Warga Perbatasan RI-RDTL Tiba-tiba Datangi Pos TNI, Ternyata Ini yang Dilakukannya

Warga Perbatasan RI-RDTL Tiba-tiba Datangi pos TNI, Ternyata Ini yang Dilakukannya

Warga Perbatasan RI-RDTL Tiba-tiba Datangi Pos TNI, Ternyata Ini yang Dilakukannya
POS-KUPANG.COM/Teni Jenahas
Prada Rizky Cahyo, anggota Satgas Pamtas Yonif Raider 142/KJ Pos Nunura memberikan pertolongan kepada warga perbatasan RI-RDTL, Kadus Maya Dacrus yang mengalami luka pada kaki kanannya akibat terkena benda tajam. 

Komandan Satgas Pamtas RI-RDTL Sektor Barat Yonif 132/BS, Mayor Inf Wisyudha Utama mengatakan, pihaknya akan menghilangkan ego sektoral dalam menjalankan tugas pengamanan di wilayah perbatasan.

Wisyudha mengungkapkan, kedepan pihaknya berencana melanjutkan program yang sudah baik dilakukan oleh Satgas Pamtas RI-RDTL Sektor Barat Yonif Mekanis 741/GN seperti beda rumah dan pembangunan taman baca.

"Jadi nanti kedepan tidak ada seolah-olah program kami lebih bagus dari Satgas sebelumnya. Jadi program yang sudah bagus dari Satgas sebelumnya akan kami lanjukan," ujarnya.

Selain itu, jelas Wisyudha mengatakan, pihaknya juga akan melakukan program dan kegiatan yang seuah direncanakan sendiri seperti pembagunan taman baca di setiap pos, pembagian sembako, dan juga pembagian pakayan layak pakai kepada masyarakat.

Wisyudha menambahkan, kedepannya, disetiap pos akan digalakan pembuatan kebun desa dengan memanfaatkan lahan-lahan tidur milik masyarakat.

Kegiatan tersebut nanti juga akan dilakukan bersama dengan masyarakat setempat.

"Tujuannya, dengan hasil yang diperoleh, kami akan kembalikan kepada masyarakat lagi. Jadi nanti secui kami tidak ambil. Supaya dapat meningkatkan taraf hidup masyarakat," terangnya.

Wisyudha menyakini, jika taraf hidup masyarakat di perbatasan meningkat maka dengan sendirian tindakan yang nantinya mengarah kepada praktik penyelundupan tidak akan terjadi.

"Jadi praktik penyelundupan yang terjadi karena memang taraf hidup masyarakat rendah. Tapi kalau taraf hidup sudah meningkat, maka kita harapkan berkurang bahkan tidak ada sama sekali," ujarnya. 

* Rakor perbatasan: Provinsi NTT dorong pembangunan perbatasan berbasis kabupaten

Rapat Koordinasi Pembanguan dan Pengembangan Perbatasan tingkat Pemerintah Provinsi NTT mendorong percepatan pembangunan wilayah perbatasan berbasis kabupaten perbatasan.

Hal ini terangkum dari rangkaian diskusi dalam Rakor yang berlangsung di Hotel Sahid Timore Kupang, Provinsi NTT pada Selasa (20/8/2019).

Rakor yang berlangsung sejak pukul 08.00 Wita itu menghadirkan para narasumber nasional yaitu Direktur Daerah Tertinggal, Transmigrasi dan Pedesaan Bapenas RI, DR. Felix Wanggai,

Kepala Pusat Pengembangan Kawasan Perkotaan Kementerian PUPR Ir. Agusta Ersada Sinulingga, serta Kepala Bidang Perencanaan Deputi Pengelolaan Perbatasan Antar Negara Badan Nasional Pengelolaan Perbatasan Ir Panca Adiwibawa.

Selain para narasumber nasional, tampil pula para kepala daerah kabupaten perbatasan di NTT yaitu Bupati Kupang Korinus Masneno, Bupati TTU Ray Fernandz dan Wakil Bupati Alor Imran Duru, serta kepala Balitbangda Provinsi NTT Lucky Kolin.

Kepala BPP NTT Linus Lusi kepada POS-KUPANG.COM mengatakan bhawa pelaksanaan rapat koordinasi tersebut bertujuan untuk melahirkan maping perencanaan percepatan pembangunan khusunya di tujuh kabupaten perbatasan di NTT.

"Sasaran kita yakni termapingnya desain perencanaan percepatan pembangunan di kawasan perbatasan di tujuh kabupaten perbatasan, yang meliputi Kabupaten Kupang, TTU, Malaka, Alor, Sabu Raijua dan Rote Ndao," katanya.

Percepatan pembanguan tersebut menjadi kebutuhan karena secara kasat mata wilayah yang menjadi lokasi prioritas (lokpri) perbatasan tersebut masih serba tertinggal,di bidang infrastruktur baik pemerintahan, pendidikan, kesehatan serta layanan dasar lainnya.

"Rakor ini menjadi entri poin tersendiri buat Bappenas dan Kementerian PUPR sehingga setiap usulan dari kabupaten kota di kawasan perbatasan benar benar terakomodir dalam sebuah rencana aksi yang nyata," jelasnya.

Ia menjelasakan, usulan usulan tersebut dibuat bertahap melalui badan pengelolaan perbatasan kabupaten,

kemudian naik ke provinsi juga BNP Pusat dan Bappenas dan kemudian diharapkan menyebar ke semua sektor atau bidang untuk menangani percepatan pembangunan di perbatasan tersebut.

Ia menjelasakan, dari dinamika yang berkembang di dalam forum, percepatan pembangunan perbatasan diharapkan dilakukan dengan pendekatan kabupaten peerbatasan dan bukan lagi pendekatan lokpri (lokasi prioritas).

Percepatan pembagnuna juga sesuai usulan forum lanjutnya, butuh intervensi dan kemauan politik dari presiden melalui kementerian terkait untuk menetapkan dana alokasi khusus (DAK) percepatan pembangunan perbatasan.

"Sehingga tadi dari berbagai arah pembicaraan dinamika yang berkembang di forum, pak Bupati TTU mengusulkan percepatan pengembangan kawasan tersebut butuh intervensi dan kemauan politik dari presiden atau kementerian terkait untuk menetapkan DAK khusus percepatan pembangunan perbatasan," ujarnya.

"Dan itu bukan penetapan dengan pendekatan lokpri tetapi kabupaten perbatasan sehingga esensinya semua kabupaten perbatasan yang sebelumya tidak tercover bisa merasakan percepatan tersebut," paparnya.

Ia mengatakan bahwa pihaknya berharap bahwa ada intervensi program dan kegiatan di 22 kementerian dan lembaga Negara RI di pusat serta 39 OPD tingkat propinsi untuk maksud tersebut.

"Sasarnnya lokasi priorotas dengan pengembagan menjadi kabupaten perbatasan, ini yang sedang didorong," katanya.

Ia menjelasakan, dari total 88 kecamatan di lokpri yang berada di wilayah perbatasan NTT, hanya 31 lokpri saja yang mendapat prioritas.

"Harapan kita 88 kecamatan ini bisa diakomodir, jadi mindset kita, kita mendorong bukan lokri tapi kabupten perbatasan, sehingga semua kecamatan di 12 kabupaten masuk dengan intervensi berupa DAK khusus perbatasan," katanya.

Ia mengharapkan bahwa komitemen pemerintah daerah tersebut mudah mudahan dapat diakomodir oleh pemerintah pusat.

Sementara itu, Kepala Pusat Pengembangan Kawasan Perkotaan Kementerian PUPR Ir. Agusta Ersada Sinulingga kepada POS-KUPANG.COM mengapresiasi rapat koordinasi yang dilakukan untuk merumuskan percepatan pembagnuna kawasan perbatasan di NTT tersebut.

Ia menjeasakan bahwa pihaknya mengikuti konsep sesuai dengan tugas dan wewenang yang telah dituangkan dalam Instruksi Presiden.

"Pada dasarnya pengembangan konsep perbatasan itu sesuai dengan tugas tugas yang dibebankan ke kementerian PUPR, kita dibebankan untuk membangun PLBN kita bangun, demikian juga jalan-jalan akses, misalnya pelayanan standar minimal PUPR seperti air, sanitasi, kita dukung," katanya.

Ia menjelasakan bahwa di dalam semua dokumen perencanaan PUPR termasuk dalam renstra pihaknya mendukung pengembangan PLBN. Hal tersebut dikatakannya, sesuai deengan instruksi presiden kepada PUPR untuk mengintervensi mulai dari siteplan, total desain serta pembagnuanannya.

Namun demikian ia berharap, kordinasi tersebut tidak hanya dilakukan terbatas pada Bapenas dan PUPR tetapi juga melibatkan lebih banyak lembaga atau kementerian untuk mendukung pengembangan ekonomi pasca pembagnuanan PLBN.

(Lapran Reporter POS-KUPANG.COM, Ryan Nong/Teni Jenahas)

document.addEventListener("DOMContentLoaded", function(event){ var cekclassread = document.getElementsByClassName("txt-article")[0]; if(cekclassread != undefined){ var content = document.getElementsByClassName("txt-article")[0].innerText; var gpt_safe = content.match(/\b(ak47|al jazeera|al qaeda|allah|Assad|bahan kimia|bencana|boikot|corona|covid-19|fatal|ganti rugi|gejala|gugur|hoax|hukuman|jokowi|kecelakaan|kejadian|keras|komplain|Kondom|kontroversi|korban|kriminal|palsu|pembunuhan|pemerkosaan|penyakit|peristiwa|pidana|polisi|porno|prabowo|racun|rasis|rasisme|seks|tersangka|viral|virus)\b/i); if(gpt_safe){ safe = 'no'; } else{ safe = 'yes'; } var keyword1 = content.match(/\b(virus|corona|pneumonia|paru-paru|karantina|demam|wabah|sesak napas|Wuhan|sesak dada|rs darurat|epidemic|pandemic|status darurat|SARS|corona virus|jangkit|covid|batuk|covid-19|MERS|penyebaran|penularan|patogen|CoV|Viruses|Korona|nCOV|isolasi diri|masker|terinfeksi|infeksi|mati|kematian|positif corona|lockdown|orang dalam pemantauan (ODP)|pasien dalam pengawasan (PDP)|suspect|sakit tenggorokan)\b/i); if (keyword1) { keyword_targetting1 = 'yes';} else { keyword_targetting1 = 'no';} }else{ safe = 'yes'; keyword_targetting1 = 'no'; } console.log('safe_branding =' + safe); googletag.pubads().setTargeting('safe_branding', safe); console.log('keyword_targetting1 =' + keyword_targetting1); googletag.pubads().setTargeting('keyword_targetting1', keyword_targetting1); });
Penulis: Teni Jenahas
Editor: Kanis Jehola
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved