kejahatan Skimming ATM BNI, OJK Akui Belum Dapat Laporan Resmi

Baru-baru ini nasabah dikejutkan dengan pembobolan rekening saldo Bank BNI. Sementara disimpulkan Skimming Kartu ATM menjadi alasannya.

kejahatan Skimming ATM BNI, OJK Akui Belum Dapat Laporan Resmi
Pos Kupang.com/ryan nong
POS-KUPANG.COM/RYAN NONG ATM BNI Gedung Keuangan di jalan Frans Seda Kecamatan Oebobo Kota Kupang. 

Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Yeni Rachmawati

POS-KUPANG.COM | KUPANG -- Baru-baru ini nasabah dikejutkan dengan pembobolan rekening saldo Bank BNI. Sementara disimpulkan Skimming Kartu ATM menjadi alasannya.

Skiming itu cara yang dilakukan pelaku pembobolan untuk pencurian data. Bisa dilakukan melalui peralatan, misalnya menyalin informasi yang terdapat pada strip magnetik Kartu ATM. Setelah data direkam kemudian data tersebut diduplikasi.

Kepala Kantor OJK NTT, Robert Sianipar, ketika diwawancarai di Kantor OJK NTT, Jumat (13/9/2019), menyampaikan skimming ini bisa saja dilakukan oleh sindikat orang tertentu yang melakukan pembobolam rekenig. Namun ini perlu dilakukan penyelidikan yang lebih lanjut.

BREAKINGNEWS- Diduga Terkait Kejahatan Skimming, Uang Nasabah BNI 46 Kupang Dikuras Oknum

Ia mengaku belum mendapatkan laporan resmi terkait permasalahan ini dan Skimming untun NTT baru pertama kali terjadi.

"Ketentuannya penanganan pengaduan nasabah pertama kali harus ke lembaga jasa keuangan yang bersangkutan untuk diselesaikam selama 20 hari kerja," ujarnya.

Jadi, kata Robert, ini harus diteliti terlebih dahulu apakah ada unsur kelalaian bank atau murni kelalaian nasabah. Hal inilah yang perlu dinilai karena ada orang (nasabah) yang suka menitipkan kartu ATM dan juga berikan memberikan pin.

"Inilah yang harus diselidiki dimana unsur lemahnya," ujarnya.
Bank juga, kata Robert, harus melakukan edukasi kepada masyarakat kalau masuk ke ATM untuk melihat-lihat segi keamanannya. Karena minimal harus ada kamera untuk membaca gerak tangan dan lainnya.

Terkait ketentuan manajemen risiko untuk Teknologi Informasi bank selalu diingatkan adanya prosedur pengamanan. Bila di ATM harus ada kontrol, imbauan, sertakan nomor yang bisa dihubungi. Semua itu ada aturannya.

Ia mengaku kejadian ini baru pertama kli terjadi di NTT. Oleh karena itu perlu awarness bank-bank penyelenggara untuk melakukan esukasi dan masyarakat juga perlu berhati-hati.

Ia menyebutkan selain skimming, kejahatan lainnya pembobolan uang juga bisa dilakukan secara phising. Dimana pra digital saat inu ada produk internet banking, namun harus berhati-hati. Contohnya ada yang membuat situsnya sama dengan situs bank, sehingga mirip. Bila nasabah terkecoh maka nasabah akan memasukkan sata pada situs yang salah.

Maka itu nasabah harus berhati-hati ketika memasukkan name addres.

Kemudian ada pula Social Engineering. Dimana orang tidak menggunakan apapun untuk melakukan pembobolan tapi bisa juga mengubah data lewat telepon dan lainnya dengan cara berpura-pura kepqsa petugas.(*)

Kepala OJK NTT, Robert Sianipar
Kepala OJK NTT, Robert Sianipar (Pos Kupang.com/yen)
Penulis: Yeni Rachmawati
Editor: Ferry Ndoen
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved