Breaking News:

Renungan Harian Kristen Protestan

Renungan Kristen Kamis 12 September 2019 'Kebencian Membutakan Hati Tapi Kasih Sayang Membuka Hati'

Renungan Kristen Kamis 12 September 2019 'Kebencian Membutakan Hati Tapi Kasih Sayang Membuka Hati'

Editor: maria anitoda
Dok Pribadi/Mesakh A.P. Dethan
Renungan Kristen Kamis 12 September 2019 'Kebencian Membutakan Hati Tapi Kasih Sayang Membuka Hati' 

Tidak peduli tempat itu jauh atau berbahayanya perjalanan ke sana, dengan gembira ia mengambil kesempatan itu untuk pada satu pihak bukan hanya karena mau menunjukkan ketaatan dan penghormatannya kepada ayahnya tetapi juga pada pihak lain karena rasa sayang terhadap saudara-saudaranya. 

Sehingga ia mencari dengan tekun sampai ia mendapatkan mereka, ia bukan hanya mereka di Sikhem seperti permintaan ayahnya, tetapi berjalan jauh ke Dotan sampai bertemu mereka (Kejadian 37:14-17). Ini bukti cinta dan ketulusan  Yusuf.

Cinta dan ketulusan Yusuf terhadap saudara-saudaranya dibalas dengan permufakatan, persengkokolan dan rekayasa jahat. “ketika dari jauh ia telah kelihatan kepada mereka, mereka telah bermufakat mencari daya upaya untuk membunuhnya (Kejadian 37:18).

Melakukan kejahatan itu tidak bermoral, tetapi lebih tidak bermorl lagi merancangkannya. Kemarahan dan iri hati adalah pintu kecil bagi dosa sedangkan rencana jahat adalah gerbang luas bagi dosa dan inilah yang sedang terjadi pada saudara-saudara Yusuf.

“Sekarang, marilah kita bunuh dia (Kejadiann 37:20). Yusuf yang dianggap si tukang mimpi seakan-akan sedang menuju mimpi buruk karena kepolosannya dan ketidaksadarannya akan bahaya di depan mata. Rekayasa kotor akan melahirkan rekayasa kotor yang lain, dan ia bergerak dari tingkatan rendah hingga kepada yang canggih. Dari semula hanya ingin memukul dan menghajar hingga babak belur meningkat kepada rencana pembunuhan. “20 Sekarang, marilah kita bunuh dia dan kita lemparkan ke dalam salah satu sumur ini, lalu kita katakan: seekor binatang buas telah menerkamnya. Dan kita akan lihat nanti, bagaimana jadinya mimpinya itu!" (Kejadian 37:20). 

Beruntung bahwa tidak semua saudara Yusuf ikut terseret dalam permufakatan dan rekayasa jahat karena ada Ruben yang masih memiliki sedikit kewarasan dan mencari akal untuk meloloskan  Yusuf  dari kematian akibat dari kemarahan saudara-saudaranya itu (Kejadian 37:21-22).  “21 Ketika Ruben mendengar hal ini, ia ingin melepaskan Yusuf dari tangan mereka, sebab itu katanya: "Janganlah kita bunuh dia!" 22 Lagi kata Ruben kepada mereka: "Janganlah tumpahkan darah, lemparkanlah dia ke dalam sumur yang ada di padang gurun ini, tetapi janganlah apa-apakan dia maksudnya hendak melepaskan Yusuf dari tangan mereka dan membawanya kembali kepada ayahnya”.

Sipenulis Kejadian mau menekankan bahwa Yusuf bukan hanya menjadi kesayangan Yakob ayahnya tetapi ia juga telah mendapatkan perkenanan Allah.

Sehingga  orang yang semula memusuhi Yusuf, malah berbalik untuk melindunginya. Ini membuktikan bahwa nasib seseorang tidak bergantung kepada para pembencina tetapi sepenunya bergantung kepada Allah semata.

Jadi kalau ada orang membenci kita jangan taruh dihati karena itu sampah.

Juga kalau ada yang membenci kita bukan soal, karena nasib kita bukan ditangan mereka tetapi di tangan Tuhan karena itu mintalah selalu perlindungan dari Tuhan semesta alam. (*)

Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved