaten Ende dingatkan untuk melakukan pungutan liar (Pungli) dalam melaksanakan tugas mereka sebagai kepala desa kare

Kades Di Ende Dilarang Lakukan Pungli
POS KUPANG/ISTIMEWA
Kegiatan Sosialisasi Saber Pungli Di Kecamatan Ende. 

Laporan Reporter Pos Kupang.Com, Romualdus Pius

POS-KUPANG.COM,ENDE---Para kepala desa di seluruh Kabupaten Ende dingatkan untuk melakukan pungutan liar (Pungli) dalam melaksanakan tugas mereka sebagai kepala desa karena hal tersebut bertentangan dengan Perpes Nomor 87 tahun 2018 tentang Satgas Saber Pungli.

Kepala Kejaksaan Negeri Ende, Sudarso SH MH mengatakan hal itu melalui Kasi Intel Kejaksaan Negeri Ende, Abdon Toh kepada Pos Kupang.Com, Rabu (25/9/2019) di Ende.

Abdon mengatakan bahwa terkait dengan keberadaan Satgas Saber Pungli, pihak Kejaksaan Negeri Ende telah beberapa kali melakukan sosialisasi kepada para kepala desa di seluruh wilayah Kabupaten Ende yang dilakukan secara bergantian di kecamatan.

4 Petinju NTT Raih Kemenangan di Kejurnas Tinju Senior dan Seleksi Pra PON, 8 Petinju NTT ke PON

“Beberapa waktu lalu kami melakukan sosialiasi di Kecamatan Lio Timur dan yang terbaru pada, Selasa (24/9/2019) kami melakukan sosialisasi di Nangaba, Kecamatan Ende,”kata Abdon.

Abdon berharap dengan adanya sosialisasi tersebut diharapkan terbangun kesadaran untuk tidak melakukan pungli oleh kepala desa pada saat memberikan pelayanan kepada masyarakat.

“Intinya kami melakukan sosialisasi dengan tujuan agar para kepala desa bisa mengetahui ada aturan hukum terkait dengan pungutan liar sehingga tidak melakukan pungutan dalam pelaksanaan tugas,”kata Abdon.
Pelaksanaan sosialisasi melibatkan unsur Inspekotorat Kabupaten Ende yang disampaikan oleh pamateri atas nama, Wellem Nubatonis dan dari Polres Ende,ujar Abdon.

Dalam sosialisasi itu pihaknya meminta kepada para kepala desa agar dalam menjalankan tugas mereka hendaknya harus mengikuti aturan yang berlaku dengan tidak melakukan Pungli karena hal itu dikategorikan melanggar undang-undang.

Abdon mengatakan bahwa dengan adanya sosialiasi tersebut diharapkan kepada para kepala desa untuk tidak coba-coba melakukan pungli karena bagi yang melanggar tentu akan berurusan dengan hukum.

“Artinya sebelum ada tindakan para kepala desa sebelumnya diberitau dan juga dingatkan lewat sosialisasi sehingga mereka menjadi tahu dan tidak melanggar hukum dengan melakukan pungli,”kata Abdon.

Abdon mengatakan selain kepada para kepala desa tim Saber Pungli Kabupaten Ende juga melakukan sosialisasi kepada para kepala sekolah dan juga bendahara untuk tidak melakukan pungli pada saat menjalankan tugas mereka baik sebagai bendahara maupun sebagai kepala sekolah.

Macan Kamyoran Persija Jakarta Tanpa Pelatih, Ini Kata Ceo Persija , Info

Abdon mengatakan bahwa tim saber pungli yang terdiri dari unsur Kejaksaan Negeri Ende dan juga Polres Ende serta Inspektorat Kabupaten Ende telah beberapa kali melakukan sosialisasi kepada para kepala sekolah dan juga bendahara di seluruh wilayah Kabupeten Ende.

Pelaksanaan sosialisasi itu dimaksudkan agar para kepala sekolah dan juga bendahara tidak melakukan pungli kepada para siswa maupun orangtua siswa dalam penyelenggaraan pendidikan di sekolah.

Abdon mengatakan bahwa saat ini sekolah telah dibiayai oleh negara maka tidak dibenarkan apabila ada kepala sekolah atau bendahara sekolah melakukan pungutan diluar yang telah ditentukan karena hal itu dikategorikan sebagai pungutan liar. (*)

Penulis: Romualdus Pius
Editor: Ferry Ndoen
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved