Berita Kesehatan

Satu dari Tiga Balita di Indonesia Berperawakan Pendek, Kenali Penyebabnya!

Pernahkah Anda mendengar istilah stunting? Mungkin tidak semua orang akrab dengan istilah stunting atau perawakan pendek.

dokumentasi pribadi
dr. Albert Kurniawan 

Adapun berbagai resiko yang akan dialami oleh anak stunting di kemudian hari yaitu kesulitan belajar, kemampuan kognitifnya lemah, anak menjadi mudah lelah tidak lincah dibandingkan anak lain seusianya, serta memiliki resiko lebih tinggi untuk terserang penyakit infeksi dan mengalami berbagai penyakit kronis di kemudian hari.

Apa yang dapat dilakukan orang tua untuk mengantisipasi perawakan pendek pada anak?

Upaya tindakan antisipasi perawakan pendek sebaiknya dimulai dari masa kehamilan. Bagi ibu hamil, upaya yang dapat dilakukan yaitu melakukan pemeriksaan kehamilan secara teratur, menghindari asap rokok dan memenuhi nutrisi yang baik selama masa kehamilan antara lain dengan menu sehat seimbang, asupan zat besi, asam folat dan yodium yang cukup.

Pelatih Maung Robert Alberts Lakukan Ini Jelang vs Semen Padang, Lini Depan Persib Bandung Mandul

Melakukan kunjungan secara teratur ke dokter atau pusat pelayanan kesehatan lainnya untuk memantau pertumbuhan dan perkembangan anak, yaitu setiap bulan ketika anak berusia 0 sampai 12 bulan, setiap 3 bulan ketika anak berusia 1 sampai 3 tahun, setiap 6 bulan ketika anak berusia 3 sampai 6 tahun dan setiap tahun ketika anak berusia 6 sampai 18 tahun. Memberikan

ASI eksklusif sampai anak berusia 6 bulan dan pemberian MPASI yang memadai.
Upaya terakhir untuk mengantisipasi stunting tidak lupa untuk mengikuti program imunisasi terutama imunisasi dasar.

Demikian artikel kesehatan ini diharapkan mampu meningkatkan kewaspadaan dan mencegah terjadinya stunting. (*)

(Oleh : dr. Albert Kurniawan, dokter PTT dan dokter magang Bagian Anak di RSUD SK Lerik Kota Kupang).

Editor: Apolonia Matilde
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved