Testimoni Wagub NTT Tentang Sosok Presiden ke-3 RI BJ Habibie

Kepergian Presiden ke-3 RI BJ Habibie membawa duka mendalam bukan saja masyarakat Indonesia

Testimoni Wagub NTT Tentang Sosok Presiden ke-3 RI BJ Habibie
POS KUPANG/SERVATINUS MAMMILIANUS.
Wakil Gubernur NTT Josef Nae Soi, saat berkunjung ke Labuan Bajo, Rabu (31/10/2018). 

POS-KUPANG.COM | KUPANG - Kepergian Presiden ke-3 RI BJ Habibie membawa duka mendalam bukan saja masyarakat Indonesia tetapi merupakan kehilangan sosok yang luar biasa di mata Wakil Gubernur ( Wagub) NTT, Josef Nae Soi.

Wagub Nae Soi secara khusus memberikan testimoni terkait kedekatannya dengan sosok Habibie ketika masih aktif menjadi anggota DPR RI dari Fraksi Partai Golkar.

Wagub NTT, Josef Nae Soi ketika ditemui di Kupang, Kamis (12/9/2019) menegaskan, secara pribadi dirinya merasa kehilangan tokoh Indonesia yang luar biasa.

Setelah Sutarno Ditabrak Pengendara Dibawah Umur, Tak Lagi Senda Gurau di Lapak Jahit Sepatu

Sosok Habibie selain pintar secara intelektual, kehidupan kerohaniannya sangat luar biasa termasuk interaksi sosialpun sangat luar biasa.

Dikatakannya, ketika dirinya masih aktif sebagai anggota DPR RI, saat melaksanakan tugas di Jerman, dirinya berjumpa almarhum BJ Habibie di Rumah Sakit di Jerman. Saat itu dirinya berdiskusi secara khusus dengan BJ Habibie.

Bupati Ende Ingatkan Para Kepala Desa Soal Stunting

Kedekatannya dengan Habibie yang paling berkesan ketika dirinya menjadi Ketua Pansus Undang-Undang Penerbangan di DPR RI. Saat itu Habibie memberikan pencerahan soal substansi soal UU penerbangan.

"Kenangan lain yang tidak saya lupakan ketika munculnya pesawat Jenis MD60 buatan China.
Waktu itu dia mengatakan, kalau kalian DPR mau merekomendasi mengambil itu pesawat, berarti Anda-Anda tidak mengerti apa-apa tentang pesawat," ujar Nae Soi mengenang Habibie.

Wagub Nae Soi sangat salut dengan hidup kerohanian Habibie. Sosok Habibie merupakan penganut Agama Islam, tetapi semangat toleransinya luar biasa. Sewaktu Habibie masih kuliah di Jerman dan tidak ada satupun Mesjid tapi tiap hari Jumat dia pergi berdoa di Gereja. Tiap hari Minggu dia berdoa di Gereja.

"Waktu masuk ke gereja di pintu dia katakan Tuhan Allah saya berdoa di tempatmu ini. Saya tahu tempat ini tempatmu juga bukan milik orang Kristen saja tapi milik Engkau. Ketika sudah masuk di dalam gereja, umat Kristen menyanyi dan membuat tanda Salib, Habibie yang duduk di bagian belakang mengucapkan Allahu Akbar, ini luar biasa," katanya.

Menurut Wagub Nae Soi, jika belajar hidup toleransi yang baik di tanah air Indonesia maka belajarlah dari sosok Habibie. Habibie menerjemahkan apa yang ada di dalam ajaran Islam "Lakum Diinuku. Wa Liya Diin" Agamamu untukmu, Agamaku untukku karena kebenaran Wahyu hanya saya sendiri dengan Maha Kuasa. Maka ketika saya berkomunikasi dengan manusia lain yang bukan satu keyakinan dengan saya maka lahirlah yang dinamakan toleransi sivilius. Jadi itulah sosok seorang Habibie yang luar biasa.

"Dia pintar secara intelektual, rohaninya sangat luar biasa, interaksi sosial sangat luar biasa. Dia menjadi penasehat Partai Golkar dan saya salah satu pengurus DPP Golkar sering diskusi dengan beliau. Apalagi di DPR RI saya selalu komunikasi dengan dia terutama pemikirannya mengenai UU Penerbangan," tambahnya. (Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Edi Hayong)

Penulis: Edy Hayong
Editor: Kanis Jehola
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved