CIS Timor Gandeng Care Indonesia ToT Tim 11 Dalam Penyusunan RKP Desa

Tim 11 yang merupakan perhimpunan para pihak di desa diberikan penguatan dalam upaya merumuskan atau menyusun RKP desa. Untuk langkah awal ini dihadir

CIS Timor Gandeng Care Indonesia ToT Tim 11 Dalam Penyusunan RKP Desa
Pos kupang.com/edy hayong
CIS Timor menggandeng Care Indonesia memfasilitasi kegiatan Training of Trainers¬† (ToT) bagi Tim 11 dari dua desa di Aula Dinas PMD Kabupaten Kupang, Selasa (17/9/2019) 

Laporan Reporter POS KUPANG.COM, Edi Hayong

POS KUPANG.COM I OELAMASI--CIS Timor menggandeng Care Indonesia memfasilitasi kegiatan Training of Trainers  (ToT) bagi Tim 11.

Tim 11 yang merupakan perhimpunan para pihak di desa diberikan penguatan dalam upaya merumuskan atau menyusun RKP desa. Untuk langkah awal ini dihadirkan tim 11 dari 4 desa yakni,
Oelatimo di Kupang timur, Tolnako di Fatuleu serta Nunsaen dan Oelbiteno di Fatuleu Tengah).

Distrik Officer Kabupaten Kupang program PfR SP CARE-CIS Timor, Elfrid Saneh menyampaikan hal ini kepada POS KUPANG.COM, Selasa (17/9/2019).

Elfrid menjelaskan, pihaknya menghadirkan tim 11 ini dalam ToT untuk dua hari kegiatan. Pelaksanaan ToT hari pertama (Selasa, 17/9/2019) dari Nunsaen dan Oelbiteno. ToT dimaksudkan agar tim 11 dapat merumuskan  RKP Desa dalam upaya advokasi pendekatan Pengelolaan Resiko Terpadu-PRT dengan perspektif gender, terintegrasi kedalam dokumen perencanaan dan penganggaran.

Ini Sorotan Bobotoh Jelang Persib Bandung vs Semen Padang termasuk Pelemparan Batu Bus Maung

Dikatakannya, melalui program PfR SP dengan pendekatan PRT mengenai isu Adaptasi Perubahan Iklim-APi, Pengurangan Resiko Bencana-PRB  dan Manajemen Ekosistem dan Restorasi-MER, CARE bersama mitra pelaksana, CIS Timor menargetkan pendekatan ini terintegrasi dalam perencanaan dan penganggaran pembangunan desa dampingannya seperti tercantum dalam trajectory 3.

Menurut Elfrid, sebagai upaya pencapaian trajectory 3, salah satu hal penting yang dilakukan dalam loby dan advokasi adalah peningkatan kapasitas elemen terkait dalam desa. Selain pemerintah desa, salah satu kelompok (Civil Society Oorganisation-CSO) yang dianggap berperan startegis dalam memastikan kualitas proses perencanaan pembangunan desa adalah Tim Perumus/Penyusun RKP Desa.

"Ini sesuai dengan yang diatur dalam Permendagri Nomor 114 Tahun 2014 tentang Pedoman Pembanguan Desa Pasal 33 kepala desa wajib membentuk tim Penyusun RKP Desa yang terdiri dari paling banyak 11 orang dan paling sedikit 11 orang dimana komposisinya harus mengikutkutsertakan perempuan," jelasnya.

Adapun tugas Tim 11 di Desa  menurut Permendagri, demikian Elfrid, mereka melakukan pencermatan pagu indikatif desa serta penyelarasan program/kegiatan masuk ke desa baik dari RPJMDes  maupun organisari filantrofi seperti LSM.

"Juga pencermatan ulang dokumen RPJM Desa, penyusunan rancangan RKP (Rencana Kerja pemerintah)  Desa dan penyusunan rancangan daftar usulan RKP (Rencana Kerja pemerintah)  Desa," kata Elfrid.

Soal alasan dilaksanakan ToT ini, Elfrid mengakui sejauh  pengalaman empiris mengungkapkan sebagian tim penyusun RKP (Rencana Kerja pemerintah)  Desa belum memiliki kemampuan yang mumpuni untuk melaksanakan tupoksi mereka sesuai yang diamanatkan dalam Permendagri tersebut.

Bahkan diantara mereka ada yang hanya namanya tercantum dalam dokumen SK kepala desa tetapi tidak tahu tugasnya dan tidak terlibat dalam proses yang seharusnya. Sering keterbatasan ini mendorong tenaga pendamping desa melakukan “improvisasi” yang dapat mengabaikan peran tim tersebut.

Melihat kondisi ini, kata Elfrid, sangat penting bagi CARE dan CIS Timor melalui PfR SP berkontribusi dalam   peningkatan kapasitas mereka. Selain peran mereka yang sangat strategis terutama dalam proses analisa dokumen kebijakan RPJMDes, mereka juga perlu disegarkan untuk memahami peran dan fungsi mereka.

"Termasuk bagaimana melakukan observasi kondisi desa secara kritis dan bisa menghasilkan produk penganggaran dan program desa yang sesuai dengan kebutahan masyarakat dan kondisi desa melalui pencermatan ulang RPJM Desa," tambahnya. (*)

Penulis: Edy Hayong
Editor: Ferry Ndoen
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved