Berita Kesehatan

Satu dari Tiga Balita di Indonesia Berperawakan Pendek, Kenali Penyebabnya!

Pernahkah Anda mendengar istilah stunting? Mungkin tidak semua orang akrab dengan istilah stunting atau perawakan pendek.

Satu dari Tiga Balita di Indonesia Berperawakan Pendek, Kenali Penyebabnya!
dokumentasi pribadi
dr. Albert Kurniawan 

POS-KUPANG.COM|KUPANG - Pernahkah  Anda mendengar istilah stunting? Mungkin tidak semua orang akrab dengan istilah stunting atau perawakan pendek.

Pernakah Anda melihat seorang anak yang tinggi badannya lebih pendek dibandingkan teman-teman seusianya? Kebanyakan orang tua hanya melihat perkembangan dan pertumbuhan anaknya dari berat badan saja.

Jika berat badan cukup, anak tersebut dianggap sudah sehat, padahal tinggi badan juga merupakan salah satu faktor yang menentukan apakah nutrisi anak sudah baik atau belum.

Wakil Bupati Sumba Barat Nyatakan Maju Bertarung Pada Pilkada 2019

Sementara di Indonesia, tercatat angka stunting cukup tinggi yaitu 7,8 juta dari 23 juta balita adalah penderita stunting atau sekitar 35,6 persen.

Menurut WHO, masalah kesehatan masyarakat dapat dianggap kronis bila prevalensi stuting lebih dari 20 persen. Artinya, secara nasional masalah stunting di Indonesia tergolong kronis.

Apa itu stunting?

Stunting adalah kondisi dimana balita memiliki panjang atau tinggi badan yang kurang jika dibandingkan dengan umur.

Polisi Tangkap 3 Produsen Mi Berformalin di Tempat Berbeda, Omzetnya hingga Rp 100 Juta Per Bulan

Kondisi ini diukur dengan panjang atau tinggi badan yang lebih dari minus dua standar deviasi median standar pertumbuhan anak dari WHO.

Pertumbuhan dan perkembangan merupakan hal yang seharusnya dipantau pada setiap kunjungan ke dokter. Pemantauan pertumbuhan anak biasanya dilakukan dengan memplot berat badan dan tinggi badan ke dalam suatu kurva pertumbuhan.

Balita stunting termasuk masalah gizi kronik yang disebabkan oleh banyak faktor seperti kondisi sosial ekonomi, gizi ibu saat hamil, kesakitan pada bayi serta kurangnya asupan gizi pada bayi.

Halaman
123
Editor: Apolonia Matilde
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved