Hendry CH Bangun: Peraturan SKW dan UKW Kewenangan Dewan Pers

Kebijakan Dewan Pers bersama konstituen membuat peraturan SKW dan UKW sesuai kewenangan yang diberikan UU Pers No. 40 tahun 1999

Hendry CH Bangun: Peraturan SKW dan UKW Kewenangan Dewan Pers
Pos Kupang/ant
Logo Dewan Pers

POS-KUPANG.COM | KUPANG - Wakil Ketua Dewan Pers, Hendry CH Bangun menegaskan, kebijakan Dewan Pers bersama konstituen membuat peraturan Standar Kompetensi Wartawan ( SKW) dan Uji Kompetensi Wartawan ( UKW) sesuai dengan kewenangan yang diberikan oleh UU Pers No. 40 tahun 1999.

"Kewenangan Dewan Pers itu sesuai dengan fungsinya sebagaimana diatur di dalam Pasal 15 ayat 2 huruf f. Pasal itu menyebut, Dewan Pers memfasilitasi organisasi-organisasi pers dalam membuat peraturan-peraturan pers. Jadi Standar Kompetensi Wartawan dan Uji Kompetensi Wartawan itu ada niscaya dan sudah diikuti oleh semua stakeholder pers, karena memang diperlukan," ujar Hendry CH Bangun, di Jakarta, Rabu (11/9/2019) dan dikirim dalam bentuk rilis kepada POS-KUPANG.COM, Kamis (12/9/2019).

Arkeolog Sosialisasi Rumah Peradaban Lembata

Penegasan Wakil Ketua Dewan Pers ini disampaikan terkait beredarnya hoaks berisi seolah-olah Dewan Pers telah kalah melawan gugatan yang diajukan Serikat Pers Republik Indonesia (SPRI), Persatuan Pewarta Warga Indonesia (PPWI), Wilson Lalengke dan Heintje Grontson Mandagie yang menggugat keabsahan Peraturan Dewan Pers soal kewajiban wartawan Indonesia mengikuti Uji Kompetensi Wartawan yang sesuai dengan Standar Kompetensi Wartawan.

Faktanya, dalam keputusannya No.331/PDT/2019/PT.DKI tanggal 26 Agustus 2019, majelis hakim tinggi Pengadilan Tinggi (PT) DKI Jakarta yang terdiri dari Imam Sungudi sebagai ketua dan hakim anggota masing-masing Haryono dan Hiyanto, menyatakan seluruh gugatan penggugat ditolak, juga menghukum para penggugat untuk membayar perkara.

Mengenang Jasa Presiden ke-3 BJ Habibiet, Bendera Merah Putih di Mabar Naik Setengah Tiang

Dewan Pers menyayangkan adanya pihak-pihak dan media pers tidak profesional yang membangun framing atau opini ke publik bahwa Dewan Pers sebagai Terbanding (dahulu Tergugat) diputuskan telah dikalahkan oleh Majelis Hakim Tinggi PT DKI Jakarta dan Pengadilan memenangkan perkara gugatan dari Pembanding (dahulu Pengugat I dan Penggugat II).

Dalam Amar Putusan Banding anggal 26 Agustus 2019, Majelis Hakim Pengadilan Tinggi yang diketuai oleh Imam Sungudi, SH, MH dengan jelas mengadili dan memutuskan sebagai berikut:
"Mengadili: Menerima permohonan banding dari Para Pembanding semula Para Penggugat; Membatalkan putusan Pengadilan Negeri Jakarta Pusat tanggal 13 Februari 2019 Nomor 235/Pdt.G/2018/PN.Jkt.Pst yang dimohonkan banding tersebut.

Mengadili sendiri:
Dalam eksepsi menyatakan eksepsi Tergugat tidak dapat diterima (Niet Onvankelijk Verklaard);
Sementara dalam pokok perkara menyatakan menolak gugatan para pembanding semula para penggugat untuk seluruhnya; menghukum para pembanding semula para penggugat untuk membayar biaya perkara pada kedua tingkat pengadilan, yang pada tingkat banding ditetapkan sebesar 150.000 (seratus lima puluh ribu rupiah)."

Adanya putusan banding ini menyatakan:
1. Pengadilan Tinggi DKI Jakarta menerima permohonan banding dari penggugat, artinya bahwa perkara pembanding diterima untuk diperiksa bukan dimenangkan.

Pernyataan yang menyebutkan menerima permohonan banding dari pembanding merupakan kemenangan perkara dari pembanding sama sekali menyesatkan dan secara hukum tidak dapat
dipertanggungjawabkan.

2. Pengadilan Tinggi DKI Jakarta menyatakan eksepsi dari Dewan Pers (Terbanding -dahulu Tergugat) tidak dapat diterima, hanya semata-mata terkait formalitas dan prosedural pengajuan gugatan dari penggugat (pembanding) di tingkat PT DKI Jakarta. PT DKI Jakarta menilai berhak mengadili perkara ini dan untuk ini berarti jugaPT DKI Jakarta sama sekali belum masuk dalam pemeriksaan pokok atau substansi perkara sehingga dalam hal ini sama sekali tidak benar dan sangat menyesatkan berita atau opini publik yang menyebutkan pembanding dimenangkan oleh PT DKI Jakarta.

3. Pengadilan Tinggi DKI Jakarta dengan tegas menolak seluruh gugatan dari pembanding (dahulu para penggugat) dalam pokok perkara atau substansi perkara artinya setelah memeriksa sendiri pokok perkaranya, PT DKI Jakarta memutuskan menolak seluruh gugatan penggugat WL dkk. Artinya, dalam bahasa awam, Dewan Pers menang lagi di PT DKI Jakarta setelah sebelumnya telah menang di Pengadilan Negeri Jakarta Pusat.

Dengan adanya keputusan PT DKI Jakarta ini, jelaslah bahwa keputusan banding ini memperkuat posisi Dewan Pers sebagai lembaga yang diberi kewenangan oleh Undang Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers, sebagaimana yang tercantum pada Bab V Pasal 15 ayat 2 butir f. yang berbunyi: "Dewan Pers melaksanakan fungsi: f. Memfasilitasi organisasi-organisaai pers dalam menyusun peraturan-peraturan di bidang pers dan meningkatkan kualitas profesi kewartawanan." (*)

Editor: Kanis Jehola
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved