Relawan Ikut Pelatihan Penanggulangan Bencana di Sumba Timur, Ini Materi yang Diberikan Panitia

materi yang diberikan dalam pelatihan itu, bencana Hidrometeorologi, gempa bumi dan tsunami. Pemgertian Relawan, tugas dan fungsinya. Pertolongan pert

Relawan Ikut Pelatihan Penanggulangan Bencana di Sumba Timur, Ini Materi yang Diberikan Panitia
POS-KUPANG. COM/ROBERT ROPO
Para Relawan peserta sedang mengikuti pelatihan dari Pemateri. 

POS KUPANG.COM -- ---Seratus orang relawan dari Desa Tanggu Bencana Kuta dan Kelurahan Mauliru di Kabupaten Sumba Timur mengikuti pelatihan penanggulangan bencana tahun 2019 yang berlangsung di Aula Gedung Umbu Tipuk Marisi, Kota Waingapu, dari tanggal 16-17 September 2019.

Acara pembukaan pelatihan Relawan Penanggulangan Bencana tersebut dibuka oleh Sekda Sumba Timur Domu Warandoy, Senin (16/9/2019) pagi.

Sebagai pemateri dalam kegiatan pelatihan itu, Kepala Stasiun Geofisika Waingapu Arief Tyastama, Mewakili Kepala Meterologi UMK Waingapu, Yenny Margareth Thenu, S.Tr, Ketua Forum PRB Sumba Timur, Daud Ana Rato, Koordinator SAR Waingapu Muslih Azhari, Kepala Pelaksana BPBD sumba Timur, Martina D. Jera, Kabid Pelayanan RSUD Umbu Rara Meha Waingapu Dewa Nyoman Karya, SKM

Adapun materi yang diberikan dalam pelatihan itu, bencana Hidrometeorologi, gempa bumi dan tsunami. Pemgertian Relawan, tugas dan fungsinya. Pertolongan pertama, penyelamataj dan evakuasi, kebijakan penanggulangan bencana.

Hadir juga dalam acara pembukaan itu, Direktur RSUD Umbu Rara Meha Dr. Lely Harakai, perwakilan Pimpinan Forkompimda Sumba Timur dan undangan lainya.

Saat membuka kegiatan itu, Domu menyampaikan Pemerintah Daerah (Pemda) Sumba Timur tentu merasa bersyukur masih ada masyarakat Sumba Timur yang memikirkan untuk orang banyak, terlibat dalam pekerjaan sosial kemanusian dimana 100 orang rekawan ikut dalam pelatihan penanggulangan bencana.

Ahli Waris Bruno Attawuwur Terima Dana Kematian Rp 11 juta dari Kopdit Swasti Sari, Ini Infonya

Diincar Polisi, Pengedar  Narkoba  Kabur   dari  Maumere - Sikka, NTT, Ini Kronologisnya

"Kita besyukur masih ada relawan yang masih memikirkan orang banyak.
Kita sampaikan terima kasih dan penghargaan bagi para peserta pelatihan Kelurahan Mauliru dan Desa Kuta,"ungkap Domu.

Kata dia, BPBD Sumba Timur menjadi leading sektor untuk menangani bencana di Sumba Timur. Pemkab Sumba Timur mendukung peningkatan BPBD melakukan sosialsialisai bencana hingga pembentukan relawan penanggulangan bencana.

"Bencana yang paling besar kita di Sumba Timur adalah bencana angin kencang hingga pengaggaran untuk pembiayaan bagi korban hingg mencapai 400 juta. Selain itu bencana kebakaran rumah, dan bencana banjir sebab Sumba Timur adalah daerah kekring,"ungkap Domu.

Bus Persib Bandung Dilempar Batu, Omid Nazari 9 Jahitan di Kepala, Penjelasan Dokter Maung Bandung

Klasemen Sementara Liga 1 2019 Pekan 18, Lihat Posisi Persija Jakarta ? Zona Degradasi ?

Domu juga meminta kepada Relawan peserta agar serius mengikuti pelatihan dan menangkap ilmu yang diberikan oleh para pemateri. Untuk kemudian nantinya akan bisa dituangkan atau disampaikan ke masyarakat kedua wilayah dan dapat bisa melaksanakan jika terjadi bencana sebagai tugas-tugas kemanusiaan.

Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Sumba Timur, Martina D.Jera, mengatakan tujuan dari kegiatan pelatihan itu untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan relawan dalam penyelamatan korban bencana. Meningkatkan kapasitas relawan sehingga dapat berkoordinasi dalam melakukan tindakan pertolongan dan penyelamatan korban bencana dan meningkatkan keterlibatan an peran serta relawan dalam PB.

Bocah Ingusan ini Pacari Janda Cantik, Begini Cara Mereka Hubungan Badan dan Umbar Kemesraan, Lihat

"Kegiatan ini juga dengan sasaran agar tersedianya kelompok Relawan PB desa yang siap siaga melakukan tindakan pada saat tanggap darurat. Terciptanya koordinasi yang cepat dan tepat, terarah serta terpadu dalam Penanggulang Bencana,"pungkas Martina.

Ketua panitia Anita Banja Uru, SE dalam laporanya mengatakan pelatihan itu diikuti oleh 100 orang Relawan Tanggu Bencana dengan rincian 50 orang dari Desa Kuta dan Kelurahan Mauliru sebanyak 50 orang. Komposisi 30% peserta perompuan dan 70 % peserta laki-laki. (rob)

A

Penulis: Robert Ropo
Editor: Ferry Ndoen
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved