Julie Laiskodat :Jangan Salahkan Mawar Menyebut Danau Kelimutu di Labuan Bajo, Begini Penjelasannya!

Untuk memperkenalkan pariwisata Indonesia kepada dunia, kata Mawar, dirinya akan memaksimalkan media sosial.

Penulis: Laus Markus Goti | Editor: Rosalina Woso
Julie Laiskodat :Jangan Salahkan Mawar Menyebut Danau Kelimutu di Labuan Bajo, Begini Penjelasannya!
POS KUPANG/LAUS MARKUS GOTI
Mawar Salem Putri Pariwisata Indonesia 2019 di Hotel Papa Jones Kota Kupang, Jumat (13/9/2019).

Julie Laiskodat : Jangan Salahkan Mawar Menyebut Danau Kelimutu di Labuan Bajo, Begini Penjelasannya!

POS-KUPANG.COM | KUPANG -- Ketua Dekranasda Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT), Julie Sutrisno Laiskodat buka suara soal perdebatan di media sosial yang menurutnya menyudutkan Putri Pariwisata Indonesia 2019 Mawar Salem.

Perdebatan di media sosial mencuat usai Mawar dalam ajang pemilihan Putri Pariwisata Indonesia 2019 oleh nitizen dinilai membuat blunder dengan menyebut Danau Tiga Warna atau Danau Kelimutu merupakan salah satu destinasi wisata dari Labuan Bajo, Kabupaten Manggarai Barat, NTT.

Itu terjadi dalam sesi tanya jawab dengan juri ajang pemilihan Putri Pariwisata Indonesia 2019, pada 6 September 2019. Mawar diminta dalam 30 detik memperkenalkan pariwisata di Nusa Tenggara Timur.

Dalam jumpa pers yang menghadirkan Putri Pariwisata Indonesia 2019, Mawar Salem dan Sarlin Jones Mis Grand Indonesia 2019, di Hotel Papa Jones Kota Kupang, Jumat (13/9/2019) Julie menegaskan tidak tepat menyalahkan Mawar.

Menurutnya, Mawar memang dibekali oleh Pemerintah NTT, dalam hal ini Dinas Pariwisata NTT dan Dekranasda untuk berbicara paket Pariwisata. "Labuan Bajo, Kelimutu ada di satu daratan, yakni Flores, kami paketnya seperti itu. Jadi jangan menyalahkan Mawar," ujar Julie.

Menurut Julie, hal itu dilakukan sebagai bagian dari promosi. Ia menegaskan, wisatawan tidak datang hanya untuk satu event saja, tetapi untuk beberapa even karena harga tiket sudah mahal.

"Jadi saya mengimbau kepada media, kepada masyarakat, beri anak kita, beri kami pemerintah kesempatan, karena kami tau memaket sesuatu, kami tau bagaimana mencari duit," ungkapnya.

Julie mengatakan, dirinya merasa kecewa dengan nitizen yang membully Mawar tetapi tidak melihat perjuangan Mawar mengharumkan nama Provinsi NTT. Lebih kecewa lagi, kata Julie, yang membully Mawar adalah orang-orang NTT sendiri.

Julie mengatakan Mawar tidak sedang membuat sesuatu hal yang buruk sebaliknya dia sedang berjuang untuk NTT. Istri Gubernur NTT Viktor Bungtilu Laiskodat ini mengatakan menjawab pertanyaan juri dalam waktu 30 bukan hal mudah.

"Tujuan kami mau mengangkat NTT, mana kekompakan kita. Ko 30 detik saja bikin kita ribut bahkan sampai membully. Kalau mau serang, seranglah saya, karena mereka dibekali pemerintah seperti itu. Dan kami membawa NTT bukan individu, bukan kabupaten per kabupaten," tegas Julie.

Sementara itu, Mawar Salem mengatakan, dirinya diberi waktu selama 30 detik untuk memperkenalkan pariwisata NTT. Namun karena keterbatasan waktu, ia tidak bisa menjelaskan secara detail. "Saya dibully dan waktu itu saya sedih tetapi saya tetapi saya tetap berjuang untuk nama NTT," ungkapnya.

Kendati demikian, Mawar mengungkapkan dirinya tetap bangga terhadap masyarakat dan mengucap terima kasih karena masyarakat yang sudah mendukung dan memberi kepercayaan kepadanya wakili NTT dalam ajang Putri Pariwisata Indonesia 2019.

"Terima kasih untuk masyarakat NTT. Saya mohon dukungannya, beri saya masukan, pengetahuan tentang Nusa Tenggara Timur dan doakan saya agar siap untuk wakili Indonesia dalam ajang Mis Tourism Internasitional tahun depan di Malaysia," ungkap Mawar.

Halaman
12
Sumber: Pos Kupang
  • Berita Populer
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved