Jelang Pelantikan Presiden Cipayung Kupang Imbau Masyarakat NTT Jaga Kamtibmas

Jelang pelantikan Presiden Cipayung Kota Kupang imbau masyarakat NTT Jaga Kamtibmas

Jelang Pelantikan Presiden Cipayung Kupang Imbau Masyarakat NTT Jaga Kamtibmas
POS-KUPANG.COM/LAUS MARKUS GOTI
Cipayung Kupang saat deklarasi dan diskusi wawasan kebangsaan, pluralisme, menangkal isu SARA, Rasisme serta bijak menyikapi hoaks di Hotel Grenia Dua, Kota Kupang, Jumat, (13/9/2019). 

Jelang pelantikan Presiden Cipayung Kota Kupang imbau masyarakat NTT Jaga Kamtibmas

POS-KUPANG.COM | KUPANG - Mahasiswa Komunitas Cipayung Kupang mengimbau masyarakat Provinsi Nusa Tenggara Timur ( NTT) agar menjaga ketertiban dan keamanan masyarakat jelang pelantikan DPR RI dan pelantikan Presiden Republik Indonesia (RI) periode 2019-2024.

Cipayung Kupang juga memberi apresiasi kepada pihak TNI dan POLRI yang telah mengawal jalannya pesta demokrasi, yakni pemilihan umum (Pemilu) Pilpres dan Pileg April lalu, sehingga berjalan lancar, aman dan damai.

Kasus Bos Perusahaan dan SPG di Kupang Digrebek Istri Selingkuh di Kos, Lihat Perkembangan Terkini

Selain itu, Cipayung Kupang yang terdiri dari PMKRI, HMI, PMII, GMNI, GMKItersebut berkomitmen tetap menjadi mitra kritis dalam mengawal pemerintah dan penegak hukum yang bersih dan bermartabat.

Deklarasi imbauan kepada masyarakat manjaga Kamtibmas dan apresiasi terhadap TNI dan POLRI tersebut dilaksanakan pada, 13 September 2019 di Hotel Grenia Dua, Kota Kupang.

Tidak hanya deklarasi, Cipayung Kupang juga melaksanakan diskusi tentang wawasan kebangsaan, pluralisme, menangkal isu SARA, Rasisme serta bijak menyikapi hoaks.

Kanwil Kemenag NTT Launching Pelayanan Terpadu Satu Pintu di Ngada

Dalam diskusi itu, Ketua HMI Kupang menyoroti masalah radikalisme. Menurutnya, radikalisme muncul dipicu oleh ketidakadilan. "Ketika sila ke 5 Keadilan sosial bagi sosial bagi seluruh rakyat Indonesia benar-benar dijalankan maka radikalisme tidak akan muncul," ungkapnya.

Ia mengatakan, jika ingin radikalisme hilang dari Tanah Air, maka genarasi muda, harus mulai dari kehidupan pribadi masing-masing yakni membangun relasi sosial yang baik, adil dengan sesama.

Lanjutnya, harus dipahami bahwa perbedaan merupakan anugerah dari Tuhan dan tidak boleh dipandang sebagai musuh.

Menurutnya, orang-orang yang mendukung radikalisme sesungguhnya memahami bahwa yang berbeda dari mereka adalah musuh. Ia mengatakan salah satu upaya yang bisa dilakukan oleh Cipayung Kupang untuk menangkal radikalisme yakni dengan gencar melakukan sosialisasi generasi muda baik di kampus maupun sekolah.

Sementara itu, Sekretaris GMNI, menegaskan masyarakat dan generasi muda khususnya harus bijak menyikapi hoaks. Dijelaskannya, hoaks, seringkali memicu perpecahan dan kekacauan.

Menurutnya, di era di mana masyarakat dan generasi muda dapat dengan mudah mengkases informasi dan menerima informasi, maka perlu dibangun sikap kritis agar informasi yang diperoleh atau diterima sungguh-sungguh ditelusuri dan diuji kebenarannya.

Selain itu, ia mendorong agar genarasi muda, menggunakan media sosial secara bijak sehingga bisa memberikan, dampak positif bagi masyarakat. Segala informasi yang belum dipastikan kebenarannya dan apalagi yang bisa menimbulkan perpecahan, berbau SARA, sebaiknya tidak boleh disebarkan.

Usai diskusi, sebagai bentuk kepedulian terhadap sesama anak bangsa, Cipayung Kupang melakukan kunjungan kasih kepada anak-anak Panti Asuhan Roslyn. Kehadiran Cipayung Kupang disambut antusias oleh Kepala Panti Asuhan Roslyn, Budi Soehardi dan anak-anak panti. (Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Laus Markus Goti)

Penulis: Laus Markus Goti
Editor: Kanis Jehola
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved