Expo Uyelewun Raya Bagi Masyarakat Kedang Lembata

Pemkab Lembata melalui Dinas Kebudayaan dan Pariwisata akan menggelar Expo Uyelewun Raya pada 17-19 Oktober 2019.

Expo Uyelewun Raya Bagi Masyarakat Kedang Lembata
POS KUPANG/FRANS KROWIN
Stand pameran Desa Hoelea I, di lokasi Expo Uyelewun Raya, Minggu (28/10/2018). 

Expo Uyelewun Raya Bagi Masyarakat Kedang Lembata

POS-KUPANG.COM|LEWOLEBA--Kabupaten Lembata didiami dua suku yakni Suku Lamaholot dan Suku Kedang. Selain bahasa Indonesia yang digunakan kebanyakan orang, Lembata juga memiliki dua bahasa daerah.

Pertama bahasa Lamaholot yang dipakai sebagai sehari-hari masyarakat adat Lamaholot yang mendiami tujuh kecamatan; Ile Ape, Ile Ape Timur, Lebatukan, Atadei, Nubatukan, Nagawutung dan Wulandoni.

Sementara itu, bahasa Kedang digunakan oleh etnis Kedang yang mendiami dua kecamatan di bagian timur Pulau Lembata, yakni Kecamatan Buyasuri dan Omesuri.

Pemkab Lembata melalui Dinas Kebudayaan dan Pariwisata akan menggelar Expo Uyelewun Raya pada 17-19 Oktober 2019.

Expo ini dilangsungkan di Desa Benihading 1 Kecamatan Buyasuri dan melibatkan 42 desa di Kecamatan Buyasuri dan Omesuri yang mengelilingi gunung Uyelewun.

VIRAL!Bapak-bapak Masuk Rumah Sakit Setelah Minum Kopi Jantan,Niatnya Perkasa Malah Berakhir Petaka

Kronologis Seorang Ayah di Nagekeo Perkosa Anak Tirinya yang Berusia 7 Tahun

Tiga Unit Rumah Warga di Desa Ngadu Langgi Hangus di Lahap Si Jago Merah

Selain masyarakat Kedang, warga Kabupaten Lembata pada umumnya bisa mengeksplorasi kekayaan tradisi, budaya, kuliner dan berbagai kearifan lokal masyarakat Kedang. (Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Ricko Wawo)

Penulis: Ricardus Wawo
Editor: Rosalina Woso
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved