Ini Pendapat Ketua LPA Terkait SL, Oknum Guru Kepsek di Sumba Timur Cabuli Bocah Dibawa Umur

berinisial SL mencabuli seorang bocah perompuan berusia 6 tahun. Bocah itu merupakan tetangga pelaku sendiri.

Ini Pendapat Ketua LPA Terkait SL, Oknum Guru Kepsek di Sumba Timur Cabuli Bocah Dibawa Umur
POS-KUPANG.COM/ ROBERT ROPO
Kadis Sosial Kabupaten Sumba Timur Pura Tanya 

Ini Pendapat Ketua LPA Terkait SL, Oknum Guru Kepsek di Sumba Timur Cabuli Bocah Dibawa Umur

POS-KUPANG.COM | WAINGAPU---Salah satu oknum kepala sekolah (Kepsek) di Kecamatan Pandawai, Kabupaten Sumba Timur berinisial SL mencabuli seorang bocah perompuan berusia 6 tahun. Bocah itu merupakan tetangga pelaku sendiri.

Pekerja Sosial Perlindungan Anak Kementerian Sosial RI Wilayah Kabupaten Sumba Timur, Mikel Presty Carlo Moata kepada wartawan di Ksntor Dinas Sosial, Senin (23/9/2019) mengatakan, kejadian pencabulan terhadap korban yang masih dibawa umur itu oleh pelaku oknum Kepsek itu sudah dua kali.

Kejadian terakhir, jelas Mikel, pada awal bulan September 2019 malam, pada saat itu, korban pergi nonton televisi di rumah pelaku oknum kepsek itu. Untuk mencapai nafsu bejatnya, pelaku yang merupakan oknum guru kepala sekolah itu mengajak korban untuk memijatnya.

Usai pijat, pelaku membawa korban ke hutan di belakang rumah dan mencabuli korban. Malam itu juga ibu kandung korban memiliki firasat kurang baik karena tidak melihat anaknya itu.

Kemudin, kata Mikel, karena memiliki firasat kurang baik kepada korban, ibu kandung korban bersama dengan istri pelaku lalu mencari korban. Saat mencari ibu kandung berteriak memanggil nama korban di lokasi hutan di belakang rumah.

Saat berteriak, korban keluar dari hutan bersama dengan pelaku oknum guru Kepsek itu. Saat keluar dari hutan anak itu sambil menangis sehingga orang tua mencurigai dan menanyakan apa yang terjadi pada korban.

Mikel mengatakan, korban kemudian mengaku bahwa pelaku sudah mencabulinya dan ia merasah sakit. Korban juga mengaku ke ibu kandungnya bahwa ini merupakan kali kedua yang dibuat pelaku kepada dirinya.

Mendengar pengakuan korban yang masih polos itu, keluarga korban pun marah, dan melaporkan kepada pihak Kepolisian. Kini pelaku sudah ditahan untuk menjalani proses hukum, sedangkan korban sedang mendapatkan bimbingan untuk menghilangkan traumanya oleh pihak Pekerja Sosial (Peksos).

"Kondisi psikologis korban ini mengalami trauma yang cukup panjang. Sehingga saat ini kami sedang memberikan pemulihan traumanya,"ungkap Mikel.

Halaman
12
Penulis: Robert Ropo
Editor: Rosalina Woso
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved