Rusuh Papua

Veronica Koman AKhirnya Angkat Bicara Rusuh Papua, Sebut Kriminalisasi, Shoot the Messenger

Veronica Koman AKhirnya Angkat Bicara Rusuh Papua, Sebut Kriminalisasi, Shoot the Messenger

Dok Pribadi via Tribun Timur
Veronica Koman AKhirnya Angkat Bicara Rusuh Papua, Sebut Kriminalisasi, Shoot the Messenger 

Setelah mengeluarkan DPO, baru pihaknya akan memproses dengan kepolisian Australia, karena diduga kuat Veronica Komanberada di Australia.

"Baru setelah itu kami akan mengajukan red notice," jelasnya.

Veronica Koman dijerat sejumlah pasal di 4 Undang-Undang, pertama UU ITE, UU 1 tahun 1946, UU KUHP pasal 160, dan UU 40 tahun 2008.

Postingan Veronica Koman dalam rangkaian aksi protes perusakan bendera di Asrama Mahasiswa Papua Surabaya dianggap memprovokasi dan menyulut aksi kerusuhan di Papua.

Kabar Gembira ! PT PLN, PT Industri Kereta Api, Telkom Group Buka Lowongan Kerja Daftar Sekarang

PANAS LAGI Marquez vs Rossi, Hampir Tabrakan di Misano, Ini Penjelasan The Doctor, Baby Alien Curiga

Penyidik polisi sudah melakukan 2 kali panggilan pemeriksaan sebagai tersangka kepada Veronica Koman.

Panggilan pertama yang bersangkutan tidak hadir, panggilan melibatkan Divisi Hubungan Internasional Mabes Polri untuk diserahkan langsung kepada Veronica Koman di luar negeri.

Veronica Koman menyebut dirinya telah menjadi korban kriminalisasi pihak kepolisian.

Veronica Koman mengaku selama ini memilih untuk tidak menanggapi yang dituduhkan oleh polisi lewat media massa.

Hal ini dia lakukan bukan berarti karena semua yang dituduhkan itu benar, tapi karena ia tidak ingin berpartisipasi dalam upaya pengalihan isu dari masalah pokok yang sebenarnya sedang terjadi di Papua.

"Kasus kriminalisasi terhadap saya hanyalah satu dari sekian banyak kasus kriminalisasi dan intimidasi besar-besaran yang sedang dialami orang Papua saat ini. Hal yang jauh dari hingar-bingar.

Halaman
1234
Editor: Hasyim Ashari
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved