DPRD Apresiasi Penyerapan Dana Desa di Nagekeo Peringkat 4 Tingkat Provinsi NTT

Lembaga DPRD apresiasi penyerapan dana desa di Nagekeo peringkat 4 tingkat Provinsi NTT

DPRD Apresiasi Penyerapan Dana Desa di Nagekeo Peringkat 4 Tingkat Provinsi NTT
POS-KUPANG.COM/Gordi Donofan
Ketua Sementara DPRD Nagekeo, Petrus Du'a 

Lembaga DPRD apresiasi penyerapan dana desa di Nagekeo peringkat 4 tingkat Provinsi NTT

POS-KUPANG.COM | MBAY - Kabupaten Nagekeo menduduki peringkat 4 dalam hal penyerapan Dana Desa Tingkat Provinsi NTT Tahun 2019, berdasarkan laporan Sipede atau Sistem Pelaporan Dana Desa dari Kementerian Desa Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal Dan Transmigrasi Republik Indonesia.

Menanggapi hal itu, ketua sementara DPRD Kabupaten Nagekeo, Petrus Du'a menyatakan bahwa Lembaga DPRD mengapresiasi prestasi tersebut.

Felix Mite Kaget dengar Informasi Rumahnya Terbakar

"Atas nama Lembaga DPRD, saya menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Kabupaten Nagekeo, dalam hal ini Dinas PMD,PP dan PA Kabupaten Nagekeo beserta segenap kepala desa dan aparat desa,atas kerja kerasnya,sehingga penyerapan dana desa mencapai angka yang cukup baik," ungkap Petrus, kepada POS-KUPANG.COM, Rabu (25/9/2019).

Ia mengharapkan agar kinerja baik tersebut dapat terus ditingkatkan, sebab Dana Desa merupakan hak masyarakat desa sehingga harus dimaksimalkan untuk kegiatan pembangunan dan pemberdayaan masyarakat.

Atasi Penumpukan Beras di Gudang, Bulog NTT Lepas Tim KSPH

Sementara itu, Kepala Dinas PMD-P3A Kabupaten Nagekeo, Imanuel Ndun, menyatakan bahwa pihaknya selalu melakukan koordinasi dengan para camat dan para kepala desa untuk menemukan kendala dan hambatan di lapangan, sehingga dapat ditemukan solusi.

"Hal lain yang kami lakukan adalah selalu melakukan rapat koordinasi dan mendorong para pendamping desa dan tenaga ahli untuk terus melakukan pendampingan, sehingga dana desa dapat lebih cepat terserap dan tepat dalam pemanfaatannya,"jelasnya.

Ia mengaku kendala lain adalah adanya Kepala Desa baru yang mesti disesuaikan dengan visi-misi mereka.

"Kendala yang kami temukan dalam penyerapan dana desa antara lain adalah belum adanya Rencana Anggaran Biaya (RAB) Desa. Hal lain adalah karena terdapat 44 orang kepala desa baru, dengan visi dan misi baru, sehingga masih membutuhkan penyesuaian dan adaptasi,"paparnya.

Imannuel mengimbau segenap masyarakat Kabupaten Nagekeo untuk mendukung dan menyukseskan penggunaan dana desa.

"Pada model pembangunan partisipatif, peran pemerintah
hanyalah melakukan mediasi dan fasilitasi. Eksekusi berada di tangan masyarakat. Karena itu perlu kita dukung dan awasi secara baik,"ungkapnya.

Ia juga mengharapkan agar mengontrol kebijakan dan pembangunan didesa sehingga terlaksana dengan baik. (Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Gordi Donofan)

Penulis: Gordi Donofan
Editor: Kanis Jehola
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved