Kejari TTU Gelar Pertemuan Bersama 36 Kepala Sekolah

Kejaksaan Negeri ( Kejari) Kabupaten Timor Tengah Utara ( TTU) menggelar pertemuan bersama dengan 36 Kepala Sekolah

Kejari TTU Gelar Pertemuan Bersama 36 Kepala Sekolah
POS-KUPANG.COM/TOMMY MBENU NULANGI
Kajari TTU, Bambang Sunardi memimpin pertemuan bersmaa kepala sekolah di ruang tunggu Kejari TTU, Selasa (17/9/2019). 

POS-KUPANG.COM | KEFAMENANU - Kejaksaan Negeri ( Kejari) Kabupaten Timor Tengah Utara ( TTU) menggelar pertemuan bersama dengan 36 Kepala Sekolah yang menjadi penerima Dana Alokasi Khusus ( DAK) tahun 2019.

Pertemuan tersebut dilakukan di ruang tunggu Kejari TTU, Selasa (17/9/2019). Pertemuan tersebut dipimpin langsung oleh Kajari TTU, Bambang Sunardi.

Turut mendampingi kajari TTU yakni Plt. Kepala Dinas Pendidikan Kepemudaan dan Olahraga (PKO) Kabupaten TTU, Yoseph Mokos dan dihadiri oleh 36 kepala sekolah penerima DAK tahun 2019.

BREAKING NEWS: Sambut Ruben dan Betrand Kepala SMPN 1 Ruteng Wajibkan Siswa Seragam Putih Biru

Pertemuan bersama tersebut dilakukan untuk membahas proyek yang bersumber dana DAK yang bersifat swakelola untuk 36 sekolah dasar di Kabupaten TTU.

Kepala Kejari Kabupaten TTU, Bambang Sunardi mengatakan, pertemuan bersama dengan para kepala sekolah tersebut dilakukan untuk membahas agar proyek yang bersifat swakelola supaya terhindar dari masalah hukum.

"Mereka menginginkan supaya proyek itu dapat berjalan dengan baik, dan supaya proyek itu tidak menimbulkan masalah dikemudian hari, maka mereka meminta TP4D kejaksaan untuk mendampingi," ujarnya.

BREAKING NEWS: Polisi Tangkap Penjudi Sabung Ayam di Lembata NTT

Karena permintaan tersebut, ungkap Bambang, Kejari TTU kemudian menggelar pertemuan bersama dengan para kepala sekolah untuk membahas berbagai macam hal terkait dengan proyek yang bersifat swakelola.

"Yang jelas kita minta supaya pengerjaan proyek itu kemudian tidak menyalahi aturan. Karena ada petunjuk pelaksanaan teknisnya. Jadi itu lah yang penting," ujarnya.

Bambang mengatakan, semua kepala sekolah mengetahui proyek tersebut. Namun dari sisi hukum harus dijelaskan kepada kepala supaya tidak terjadi masalah pada proyek tersebut.

"Semua kepala sekolah tau, karena memang proyek ini mereka yang usulkan, tapi yang paling penting itu niat baik mereka. Kalau juknisnya baik tapi niat dari mereka tidak baik maka sama saja," tegasnya. (Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Tommy Mbenu Nulangi)

Penulis: Thomas Mbenu Nulangi
Editor: Kanis Jehola
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved