Ini Penyebab TNI Evakuasi Warga Perbatasan Indonesia-Timor Leste Dari Pondok

setiap pos satgas sudah memiliki tim kesehatan dan dapat untuk membantu masyarakat di perbatasan dalam bidang kesehatan.

Ini Penyebab TNI Evakuasi Warga Perbatasan Indonesia-Timor Leste Dari Pondok
POS-KUPANG.COM/TENI JENAHAS
Personil Satgas Pamtas Yonif Raider 142/KJ Pos Fatubesi mengevakuasi seorang warga perbatasan yang sedang sakit dan terbaring di pondoknya, Selasa (24/9/2019). 

Ini Penyebab TNI Evakuasi Warga Perbatasan Indonesia-Timor Leste Dari Pondok

POS-KUPANG.COM| ATAMBUA----Personil Satgas Pamtas Yonif Raider 142/KJ Pos Fatubesi mengevakuasi seorang warga perbatasan yang sedang sakit dan terbaring di pondoknya.

Warga bernama Benidiktus (68) itu mengalami sakit dan terbaring di pondok tempat ia menggembala sapi selama satu minggu.

Personil Pos Fatubesi mendapat informasi tentang warga tersebut dari sang istrinya Ibu Lena (54). Lena menceritakan kondisi suaminya kepada personil Pos Fatubesi yang saat itu sedang melaksanakan dinas keamaan di Pos Fatubesi, Selasa (24/9/2019).

Mendapat informasi itu, Tim Kesehatan Satgas Pamtas Yonif Raider 142/KJ Pos Fstubesi mengevakuasi Benidiktus dari pondok menuju rumahmya yang berada di
Dusun Fatubesi, Kecamatan Lasiolat, Kabupaten Belu.

Dansatgas Pamtas RI-RDTL Yonif Raider 142/KJ, Mayor (Inf) Ikhsanudin, S.Sos.,M.M kepada wartawan, Rabu (25/9/2019) mengatakan, Benidiktus mengalami sakit dan terbaring di pondoknya selama satu minggu. Personil Pos Fatubesi mendapat informasi tentang Benidiktus dari sang istrinya.

Setelah mendapat informasi itu, tim kesehatan Pos Fatubesi salah satunya Pratu Hamdani langsung ke lokasi dan memberikan tindakan medis kepada warga tersebut. Selanjutnya personil satgas mengevakusi menuju rumahnya.

Tim kesehatan memeriksa kondisi Benidiktus lalu memberikan obat vitamin dan obat lainnya sesuai dengan keluahan sakit.

Mayor Ikhsanudin mengatakan, setiap pos satgas sudah memiliki tim kesehatan dan dapat untuk membantu masyarakat di perbatasan dalam bidang kesehatan.

Satgas membentuk tim medis mengingat letak geografis wilayah perbatasan RI-RDTL masih tergolong sulit, terutama akses masyarakat dengan fasilitas kesehatan cukup jauh. Dengan kehadiran tim kesehatan di pos satgas pamtas dapat membantu masyarakat dalam hal tindakan medis awal.

"Tim Kesehatan yang berada di pos-pos Satgas Pamtas dapat melakukan tindakan medis awal bagi masyarakat seperti yang dialami bapak Beni Diktus", kata Ikhsanudin.

Lanjutnya, menolong orang sakit di wilayah perbatasan sudah menjadi bagian dari tugas TNI karena TNI dilahirkan dari rakyat, untuk rakyat dan akan kembali ke rakyat. Manakala ada masyarakat yang sakit jangan ragu-ragu untuk menyampaikan kepada TNI yang ada di pos-pos.

Keluaga dari Benidiktus bernama Lorando (36) menyampaikan apresiasi dan ucapan terima kasih atas tindakan yang telah diberikan anggota Satgas Pamtas Yonif R 142/KJ bagi keluarganya.

Penjaga Sekolah Cabuli Bocah 10 Tahun di Dalam Kelas, Diseret Saat Sedang di Kamar Mandi

TRIBUN WIKKI : Ada Lima Menu Promo Neo Hotel, Yuk Dicoba Rasanya !

"Kami sangat berterima kasih kepada bapak-bapak TNI yang dengan cepat memberikan bantuan kesehatan kepada keluarga kami khususnya yang bersifat darurat seperti yang terjadi hari ini", ujar Lorando. (Laporan Reporter POS KUPANG.COM,Teni Jenahas).

Penulis: Teni Jenahas
Editor: Rosalina Woso
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved