Renungan Harian Kristen Protestan

Renungan Harian Kristen Protestan Rabu 18 September 2019 'Mengapa Kamu Kuatir?'

Renungan Harian Kristen Protestan Rabu 18 September 2019 'Mengapa Kamu Kuatir?'

Renungan Harian Kristen Protestan Rabu 18 September 2019 'Mengapa Kamu Kuatir?'
istimewa
Renungan Harian Kristen Protestan Rabu 18 September 2019 'Mengapa Kamu Kuatir?'

Renungan Harian Kristen Protestan

Rabu 18 September 2019

Oleh Pendeta Meshak Pinis, STh

''MENGAPA KAMU KUATIR?''

Berapa hari terakhir ini, kita dikejutkan dengan berita hangat, seorang ibu membunuh kedua anak kembarnya. Tentu ketika membaca atau mendengar berita itu, sebagai seorang ayah atau ibu, pasti kita mengutuk tindakan ibu itu, bahkan mungkin kita juga mara besar dan mengutuk ayahnya saat mendengar alasan dari si ibu yang juga nyaris membunuh diri dan sedang sekarat. Bahwa ia melakukan tindakan keji itu sebagai bentuk protes terhadap tanggungjawab suami dalam menafkahi dan memenuhi kebutuhan hidupnya dan anak-anak.  Di samping rasa mara ataupun kutukan terhadap kejadian itu, apakah kita merenung dan memahami sisi lain dari masalah itu?.

Dari permasalahan ini dapat kita lihat bahwa karena kekuatiran orang dapat melakukan apa saja, bahkan pilihan untuk membunuh sesama juga anak kandungpun dapat dilakukan.  Artinya kekuatiran terhadap segala sesuatu menjadi suatu ancaman kebencian tidak hanya kepada orang lain yang tak dikenal tepi bahkan terhadap kenalan, sahabat, keluarga bahkan orang-orang yang dikasihi dapat menjadi musuh seketika dan terancam nyawa karena kemungkinan terburuk dapat dilakukan dengan pembunuhan demi mencapai titik aman tujuan tertentu. Lalu pertanyaan lanjutannya adalah apakah “iya” dan “baik” jika kekuatiran diatasi dengan kebencian dan permusuhan dan apakah permusuhan akan menyelesaikan persoalan?.

Kekuatiran adalah rasa takut tentang sesuatu hal yang belum tentu pasti terjadi. Rasa dari kuatir adalah cemas atau gelisah. Kekuatiran merupakan dampak dari kejatuhan masnusia ke dalam dosa. Kejatuhan manusia ke dalam dosa telah menjalar dan menjangkau manusia sehingga manusia kehilangan jati diri, rasio, hati nurani, kehendak hati demi mengejar suatu kepastian. Yesus dalam pengajaranNya (Luk 12:30) mengatakan adakah yang karena kekuatiran dapat menambah sehasta saja dalam hiduonya?. Manusia dalam menjalani kehiduoannya, berada dalam tiga zona kehiduoan, anatara lain kemarin, hari ini dan esok. Diantara tigda zona waktu ini, hari esok adalah misteri.      

Orang sering mengatakan, “Tidak ada yang pasti di dalam dunia ini, kecuali hari kemarin.” Pernyataan ini menyiratkan kebenaran bahwa tidak ada satu orangpun yang dapat memastikan apa yang akan terjadi sedetik saja di depannya. Yang sudah terjadi, dapat diketahui, tetapi yang akan terjadi di masa depan adalah misteri. Misteri masa depan yang tidak pasti ini cenderung membuat orang menjadi kuatir. Pada sisi lain, dunia di mana kita hidup sekarang penuh dengan berbagai macam tantangan yang kompleks, yang juga memberikan alasan kuat untuk kita kuatir.

Di samping itu, pergumulan, tantangan, masalah, dan persoalan pribadi yang merong-rong selalu mengkuatirkan kita. Menyikapi semua ini, hal pertama yang harus dibedakan ialah, membedakan antara takut dan kuatir. Takut berhubungan dengan ancaman nyata yang dihadapi secara langsung. Takut memang dapat menimbulkan kegoncangan psikologis secara tiba-tiba, namun akan segera juga berlalu. Sedangkan kuatir, adalah persoalan psikologis yang mengganggu pikiran tentang sesuatu yang ditakutkan sebagai akan terjadi di masa depan, yang sesungguhnya belum tentu terjadi demikian. Kekuatiran mengerogoti jiwa, dan menimbulkan kepanikan psikologis jangka panjang, menyebabkan tidak percaya diri dalam bertindak untuk menggapai harapan dan cita-cita. Hal ini dapat berujung kepada berbagai macam resiko tindakan buruk, ancaman, kekerasan bahkan pembunuhan. Tindakan menghadapi dan menyelesaikan masalah yang menimbulkan masalah baru akhirnya yang menghancurkan.

Pertanyaan terpenting ialah bagaimana menghadapinya? Tuhan Yesus berkata, “Jangan kuatir” (Lukas 12:22); disini Yesus memberikan rahasia jawaban tuntas bagi kekuatiran itu. Pada sisi lain, orang Kristen memiliki jaminan dari TUHAN Yesus bahwa “IA menyertai” (Matius 1:21; 20:18-20), yang memastikan bahwa Yesus  adalah jaminan pembebasan bagi kita. Lalu, bagaimana orang Kristen menghadapi dan memberikan jawaban terhadap ancaman kekuatiran itu. Dari Firman Allah dalam Lukas 12:22-31, terbesit rahasia penting menjawab pertanyaan di depan, yaitu:

1.     Kita diminta menangani kekuatiran dengan memaknai hidup dari pandangan Tuhan Allah yaitu kita harus melihat bahwa menurut Tuhan, hidup dan tubuh itu lebih penting dari pada makanan atau pun pakaian (ayat 23). Kita juga diminta untuk menyadari bahwa ada hal yang tidak dapat kita lakukan, karena itu jangan mengkuatirkannya. Semua persoalan adalah urusan TUHAN (ayat 26). Kita diajak untuk tidak mempersoalkan hal yang sesungguhnya biasa-biasa, yang bukan urusan kita, namun memicu kekuatiran (ayat 29-30). Segala sesuatu ada dalam pengendalian Tuhan Allah. Jika demikian maka, mengapa kita mengkuatirkan apa yang menjadi urusan Tuhan?. Kita mestinya sadar bahwa, janganlah kita memberatkan diri dengan apa yang tidak dapat kita lakukan sebab itu adalah urusan Tuhan. Cukup kita urus, apa tanggungjawab urusan kita sambil kita percayakan ususan Tuhan untuk Tuhan yang mengurusnya. Hujan saja ada celah, pada celah-celah itu, Tuhanlah yang mengisinya.

1. Kita diajak mengatasi kekuatiran dengan memaknai kedaulatan Allah atas hidup. Bahwa Tuhan Allah yang berdaulat. Ia tahu apa yang kita perlu dan Maha Mejamin kehidupan kita. Lihatlah betapa Ia mempedulikan burung gagak dan bunga di padang (ayat 27-28, 30). Allah yang berdaulat, meminta kita mempercayai dan mempercayakan kehidupankita kepada-Nya. Semua ini dapat kita lakukan dengan memberikan tempat yang utama bagiNya di dalam kehidupan kita, karena IA adalah jawaban tuntas atas segala kebutuhan, pertanyaan dan masalah kita (ayat 31).

Dalam kehidupan ini ada banyak hal yang dapat menjadikan kita kuatir, namun Tuhan sendiri telah memberikan kepada kita rahasia, bagaimana memenangkan pertarungan atas kekuatiran di dalam hidup kita. Rahasianya ialah kita diminta melihat dan memaknai hidup dari pandangan Tuhan, karena menurut Tuhan Yesus, kehidupan kita berharga bagiNya. Dengan demikian, Ialah yang mengatur kehidupan kita. Kita diajak untuk menyadari bahwa Tuhan Allah kita berdaulat, dimana Ia yang mengendalikan dan bertanggung jawab atas hidup yang dikaruniakan-Nya kepada kita. Kita hanya diminta menyerahkan seluruh kehidupan dan persoalan yang mengkuatirkan itu ke dalam tangan-Nya. Ia sendirilah yang akan mengatasi semua permasalahan hidup itu bagi kita  ( I Petrus 5:7). Ia sendiri yang akan menyatakan kehendak dan jawaban pasti atas apapun bagi kita. Sampai di sini, mengapa kita kuatir dengan menghina, mengancam bahkan membunuh sesama yang kita?. Amin.

Editor: maria anitoda
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved