Renungan Kristen Protestan, 12 September 2019 : Jangan Pedulikan Apa Kata Orang

salah satu ciri kehidupan Kristiani adalah bersukacita. Kualitas itu terukur dari setiap pemaknaan seseorang terhadap suka dan duka

Renungan Kristen Protestan, 12 September 2019 : Jangan Pedulikan Apa Kata Orang
POS KUPANG/ISTIMEWA
Pdt. Yulian Widodo adalah pendeta GMIT dan Ketua Klasis Amanuban Timur Selatan serta Mahasiswa Pasca Sarjana UKAW

Renungan Kristen Protestan, 12 September 2019 : Jangan Pedulikan Apa Kata Orang

Oleh : Pdt. Yulian Widodo, STh

Filipi 4 : 4 – 7

Di tepi sungai Nil menjelang hari malam, seekor hyena berjumpa dengan seekor buaya dan mereka saling menyapa. Sang hyena berkata : “bagaimana harimu, tuan ?”.

Dan sang buaya menjawab : “buruk”. Terkadang dalam kepedihan dan duka aku menangis, lalu makluk-makluk lain selalu berkata, : “Itu kan hanya air mata buaya, dan itu sungguh melukai hatiku”

Lalu kata sang hyena, “kamu berbicara tentang kepedihan serta dukamu, tetapi cobalah dengarkan cerita ku”.

Aku memandang keindahan dunia ini, keajaiban-keajaibannya serta mujizat-mujizatnya, dan karena sukacita aku tertawa terbahak-bahak.

Namun manusia rimba berkata : “itu kan hanya tawa seekor hyena” (disadur dari karya Khalil Gibran : Tawa Dan Air Mata).

Apa yang digambarkan oleh Gibran dalam cerita di atas adalah kenyataan yang bisa kita jumpai dalam kehidupan ini.

Reaksi manusia terhadap peristiwa sukacita maupun dukacita bisa berbeda.

Halaman
123
Editor: Rosalina Woso
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved