Penerapan DO Online Belum Tentu Membuat Harga Barang Turun Versi Pengamat Ekonomi

Kesembilan terminal peti kemas tersebut, yakni Terminal Bagendang, Bumiharjo, Lembar, Benoa, Batulicin, Kupang, Maumere, Bima dan Badas.

Penerapan DO Online Belum Tentu Membuat Harga Barang Turun Versi Pengamat Ekonomi
ISTIMEWA
Dr. Frits O Fanggidae, M.Si, MEP

Penerapan DO Online Belum Tentu Membuat Harga Barang Turun

POS-KUPANG.COM | KUPANG -- Sembilan pelabuhan peti kemas ekspor impor menerapkan sistem Delivery Order (DO) online sejak Senin (9/9/2019).

Kesembilan terminal peti kemas tersebut, yakni Terminal Bagendang, Bumiharjo, Lembar, Benoa, Batulicin, Kupang, Maumere, Bima dan Badas.

Penerapan DO Online oleh para pihak Pelindo dinilai meningkatkan kelancaran arus barang, menurunkan biaya logistik di pelabuhan dan memberikan kemudahan kepada pengguna jasa dalam melakukan permohonan pengeluaran barang.

Pengamat ekonomi regional, Dr. Frits O Fanggidae saat diwawancarai POS-KUPANG.COM, Senin (16/9/2019) terkait dampak DO online pada harga barang di NTT mengatakan penerapan DO Online belum tentu membuat harga barang di NTT turun.

"DO online memang bisa mempercepat bongkar muat barang, yang berarti biaya biaya bongkar muat dan gudang menjadi lebih murah. Apakah harga barang akan turun? Belum tentu, karena biaya bongkar muat hanya salah satu unsur biaya," ungkapnya.

Ia menjelaskan, faktor lain yang juga menentukan penetapan harga adalah jalur tataniaga.

Menurutnya banyak biaya yang harus dikeluarkan sepanjang jalur tataniaga. Bila jalur tataniaga tidak diatur dengan baik, kata dia, akan menimbulkan tekanan yang besar terhadap biaya dan akan berpengaruh pada harga.

Selain itu, menurutnya, perilaku pengusaha juga sangat menentukan. "Untuk komoditas yang pasarnya monopolistik atau duopoli, harga barang dominan ditentukan oleh pengusaha," ungkapnya.

Frits menjelaskan, bila Pelindo telah menerapkan DO online, hal ini sudah bagus, selanjutnya pengendalian perlu dilakukan pada jalur tataniaga, termasuk didalamnya perijinan.

Menurutnya, perijinan sangat penting, agar komoditas tertentu yang menguasai hayat hidup banyak orang seperti sembako, bahan bangunan seperti kayu, tidak dikuasai oleh pemain tertentu saja.

Lihat Wajah Puput Nastiti Devi yang Tengah Hamil Tua Ini Bikin Pangling Ahok BTP Senyum-senyum

Begini Ungkapan Wakil Walikota Kupang Terkait Masalah Utama di Kota Kupang

"Pemberian ijin usaha untuk komoditas seperti ini harus dipercepat sehingga banyak pemain bisa terlibat didalamnya. Semakin banyak pemain, pasar akan menjadi kompetitif, bersaing secara sempurna, sehiiingga harga ditentukan oleh mekanisme pasar, bukan mekanisme paksa oleh pengusaha," pungkasnya.(Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Laus Markus Goti)

Penulis: Laus Markus Goti
Editor: Rosalina Woso
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved