Demi Transparansi, Kejari Lembata Buka Pelayanan Terpadu Satu Pintu

Kejaksaaan Negeri Lembata ( Kejari Lembata) telah membuka Kantor Pelayanan Terpadu Satu Pintu ( PTSP)

Demi Transparansi, Kejari Lembata Buka Pelayanan Terpadu Satu Pintu
POS KUPANG.COM/RICKO WAWO
Pegawai Kejaksaan Negeri Lembata sedang melayani masyarakat di Kantor Pelayanan Terpadu Satu Pintu (PTSP), Selasa (17/9/2019) 

POS-KUPANG.COM | LEWOLEBA - Kejaksaaan Negeri Lembata ( Kejari Lembata) telah membuka Kantor Pelayanan Terpadu Satu Pintu ( PTSP) yang berada di depan kantor kejaksaan. Ini dilakukan demi transparansi pelayanan.

Warga yang ingin melakukan konsultasi, surat masuk, surat keluar, ambil tilang, dan pelayanan lainnya bisa dilakukan di kantor PTSP.

Ditemui di ruang kerjanya, Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Lembata, Aluwi menjelaskan tujuan didirikan kantor PTSP yakni demi transparansi pelayanan dan menghindari perbuatan Korupsi, Kolusi dan Nepotisme ( KKN).

Tak Tahan Ditinggal Istri, Kakek 62 Tahun Cabuli Bocah 6 Tahun, Begini Nasibnya Sekarang

Kalau selama ini pelayanan kepada masyarakat dilakukan di ruangan kantor masing-masing di kejaksaan, sekarang semua pelayanan dipusatkan di kantor PTSP yang sudah ada kurang lebih sebulan ini.

Aluwi mengakui dibukanya kantor PTSP ini merupakan inisiatifnya sendiri. Namun pada tahun 2020 nanti, semua kantor kejaksaan harus memiliki sistem PTSP semacam ini.

Terlibat Narkoba, Oknum Anggota Polisi Dipecat Tidak Hormat

"Ini merupakan wujud pelayanan kepada masyarakat dan menghindari perbuatan yang tidak diinginkan," ungkap Aluwi, Selasa (17/9/2019).

Kejaksaan Negeri Lembata juga terus melakukan berbagai inovasi demi mendekatkan pelayanan dengan masyarakat.

Selain membuka PTSP, pihak kejaksaan juga mendekatkan pelayanan dengan membuka pelayanan Tebus Tilang Gereja Masjid dan Pasar (Teti Gempar).

"Peningkatan pelayanan kepada masyarakat untuk mengambil tilang. Istilahnya kita jemput bola di tempat ada keramaian," jelas Aluwi.

Menggunakan mobil Penyuluhan Hukum Kajari Lembata pihak kejaksaan membuka layanan di gereja setiap hari minggu dari pukul 08.00-10.00 Wita.

Pelayanan di Masjid dilakukan setiap hari jumat pada pukul 11.00-13.00 Wita dan pelayanan di Pasar Pada dari pukul 09.00-12.00 Wita.

"Sementara ini belum maksimal sesuai apa yang kita harapkan. Ada kemungkinan masyarakat belum tahu dengan jadwalnya. Kami juga sudah kirim edaran, pemberitahuan soal teti gempar," pungkasnya. (Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Ricko Wawo)

Penulis: Ricardus Wawo
Editor: Kanis Jehola
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved