News

Dugaan Korupsi Pembangunan Embung Mnela Lete, Tiga Tersangka Diperiksa Enam Jam, Siapa Mereka?

Jefry Un Banunaek, Jemmi Un Banunaek, dan Semuel Ngebu, diperiksa penyidik Kejari SoE sekitar enam jam

Dugaan Korupsi Pembangunan Embung Mnela Lete, Tiga Tersangka Diperiksa Enam Jam, Siapa Mereka?
Shutterstock
Ilustrasi korupsi. 

Laporan Wartawan Pos Kupang, Com, Dion Kota

POS KUPANG, COM, SOE - Tiga sersangka kasus dugaan korupsi pembangunan Embung Mnela Lete, Jefry Un Banunaek, Jemmi Un Banunaek, dan Semuel Ngebu, diperiksa penyidik Kejari SoE sekitar enam jam, dari pukul 15.00-21.00 Wita, Selasa (10/9/2019).

Dalam pemeriksaan itu, Kadis PU Kabupaten TTS, Semuel Ngebu, sempat mengeluh sakit. Pemeriksaan sempat terhenti sebelum dilanjutkan kembali.

Hal ini diungkapkan Kajari SoE, Fachrizal, SH, saat dikonfirmasi melalui Kapidsus Kejari SoE, Khusnul Fuad, SH, di ruang kerjanya, Rabu (11/9/2019). Khusnul mengatakan, ketiga tersangka diperiksa dalam rangka pemeriksaan lanjutan untuk merampungkan berkas.

Dalam pemeriksaan secara terpisah tersebut, tersangka Semuel Ngebu sempat mengeluh sakit sehingga pemeriksaan sempat dihentikan sebelum dilanjutkan kembali.

"Saat diperiksa Pak Semuel sempat mengaku sakit sehingga kita hentikan sementara sebelum dilanjutkan. Beliau sendiri yang meminta untuk melanjutkan pemeriksaan hingga selesai," ungkap Khusnul.

Para tersangka direncanakan kembali diperiksa Minggu depan guna merampungkan berkas mereka. Dua tersangka lainnya, Yohanes Fanggidae dan Timotius Tapatap dijadwalkan diperiksa, Rabu (11/9/2019).

Setelah dikonfirmasi, para kuasa hukum tersangka meminta agar pemeriksaan dilakukan sore hari karena kuasa hukum para tersangka masih menghadiri sidang di Kupang.

"Hari ini (Rabu 11/9, Red), dua tersangka lagi yang kita periksa. Pertanyaannya masih seputar peran para tersangka dalam kasus korupsi pembangunan Embung Mnela Lete," ujarnya.

Seusai memeriksa para tersangka, lanjut Khusnul, penyidik Kejari SoE akan melakukan BAP terhadap ahli dari BPKP terkait nilai kerugian negera dan BAP dengan ahli Politeknik Negeri Kupang terkait kekurangan volume pekerjaan.

"Selain para tersangka, untuk merampungkan berkas para tersangka ini kita juga akan melakukan BAP kepada ahli dari BPKP dan Politeknik Negeri Kupang," pungkasnya.

Untuk diketahui Jefry Un Banunaek ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus dugaan korupsi pembangunan Embung Mnela Lete tahun 2015.

Pembangunan embung yang menelan anggaran Rp 756 juta tersebut terindikasi korupsi karena ditemukan adanya kekurangan volume pekerjaan dan pembayaran tidak susai fisik pekerjaan.

Aliran uang pembayaran pekerjaan Embung Mnele Lete diduga kuat masuk ke rekening milik tersangka Jefry Un Banunaek.

Selain Jefry Un Banunaek, jaksa juga menetapkan empat tersangka lainnya, yaitu Kadis PU TTS, Samuel Nggebu; Direktur CV Belindo Karya, Yohanes Fanggidae; Pengawas Proyek, Timotius Tapatap; dan Pelaksanaan Proyek, Jimmy Un Banunaek. *

Penulis: Dion Kota
Editor: Benny Dasman
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved