Ini Fokus Perhatian Kepala BBPP Kupang Yang Baru
membuat peta rencana kerja. Rencana yang dilakukan adalah penguatan pakan ternak dengan memanfaatkan jerami padi.
Penulis: Edy Hayong | Editor: Rosalina Woso
Baru Tiga Bulan di BBPP Kupang, Ini Fokus Perhatikan Kepala BBPP Kupang kedepan
POS-KUPANG.COM I NOELBAKI---Kepala Balai Besar Pelatihan Peternakan (BBPP) Kupang, Drh. Bambang Haryanto, MM, baru memangku jabatan dua bulan lebih.
Bambang yang sebelum ke BBPP Kupang, menjadi Kepala Balai Besar Karantina Pertanian Belawan menggantikan pejabat lama Dr. Ir. Adang Warya, MM.
Dalam masa kepemimpinannya, Bambang telah membuat peta rencana kerja. Rencana yang dilakukan adalah penguatan pakan ternak dengan memanfaatkan jerami padi.
Bambang Haryanto yang 28 tahun mengabdi pada Balai Besar Karantina Pertanian di sebagian daerah di Indonesia kepada POS KUPANG.COM di ruang kerjanya, Jumat (20/9/2019) mengungkapkan soal apa yang akan dikerjakan BBPP Kupang di masa kepemimpinannya.
Menurut Bambang, dirinya memang "orang baru" di lingkup BBPP Kupang tetapi dalam hal manajerial bukan hal baru. Pasalnya, beberapa UPT pernah dipimpinnya sehingga tidak sulit untuk beradaptasi dengan lingkungan kerja.
Dari visi dan misi BBPP Kupang yang dilihatnya, demikian Bambang, untuk Visi, terwujudnya Balai Besar Pelatihan Peternakan yang Andal Dalam Menghasilkan Sumber Daya Manusia Peternak yang Profesional, Berjiwa Wirausaha, Berwawasan Global dan Berdaya Saing Berorientasi Bioindustri Berkelanjutan".
Sedangkan misinya ada beberapa sepertu mengembangkan manajemen, metode, model, teknik diklat fungsional dan diklat teknis bidang ternak potong bagi aparatur dan non aparatur pertanian, Mengembangkan manajemen, metode, model, teknik diklatteknis bidang teknologi lahan kering bagi aparatur dan non aparatur.
BBPP Kupang mempunyai tugas melaksanakan pelatihan fungsional bagi aparatur, pelatihan teknis dan profesi, mengembangkan model dan pelatihan fungsional dan teknis di bidang peternakan bagi aparatur dan nonaparatur pertanian.
"Saya selaku pimpinan baru di BBPP Kupang, mempunyai peta rencana kerja. Saya mulai dengan membangun manajemen pelatihan pakan. Ini untuk penguatan ketersediaan pakan ternak dengan memanfaatkan jerami padi," ujarnya.
Alasan mendasarnya, tutur Bambang, dirinya melihat bahwa ketika memasuki musim kemarau, persoalan yang dihadapi adalah ketersediaan pakan. Untuk itu cadangan pakan menjadi skala prioritas.
"Kalau pakan sudah teratasi maka langkah berikutnya pelatihan manajemen pemeliharaan ternak. Kita didik aparatur dan non aparatur bagaimana memelihara ternak yang benar," jelas Bambang.
Lulusan Fakultas Kedokteran Hewan UGM ini melanjutkan, jika kedua kegiatan itu sudah bagus maka dilanjutkan ke pelatihan lainnya seperti teknik menyembelih dan memotong daging yang benar.
"Jadi kalau potong daging salah berpengaruh pada kualitas daging menurun. Ini yang mau saya terapkan di BBPP Kupang," ujarnya.
Dirinya menambahkan, setelah proses-proses diatas sudah bagus maka langkah pelatihan berikut adalah pengolahan bahan asal ternak. Artinya dibuatkan laboratorium yang didalamnya bisa dilatih peserta membuat dendeng, abon, sosis, dll sesuai inovasi seturut tantangan zaman.
• Politik Sudah Selesai,Bupati Sumba Barat Daya Ajak ASN Bersatu Bangun SBD
• Sindiran Nikita Mirzani untuk Syahrini yang Jiplak Gaya Luna Maya, Reino Barack Terseret
"Generasi milenial sekarang ini memang sudah pintar dalam melihat produk olahan. Makanya perlu ada pelatihan termasuk teknik mengemas, menyimpan sesuaikan dengan suhu. Lalu saya juga akan fokus pada pelatihan soal bagaimana pemasarannya," ujar Bambang.(Laporan Reporter POS KUPANG.COM, Edi Hayong)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kupang/foto/bank/originals/drh-bambang-haryanto-mm.jpg)