Bupati Malaka Stefanus Bria Seran Kagum Sosok Danie Asa

Ada dua hal yang mengagumkan Bupati perdana Malaka ini yakni, kesantunan dan tidak pernah menuntut serta tidak pernah mengeluh.

Bupati Malaka Stefanus Bria Seran Kagum Sosok Danie Asa
POS KUPANG/TENI JENAHAS
Bupati Malaka bersama Ketua TP PKK Kabupaten Malaka saat mengikuti Misa Syukur Mengenang 2 Tahun Meninggalnya Drs. Daniel Asa di kediaman almarhum di Desa Bakiruk, Kecamatan Malaka Tengah, Minggu (15/9/2019) malam. 

Bupati Malaka Stefanus Bria Seran Kagum Sosok Danie Asa

POS-KUPANG.COM| BETUN----Bupati Malaka, dr. Stefanus Bria Seran, MPH kengaku kagum dengan sosok Drs. Daniel Asa (alm) yang juga Wakil Bupati Malaka masa jabatan 2016-2021.

Ada dua hal yang mengagumkan Bupati perdana Malaka ini yakni, kesantunan dan tidak pernah menuntut serta tidak pernah mengeluh.

Bupati Stefanus Bria Seran mengungkapkan hal itu ketika memberikan sepatah dua kata dalam acara Misa Syukur Mengenang 2 Tahun Meninggalnya Drs. Daniel Asa di kediaman almarhum di Desa Bakiruk, Kecamatan Malaka Tengah, Minggu (15/9/2019) malam.

Menurut Bupati Stef, selama 32 tahun bekerja, baik sebagai ASN maupun sebagai Bupati Malaka jarang ia temukan sosok seperti Daniel Asa yang santun serta tidak pernah menuntut dan tidak pernah mengeluh.

“Selama 32 tahun saya bekerja, mulai dari level paling bawah di Puskesmas, Kabupaten, Provinsi hingga ke Malaka, saya baru bertemu sosok langka seperti bapak Dan. Bapak Dan itu sosok yang paling santun", ungkap Bupati Stef.

Tahun 2016 lanjut Bupati Stef, keduanya pernah bicara empat mata di ruang kerjanya. Saat itu Bupati pencetus program RPM ini mengatakan, keduanya adalah bupati dan wakil bupati perdana. Menurut ilmu pengetahuan seluruh dunia, yang namanya perintis itu lebih banyak berkorban dan lebih banyak menderitanya daripada senangnya.

"Tahun 2016, kami omong sendiri di ruang kerja, saya bilang ke beliau, kita dua ini bupati dan wakil bupati perdana. Menurut ilmu pengetahuan di seluruh dunia, yang namanya perintis itu lebih banyak menderitanya dari pada senangnya", tutur mantan Kadis Kesehatan Provinsi NTT ini.

Lebih jauh, Bupati yang kerap disapa SBS ini menuturkan, sebagai perintis, keduanya akan menghadap banyak tantangan karena daerah otonomi baru itu ibarat kayu bulat yang akan dibentuk menjadi kursi, meja, pintu dan lain sebagainya.

Oleh karena itu, sebagai pemimpin perdana harus mempersiapkan kapak yang tajam dan parang yang tajam untuk membelahnya menjadi bagian-bagian lalu pemimpin berikutnya tinggal menghaluskannya.

Bagi Bupati Stef, almarhum Daniel Asa tidak ingin menunjukkan diri lebih hebat dari bupati. Kemudian, almarhum tidak pernah menuntut dan tidak pernah mengeluh. Dua hal ini selalu ditunjukan oleh Daniel Asa.

Misa syukur Mengenang 2 Tahun Meninggalnya Drs. Daniel Asa dipimpin Deken Malaka, Romo Edmundus Sako, Pr dan didampingi tujuh Imam konselebran.

Dalam kotbahnya, Romo Edmundus Sako memberikan perumpamaan bahwa sama seperti Musa yang memimpin Umat Israel menuju tanah terjanji, demikian juga Bupati Stefanus Bria Seran dan Wakil Bupati Daniel Asa (alm) dipercaya untuk memimpin Malaka menuju tanah terjanji.

Penutupan Transfer Pemain, Persebaya Surabaya dan Semen Padang Lepas Pemain Asingnya, Info Nama

Perkuat Skuad, Semen Padang Pasok Striker dari Brasil, Duet dengan Flavio Beck Junior?

Misa syukur dihadir Bupati Malaka, Anggota DPRD, Ketua TP PKK Kabupaten Malaka, Ny. Beatrix Bria Seran, Sekda Malaka, Tim Pakar RPM, Forkompimda, Pimpinan Perangkat Daerah, ASN dan undangan lainnya. (Laporan Reporter POS KUPANG.COM,Teni Jenahas).

Penulis: Teni Jenahas
Editor: Rosalina Woso
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved