Debit Air Bendungan Tilong Menurun, Warga Beli Sendiri Air Tangki
Sungguh menyedihkan. Kalimat ini sangat pas dilekatkan pada warga Tilong, Kecamatan Kupang Tengah.
Penulis: Edy Hayong | Editor: Rosalina Woso
Debit Air Bendungan Tilong Menurun, Warga Beli Sendiri Air Tangki
POS-KUPANG.COM I OELAMASI--Sungguh menyedihkan. Kalimat ini sangat pas dilekatkan pada warga Tilong, Kecamatan Kupang Tengah.
Pasalnya, sejak diresmikan penggunaannya tahun 2002 lalu, warga setempat bukannya mengkonsumsi air dari Tilong tetapi dibeli sendiri dari air tangki Rp 90.000 untuk ukuran 5.000 liter.
Hal ini diakui Simson Banu, warga Tilong yang juga pengamat bendungan ketika ditemui di kediamannya, Rabu (25/9/2019).
Simson Banu yang ditemani kerabat-kerabatnya menuturkan, sejak diresmikannya bendungan Tilong, pengelolaan diambilalih BLUD. Warga di area Tilong selama ini tidak mengkonsumsi air dari Tilong karena pasokan air selain ke irigasi juga ke Kota Kupang dan Kabupaten Kupang.
"Kami selama ini sejak diresmikan bendungan Tilong memang tidak konsumsi air dari bendungan. Memang ada dibuat bak penampung tapi air yang ada juga tidak untuk semua hanya beberapa keluarga saja," katanya.
Untuk pemenuhan kebetuhan sehari-hari, lanjut Simson, mereka harus membeli sendiri air tangki untuk ukuran 5.000 liter seharga Rp 90.000. Air diambil dari sumber mata air PDAM di Desa Mata Air.
• Ini Tanggapan KPK Terkait Viralnya Video dan Narasi KPK Briefing Mahasiswa Demonstran
Sekedar diketahui, Air Bendungan Tilong, Kecamatan Tengah sejak akhir Juli terus mengalami penurunan debit. Sampai akhir September ini debitnya sudah turun mencapai 70 persen dan hanya bisa melayani pasokan air ke irigasi persawahan milik warga Desa Fatukanutu dan Noelbaki.(Laporan Reporter POS KUPANG.COM, Edi Hayong)