3 Hektar Tanaman Bawang Merah di Bari Mabar Diserang Hama

Tanaman bawang merah yang seharusnya usia 55 sampai 60 hari dapat dipanen, bisa mundur 10 sampai 15 hari,"

3 Hektar Tanaman Bawang Merah di Bari Mabar Diserang Hama
Vitalis Anselmus Syukur, SP. untuk POS KUPANG.COM
Lahan tanaman bawang merah di Bari Mabar. Foto dari Vitalis Anselmus Syukur, SP. 

3 Hektar Tanaman Bawang Merah di Bari Mabar Diserang Hama

POS-KUPANG.COM | LABUAN BAJO--Tanaman bawang merah seluas 3 hektar di Desa Bari, Kecamatan Macang Pacar, Kabupaten Manggarai Barat (Mabar), diserang hama ulat dan penyakit layu fusarium.

Serangan itu dikwatirkan akan menurunkan jumlah produksi bawang.

"Sejak beberapa hari terakhir, hama ulat dan penyakit layu fusarium/ moler, menyerang tanaman bawang merah milik anggota Kelompok Tani Paki Nepa dan Kelompok Tani Padi Mas di Desa Bari Kecamatan Macang Pacar," kata Koordinator Pengendalian Organisme Pengganggu Tumbuhan-Pengamat Hama Penyakit (POPT-PHP) Mabar, Vitalis Anselmus Syukur, SP.

Dia menyampaikan itu kepada POS--KUPANG.COM, Kamis (19/9/2019).

Menurutnya, akibat serangan hama dan penyakit itu, panen bawang merah menjadi mundur.

"Tanaman bawang merah yang seharusnya usia 55 sampai 60 hari dapat dipanen, bisa mundur 10 sampai 15 hari," kata Vitalis.

Serangan awalnya kata dia yakni di bagian dasar umbi lapis, akibatnya pertumbuhan akar maupun umbi tergganggu.

"Gejala serangan hama ulat yaitu adanya lubang - lubang pada daun mulai dari tepi daun, permukaan atas dan bawah. Sedangkan penyakit layu fusarium/ moler, gejala visualnya daun yang menguning dan cendrung terpelintir atau terputar. Tanaman juga sangat mudah tercabut karena pertumbuhan akar terganggu bahkan membusuk," kata Vitalis.

Para petani pemilik tanaman bawang berharap agar Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura dan Perkebunan Mabar, segera memberi bantuan pestisida jenis insektisida berbahan aktif deltametrin/ indoksakarb.

Sedangkan untuk jenis fungisida berbahan aktif Mancozeb.

Mengapa Persib Bandung Lawan Semen Padang di Kandang Hanya Raih 1-1, Ini Kata Pelatih Robert

Pisah Sambut Kapolda NTT, Begini Suasananya Saat Menari Bersama

Para petani kata dia sudah kehabisan stok obat. (Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Servatinus Mammilianus)

Penulis: Servan Mammilianus
Editor: Rosalina Woso
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved