Rusuh Papua

Veronica Koman AKhirnya Angkat Bicara Rusuh Papua, Sebut Kriminalisasi, Shoot the Messenger

Veronica Koman AKhirnya Angkat Bicara Rusuh Papua, Sebut Kriminalisasi, Shoot the Messenger

Veronica Koman AKhirnya Angkat Bicara Rusuh Papua, Sebut Kriminalisasi, Shoot the Messenger
Dok Pribadi via Tribun Timur
Veronica Koman AKhirnya Angkat Bicara Rusuh Papua, Sebut Kriminalisasi, Shoot the Messenger 

Veronica Koman AKhirnya Angkat Bicara Rusuh Papua, Sebut Kriminalisasi, Shoot the Messenger

POS-KUPANG.COM - Veronica Koman AKhirnya Angkat Bicara Rusuh Papua, Sebut Kriminalisasi, Shoot the Messenger

Pengacara Hak Asasi Manusia (HAM)Veronica Koman akhirnya tampil ke publik dan menanggapi penetapan dirinya sebagai tersangka UU ITE yang dituding memicu kerusuhan Papua.

Ditreskrimsus Polda Jatim memberi waktu hingga 18 September 2019 atau 5 hari ke depan kepada Veronica Koman untuk menghadiri pemeriksaan di Mapolda Jatim.

Jika hingga waktu tersebut Veronica Koman masih mangkir, polisi akan memasukkannya dalam Daftar Pencarian Orang ( DPO).

Kata Kapolda Jatim, Irjen Luki Hermawan, sebenarnya pada Jumat (13/9/2019) adalah hari terakhir waktu panggilan kedua yang dilayangkan sejak Sabtu (7/9/2019) lalu.

Kabar Buruk! Para Pemain Persib Bandung Bercucuran Darah Skuad Robert Alberts Imbangi Tira Persikabo

Mengenal Irjen Pol Hamidin, Kapolda NTT Baru Gantikan Raja Erizman, Dikenal Ahli Bidang Terorisme

"Kami masih beri toleransi lagi waktu 5 hari sampai 18 September.

Jika tidak hadir akan kami keluarkan DPO," kata Luki, usai shalat Jumat di Mapolda Jatim.

Pihaknya mengaku sudah melakukan langkah-langkah persuasif untuk mendatangkan tersangka kasus penyebaran berita bohong dan provokasi itu dengan 3 kali mengirim penyidik ke rumah orang tuanya di Jakarta.

Namun, tidak ada respon dan tanda-tanda jika Veronica akan menghadiri panggilan polisi.

Halaman
1234
Editor: Hasyim Ashari
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved