Ini Alasan Penyerahan Rumah FLPP Terhambat

Kuota untuk Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP) sudah habis pada Agustus lalu.

Ini Alasan Penyerahan Rumah FLPP Terhambat
ISTIMEWA
ILUSTRASI - Perumahan subsidi di Malinjak Regency, Kabupaten Sumba Tengah 

POS-KUPANG.COM | KUPANG - Kuota untuk Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP) sudah habis pada Agustus lalu.

Hal ini membuat Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR) tidak bisa mendapatkan akad rumah karena menunggu kuota FLPP dari pemerintah pusat.

Ketua DPD REI NTT, Bobby Pitoby, kepada Pos Kupang, Jumat (20/9/2019), mengatakan DPD REI seluruh Indonesia sudah meminta kepada Presiden Joko Widodo, agar kuota bisa ditambahkan dengan segera.

"Puji Tuhan, bapak presiden merespon dengan mengatakan bahwa paling lambat minggu depan, kuota FLPP ditambah sekitar Rp 8,4 T," katanya.

Bobby mengatakan, untuk Provinsi NTT belum diketahui berapa kuota yang diberikan. Tapi, katanya, sebenarnya tidak dibagi per provinsi, yang penting bila kuota ada dari bank pelaksana, seperti BTN maka semua provinsi bisa mengakses sampai kuotanya habis.

Menurut Bobby, penjualan perumahan FLPP sampai dengan bulan September 2019 agak terhambat karena masalah kuota tersebut, sehingga penyerapan tidak maksimal.

Sejauh ini, kata Bobby, DPD REI NTT telah berhasil membangun 2.450 unit rumah dari target 3.500.

Jumlah tersebut, katanya, memang masih jauh dari target di tahun 2019, namun dirinya optimis pembangunan perumahan FLPP bisa mencapai target. Hanya selama ini penyerapannya yang agak terhambat. (Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Yeni Rachmawati)

Penulis: Yeni Rachmawati
Editor: Hermina Pello
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved