Seleksi Capim KPK
Sosok Irjen Firli Bahuri, Ketua KPK Terpilih Punya Harta Lebih dari Rp 18 Miliar,Ditolak Pegawai KPK
Sosok Irjen Firli Bahuri, yang terpilih sebagai Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) sempat menuai kontroversi. Sampai ditolak pegawai KPK
Sosok Irjen Firli Bahuri, Ketua KPK Terpilih Punya Harta Lebih dari Rp 18 Miliar,Ditolak Pegawai KPK
POS-KUPANG.COM- Sosok Irjen Firli Bahuri, Ketua KPK Terpilih Punya Harta Lebih dari Rp 18 Miliar, ditolak pegawai KPK
Sosok Irjen Firli Bahuri, yang terpilih sebagai Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) sempat menuai kontroversi.
Meski demikian, nama Firli Bahuri tetap masuk dalam bursa calon Pimpinan KPK.
Firli Bahuri juga salah satu dari 10 nama yang diajukan Panitia Seleksi Calon Pimpinan (Pansel Capim) KPK kepada Presiden Joko Widodo (Jokowi).
• Soal Pro Kontra Revisi UU KPK dan Pemilihan Komisioner KPK, Ini Kata Melki Laka Lena
Penyerahan tersebut disampaikan Pansel Capim KPK secara langsung kepada Presiden Jokowi di Istana Merdeka, Jakarta, Senin (2/9/2019).
Sejak tahapan seleksi capim KPK, nama Irjen Firli memang jadi sorotan masyarakat dan dinilai cukup kontroversial.
Kapolda Sumatera Selatan disebut memiliki kekayaan lebih dari Rp 18 miliar.

Capim Komisi Pemberantasan Korupsi Irjen Firli Bahuri menjalani tes wawancara dan uji publik di Gedung 3 Lantai 1, Setneg, Jakarta Pusat, Selasa (27/8/2019) (Theresia Felisiani/Tribunnews.com)
Baca: Ada Nama Irjen Firli dalam 10 Nama Capim KPK yang Disetor ke Jokowi, Berikut Profil dan Kiprahnya
• Dinilai Melemahkan Pemberantasan Korupsi, Masyarakat NTT Tolak Revisi UU KPK
Selain itu, sebanyak 500 pegawai KPK telah menandatangani penolakan capim KPK Irjen Firli untuk menjadi pimpinan KPK peridoe 2019-2023.
Tak hanya itu, Irjen Firli disebut-sebut diduga melakukan pelanggaran etik saat masih menjabat sebagai Deputi Penindakan KPK.
Berikut rangkuman sosok dan sepak terjang Irjen Firli, dirangkum Tribunnews.com dari Kompas.com:
1. Biodata Irjen Firli Bahuri
Irjen Firli Bahuri lahir di Prabumulih, Sumatera Selatan, pada 7 November 1963.
Ia pertama kali menjadi anggota Polri sebagai lulusan Akademi Kepolisian (Akpol) tahun 1990.
Firli kemudian masuk di Perguruan Tinggi Ilmu Kepolisian (PTIK) tahun 1997.